Penyakit Timnas Indonesia U-19 Makin Kronis

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 23 October 2018

SPORTKU.COM

Penyakit di lini belakang timnas Indonesia U-19 saat ini sudah sangat memasuki fase kritis, apa sebabnya?

Persoalan di lini belakang timnas U-19 sepertinya belum bisa disembuhkan sampai laga terakhir melawan Qatar pada Minggu (21/10). Bahkan, penyakit tersebut terlihat kian parah dan menjadi alasan utama kekalahan Garuda Nusantara dari Qatar dengan skor 5-6.

Kesalahan fatal yang berulang terus terjadi di pertandingan tersebut. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu 24menit gawang Muhammad Riyandi sudah kemasukan tiga gol. Kemudian, sampai pertandingan berjalan 55menit, Indonesia tertinggal 1-6, ya skor 1-6 benar-benar terjadi malam itu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). 

Rasa kecewa, kesal, dan sedih pastinya dirasakan seluruh penonton yang datang langsung ke stadion. Tak heran, setelah Qatar mencetak gol keenam, banyak penonton yang memutuskan meninggalkan stadion karena merasa kecewa. 

Memang, pada akhirnya, Indonesia secara heroik secara perlahan mampu bangkit dan menipiskan jarak menjadi 5-6. Namun, situasi seperti ini seharusnya bisa dihindari karena Indonesia butuh kemenangan untuk memastikan satu tempat di perempat final.

Keroposnya duet bek Nurhidayat dan Rachmat Irianto

Sebenarnya permasalahan ini sudah kami bahas sebelumnya dalam judul Timnas Indonesia U-19 Dalam Bahaya dan menariknya perkiraan kami di tulisan tersebut menjadi kenyataan. Sebuah masalah yang muncul sejak laga uji coba kontra Thailand, Cina, Yordania, dan Arab Saudi.

Indra Sjafri pun sudah mengakui usai laga perdana melawan Taiwan bahwa lini belakang timnya sangat rapuh. Ia mengungkapkan akan ada evaluasi untuk laga berikutnya.

Penampilan Nurhidayat dalam sorotan tajam di laga melawan Qatar, Minggu (21/10)

afc-timnas-dan-taiwan-52804ced08f8967.JPG

Tetapi, bukan sembuh, penyakit di lini belakang kian parah, saat menghadapi Qatar bagi siapa saja yang menonton pertandingan tersebut pasti melihatnya dan menyebut ada satu nama yang menjadi sosok kunci, yaitu sang kapten, Nurhidayat.

Nurhidayat yang dikenal sangat tangguh di malam itu terlihat tampil sangat terbebani, terutama setelah kesalahan pertamanya yang berujung gol di menit 11. Setelahnya, beban yang dipikul Nurhidayat kian berat, sehingga makin banyak pula kesalahan yang dibuat olehnya. 

Untuk itu di awal babak kedua, Indra Sjafri langsung mengganti Nurhidayat yang kondisi mentalnya sedang rapuh dengan Indra Mustafa. 

“Gol pertama dari Qatar membuat mereka down. Kemudian datang gol kedua dan selanjutnya. Tercatat di bawah 24 menit kami sudah kemasukan tiga. Pekerjaan kami sekarang adalah defense. Kalau di pertandingan melawan Taiwan kami sudah benahi organisasi dalam bertahan,” jelas Indra Sjafri selepas pertandingan kontra Qatar.

“Tapi di sini yang salah bukan organisasinya tapi individual error. Ini kesalahan individu. Untuk Nurhidayat saya lihat begitu dua buat kesalahan dia seolah ingin menutupi kesalahannya dengan cara apapun. Hal itulah yang justru menghilangkan karakter dia, makanya saya ganti. Hari ini yang error terbesar ada di Nurhidayat," paparnya. 

Ucapan dari Indra Sjafri di atas memang terlihat benar karena masuknya Indra Mustafa sedikit menguatkan lini belakang Indonesia meski masih kemasukan dua gol. Namun, secara umum, sebuah kesalahan di sektor vital ini memang harus diminimalisir.

Sebab jika tidak tentu saja akan menjadi bumerang. Apalagi, dalam laga hidup mati melawan Uni Emirat Arab (UEA) Indonesia wajib meraih kemenangan pada Rabu (24/10). 

Untuk meraih kemenangan pastinya salah satu kunci ialah pertahanan kokoh agar tidak mudah ditembus. Jika melihat lini depan yang dimiliki UEA juga sangat mengerikan, karena mereka sukses menggunduli Taiwan dengan skor telak 8-1.

Untuk itu, dalam waktu yang singkat, Indra Sjafri dipaksa memutar otak untuk menyembuhkan penyakit di kronis lini belakang timnas U-19 dalam waktu instan. Berat pastinya, tapi kita semua tentu berharap penyakit tersebut bisa terobati saat bertemu UEA dan laga Indonesia selanjutnya.

Baca Juga:
Indonesia Bergerak Cepat Demi Tampil di Piala Dunia Basket 2023

Baca Juga:
Hasil GP Austin Berikan Musim Terbaik Bagi Renault

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 23 October 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Istirahatlah Giampiero Ventura

Istirahatlah Giampiero Ventura

FOOTBALL
Arthur Kembalikan Xavi ke Barcelona

Arthur Kembalikan Xavi ke Barcelona

FOOTBALL
Messi, Alasan Griezmann Tolak Barcelona

Messi, Alasan Griezmann Tolak Barcelona

FOOTBALL
Gagal, Luis Enrique Tetap Puas

Gagal, Luis Enrique Tetap Puas

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company