image

Nissan Beberkan Kronologi Pembajakan Alexander Albon ke Toro Rosso

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Inside EVs | Editor: Andi Wahyudi | 24 October 2018

SPORTKU.COM

Tim balap F1 Toro Rosso berharap Alexander Albon bisa menggantikan posisi Brendon Hartley untuk musim depan.

Bos Red Bull Helmut Marko mengadakan pembicaraan yang serius dengan manajemen Nissan jelang tes pramusim Formula E yang pertama beberapa waktu lalu di Valencia, dengan tujuan agar Albon tidak ambil bagian dalam uji coba tersebut.

Seperti diketahui bahwa pebalap berkebangsaan Thailand-Inggris itu memang sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan tim Formula E Nissan e.dams untuk bermitra pada musim 2019 hingga tiga tahun kedepan.

Namun, di pertengahan jalan tiba-tiba saja Marko melakukan pendekatan kepada Albon yang seolah-olah ingin menawarkan menjadi bagian dari grid Formula 1 2019. Hal ini tentu saja membuat frustasi tim manajemen Nissan.

"DAMS dan Nissan e.dams pastinya sangat frustasi dengan adanya kabar ini. Kami telah melakukan banyak hal untuk membantu Alexander Albon secara finansial. Kami memberinya mobil yang bagus, karena di tahun sebelumnya saat dia bersama ART Grand Prix, dia tidak benar-benar tampil maksimal di lintasan," kata bos tim Jean-Paul Driot.

Lebih lanjut Driot menjelaskan, "Bersama kami, Alexander telah menunjukkan bahwa dia sangat cepat. Dia tidak pernah membuat saya ragu. Lalu, dengan karirnya yang saat ini sedang bersinar tiba-tiba saja Toro Rosso datang dan mengatakan bahwa dia ingin memiliki Albon untuk kursi F1 tahun depan."

Baca Juga :
Nissan Siapkan Pengganti Alexander Albon Untuk Formula E

Rekan kerja mantan pebalap F1 René Arnoux ini juga mengakui bahwa sebenarnya ia tidak ingin menghalangi kesempatan sekali seumur hidup bagi Albon untuk menjadi pebalap Grand Prix, tapi mungkin tidak dengan Nissan.

"Ketika Anda bertanya kepada seseorang yang buta, apakah ia ingin melihat? Pasti Anda sudah tahu jawabannya. Dan ketika ia (Marko) berbicara tentang Formula 1 kepada seorang pebalap yang selalu bermimpi untuk melakukannya, Anda juga pasti sudah tahu apa jawabannya," ujar Driot.

Saat ini, pihak Nissan diketahui sedang dalam proses bernegosiasi dengan Toro Rosso untuk mencari solusi yang terbaik. "Nissan memiliki top manajemen yang tidak benar-benar bahagia, seperti yang Anda bayangkan. Mereka sangat tidak senang karena kami telah menandatangani kontrak selama tiga tahun," tambah Driot.

Saat pembicaraan berlanjut dengan semua pihak, Driot memahami bahwa memaksakan kontrak Albon tidak akan mengarah pada kolaborasi produktif antara tim dan pengemudi.

"Kami mencoba mencari solusi. Karena, ketika Anda memiliki pengemudi yang tidak ingin mengemudi lagi, apa yang akan Anda lakukan? Sementara kami memiliki kontrak dan itu jelas," tegas Driot.

Untuk itu, tim e.dams akhirnya menempatkan pebalap Oliver Rowland di balik kemudi saat tes pramusim Formula E pertama di Sirkuit Ricardo Tormo. Dengan tujuan ingin menjadikan Rowland sebagai pebalap ketiga Nissan.

"Kami akan melihat perkembangan Oliver untuk dua hingga tiga minggu mendatang. Sambil kami berdiskusi dengan Toro Rosso untuk menemukan solusi terbaik bagi semua pihak yang terkait," pungkas Driot seperti yang dikutip F1i.

Baca Juga :
ALEXANDER ALBON HIJRAH KE BALAPAN FORMULA E MUSIM DEPAN

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Inside EVs | Editor: Andi Wahyudi | 24 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company