image

Timnas Indonesia U-19 Dalam Bahaya!

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 19 October 2018

SPORTKU.COM

Meski meraih kemenangan di laga perdana penyisihan Piala Asia 2018, timnas Indonesia U-19 kini justru dalam bahaya. 

Skuat Garuda memang berhasil menundukkan Taiwan di penyisihan grup A dengan skor meyakinkan 3-1 pada Kamis (18/10) malam WIB. Dua gol Witan Sulaeman, serta Egy Maulana Vikri sudah cukup memastikan tiga poin di pertandingan ini.

Namun, lupakan sejenak kemenangan ini karena nyatanya timnas U-19 masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, karena jika tidak, percuma berharap Indonesia bisa terus melaju di Piala Asia. Memang kemenangan dengan skor 3-1 atas Taiwan cukup mencolok.

Dari cara bermain juga Indonesia sangat dominan dengan penguasaan bola sebesar 64 persen berbanding 36 milik Taiwan. Begitu pula dengan tembakan yang mencapai 24, 13 diantaranya mengarah ke gawang dan hanya tiga yang berbuah gol. 

Tetapi, jika Anda menyaksikan pertandingan ini, khususnya di babak pertama Indonesia sama sekali tidak berkutik menghadapi rapatnya tembok besar yang dibangun para pemain Taiwan. Hampir seluruh pemain ada di lini belakang, seolah Taiwan sejak awal hanya mengincar hasil imbang di pertandingan ini. 

Terlebih, pelatih Taiwan, Von Ca Nhum menginstruksikan agar menjaga ketat Egy dengan tiga sampai empat pemain. Strategi ini sebetulnya sah-sah saja digunakan, apalagi laga ini menjadi yang pertama bagi Taiwan di ajang internasional sejak 2017.

Selebrasi pemain usai gol yang dicetak Witan

afc-timnas-dan-taiwan-958777f02dd3c69.JPG

“Ini pertandingan internasional pertama sejak 2017, anak-anak sudah bermain baik, semuanya sesuai seperti di sesi latihan. Namun, kami bermain di bawah tekanan besar, saya tetap bangga dengan pemain. Kami memang kalah, tapi kami sudah memberikan yang terbaik," jelas Von Ca Nhum.

"Indonesia punya pemain berbahaya seperti Egy yang bermain di Polandia, kami tentu mempelajari dia, pemain hebat dengan skill sangat bagus. Untuk itu saya coba menahannya sejak di tengah, itu memang strategi saya, melakukan pressing kepadanya. Indonesia punya pemain dengan skill luar biasa, dan kami hanya bisa menahan mereka dengan taktik yang tepat,” sambungnya. 

Mendengar ucapan di atas sangat jelas bahwa Taiwan memang sengaja menerapkan strategi seperti itu sejak awal. Indonesia sebenarnya bukan tidak tahu dengan taktik yang akan dipakai oleh Taiwan karena Indra Sjafri mengakui sudah memprediksi hal ini sebelumnya.

“Bisa dilihat perjuangan para pemain selama 90 menit. Secara teknis, permainan Taiwan persis seperti yang kami duga sebelumnya, mereka menerapkan strategi compact defense,” ungkap Indra Sjafri.

Meski mengetahui hal itu, nyatanya di babak pertama permainan Indonesia terlihat sangat membosankan. Tidak ada pola serangan jelas karena bola hanya mengalir di lini tengah. Ketika mendekati area kotak penalti, Indonesia seperti kebingungan, alhasil hal itu bisa dengan mudah dipatahkan pemain lawan. 

Kemudian, tidak adanya kecepatan di babak pertama juga menjadi persoalan. Pemain Indonesia seperti tidak punya gairah bertanding karena sangat jarang sekali berlari. Mungkin hanya Asnawi Mangkualam, Saddil Ramdani yang bermain cukup maksimal, sisanya tidak ada di paruh pertama.

Baru di babak kedua Indonesia mulai melancarkan permainan agresif dalam melakukan tekanan. Hasilnya terbukti tepat, kokohnya lini belakang Taiwan bisa dengan mudah ditembus jika pemain Indonesia mengeluarkan kecepatan mereka, khususnya di sisi sayap yang jadi keunggulan. 

Sialnya, saat permasalahan pertama selesai, muncul masalah lain, yakni sikap egois dari para pemain. Berulang kali para pemain Indonesia terlalu egois dengan berlama-lama memegang bola. Banyak keputusan yang salah dan tidak tepat dilakukan, seperti yang beberapa kali dilakukan Egy saat mendapat peluang berhadapan dengan kiper, ia justru terlalu lama mengusai bola sehingga kehilangan momentum.

Ekspresi Witan usai gagal mencetak gol, di belakangnya ada Egy yang kecewa karena tidak bola tak dioper padanya

afc-timnas-indonesia-dan-25648bf9414a5c2.JPG

Semua pemain seolah ingin mencetak gol, padahal ada pemain lain yang posisinya lebih menguntungkan untuk mencetak gol.  “Sektor finishing harus diperbaiki. Kemudian ego pemain juga harus dievaluasi karena semuanya terlihat ingin mencetak gol, padahal tadi ada beberapa kesempatan rekannya kosong,” papar Indra.

Dan permasalahan yang terakhir adalah rapuhnya lini belakang Indonesia. Tercatat dari beberapa laga uji coba sampai pertandingan semalam, gawang Muhamad Riyandi selalu kebobolan. Dimulai saat bertemu Thailand, Cina, Yordania, dan Arab Saudi. Jelas ada masalah besar di sini. 

Duet sang kapten, Nurhidayat serta Rachmat Irianto belum tampil maksimal, padahal inilah duet pertahanan terbaik yang dimiliki timnas U-19 sekarang. Gol yang dicetak oleh Taiwan tadi malam memperlihatkan mereka masih sangat rapuh.

“Ya saya akui dari beberapa pertandingan terakhir, kami selalu kemasukan gol yang terkesan mudah. Memang ada kesalahan di sana, seperti komunikasi yang harus diperbaiki. Kemudian ada beberapa keputusan individu yang kurang pas menurut saya,” tukas mantan pelatih Bali United tersebut. 

Jika tidak segera diperbaiki, jelas ini menjadi alarm berbahaya. Pasalnya, lawan Indonesia berikutnya adalah timnas Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) yang punya serangan lebih mematikan dibandingkan Taiwan. Sekarang, jeda dua hari sebelum bertemu Qatar harus dimanfaatkan dengan baik oleh Indra Sjafri memperbaiki kesalahan yang ada. 

Selain itu, opsi kedua juga harus dimiliki karena jika kembali bertemu lawan yang menumpuk pemain banyak di belakang, harus ada perubahan cepat dilakukan. Karena kalau tak segera dibenahi, mimpi Indonesia ke Piala Dunia U-20 bisa saja berakhir lebih cepat. 

Baca Juga:
Kalah Dari Inggris, Spanyol Memalukan

Baca Juga:
From Prince to King

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 19 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Persija dan Produk Lokal

Persija dan Produk Lokal

FOOTBALL
Menghitung Hari Francesco di Roma

Menghitung Hari Francesco di Roma

FOOTBALL
Luciano Spalletti Puji Mauro Icardi

Luciano Spalletti Puji Mauro Icardi

FOOTBALL
Qatar Pamerkan Rancangan Stadion Lusail

Qatar Pamerkan Rancangan Stadion Lusail

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company