image Martin Maes saat meraih medali perak di Kejuaraan Dunia MTB - DH 2018 (Foto: Sven Martin photo) Martin Maes diarak rider lainnya di LaBresse (Foto: Sven Martin photo) Martin Maes beraksi di ajang EWS (Foto: EWS)

Martin Maes Bela GT Hingga 3 Musim Depan

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Sven Martin Photo, EWS | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: GT Bicycles | 19 October 2018

uploads/news/2018/10/gt-pertahankan-martin-maes-392111745ce374b.jpg

GT Pertahankan Martin Maes

maes-bela-gt-hingga-36649fec4c3373b
maes-bela-gt-hingga-66597b799e8a4dc
foto-ews-seri-4-68850f3ccdd27d2
SPORTKU.COM

Rider muda berbakat asal Belgia, Martin Maes akan berlomba membela bendera GT untuk tiga musim balapan ke depan.

Maes akan fokus pada persiapan untuk kemenangan World Enduro Series (EWS) dan kemenangan Piala Dunia Dwonhill di musim 2019 dan seterusnya.

Sejak bergabung dengan GT pada 2013, Martin Maes telah mengambil bersaing di EWS, balapan di beberapa kursus terberat dan melawan pesaing yang kuat lainnya di dunia.

“Saya tumbuh dengan sepeda GT, dan saya tidak bisa cukup berterima kasih atas dukungan mereka selama bertahun-tahun,” kata Maes.

“Saya terpacu untuk melanjutkan kerjasama dengan GT dan tujuan saya adalah memenangkan Kejuaraan Dunia. Saya menantikan untuk berlomba di seluruh dunia di sirkuit EWS dan di balapan lain dengan tim yang percaya pada saya dan olahraga bersepeda gunung,” ungkapnya lagi.

Baca juga:
VITTORIA-TANNUS LUNCURKAN BAN ANTI BOCOR, SEPERTI APA?

Sementara itu, di mata tim pabrikan GT, Martin Maes dinilai sebagai rider yang bertalenta dan profesional.

“Martin adalah rider yang sangat berbakat, dan dia juga selalu rendah hati dan profesional. Di usia muda 21 tahun, ia membawa banyak pengalaman ke tim,” kata manajer tim GTFR, Mark Maurissen.

“Saya bangga dengan Martin dan GTFR. Kami menjalani petualangan ini bersama, dan saya tidak sabar untuk terus menonton Martin mengejar medali di seluruh dunia,” imbuhnya.

Pada 2018, Maes membuat sejarah dengan kemenangan besar di Final Piala Dunia Downhill di La Bresse, Prancis, setelah menang EWS di Whistler Crankworx minggu sebelumnya. Dia juga melanjutkan dua kemenangannya itu dengan meraih medali perak di Kejuaraan Dunia MTB di nomor Downhill, di Lenzerheide, Swiss.

Selama bertahun-tahun, Maes telah naik ke jajaran Seri Dunia Enduro, termasuk juara umum EWS Junior (2013), juara EWS Finale (2016), dan tentu saja EWS Whistler. Meskipun Enduro menjadi passion-nya, Maes terus mencoba di nomor downhill.

Disiplin atau nomor utamanya untuk musim 2019 memang belum dapat dikonfirmasi. Menurut Maurissen, “Martin ingin menjadi juara dunia. Apakah dia akan fokus pada downhill atau enduro masih harus ditentukan, dan GT akan mendukung keputusan apa pun yang dia buat,” pungkasnya.

Baca juga:
TIMNAS INDONESIA U-19 DALAM BAHAYA!

Martin Maes beraksi di ajang EWS
foto-ews-seri-4-68850f3ccdd27d2.jpg

 

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Sven Martin Photo, EWS | Editor: Andi Wahyudi | Media Source : GT Bicycles | 19 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company