image

Juara Dunia, Marquez Wariskan Pertikaian Antara Rossi vs Dovizioso

Text : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 24 October 2018

SPORTKU.COM

Marc Marquez menjadi bintang setelah manyegel gelar Juara Dunia MotoGP 2018.

Mahkota tertinggi MotoGP 2018 telah jatuh ke pangkuan Marquez. Pebalap Repsol Honda tersebut kembali menyegel gelar Juara Dunia MotoGP untuk kesekian kalinya. Sudah sejak paruh musim pertama, Marquez memang sudah ddiprediksi banyak orang akan menjadi juara dunia. Dan benar saja. Itulah fakta terbaru yang terjadi.

Di lintasan MotoGP, nama Marquez memang menjadi sosok yang menakutkan bagi para lawan mainnya. Sejak debutnya di kelas premier pada tahun 2013 lalu, kehadirannya di grid selalu menjadi momok menyeramkan. Ya, pebalap dari Spanyol ini tak lama langsung menjadi bintang baru yang berhasil menyedot banyak fans di seluruh belahan dunia.

Debutnya di MotoGP yang merupakan kelasnya para raja menjadikan Marquez sebagai raja baru. Meski sebagai pendatang anyar, namun dia sukses mendongkel para seniornya dari podium juara pada setiap serinya. Balapan pun berakhir manis dengan gelar juara dunia. Gelar untuk pertama kalinya bagi Marquez yang kemudian memberikan banyak prestasi lainnya.

Jati diri Marquez terus tumbuh sebagai pebalap ulung. Seri demi seri pada setiap musim balap mampu dia lakoni dengan baik. Tak ayal, berbagai gelar terus dia torehkan dan kini mendekati para seniornya yang sudah lebih dulu mencicipi kerasnya aspal balap.

Baca Juga
Raihan 7 Gelar Juara Dunia Marc Marquez

Sirkuit Motegi, Jepang memberikan banyak kenangan untuk Marquez

Twin Ring Motegi atau yang lebih akrab disebut Sirkuit Motegi sudah sejak tahun 2004 rutin menjadi tuan rumah MotoGP. Sejak saat itu pula, trek sepanjang 4,8 kilometer ini terus melahirkan juara-juara baru pada setiap seri MotoGP.

Salah satunya adalah Marquez yang memiliki banyak kenangan manis di Sirkuit Motegi. Sejak turun di MotoGP pada tahun 2013, Marquez memang baru dua kali menorehkan kemenangan di Sirkuit Motegi. Namun dia sudah tiga kali mengunci gelar Juara Dunia MotoGP di trek ini.

Pertama tahun 2014 lalu. Pada saat balapan, Marquez memang tak bisa finish terdepan. Marquez harus puas finish di podium runner up dan kalah dari Valentino Rossi (Yamaha). Meski hanya menambah 20 poin, namun itu cukup membuat Marquez sebagai Juara Dunia MotoGP 2014.

Aksi Marquez kunci gelar juara dunia di Sirkuit Motegi juga terjadi pada tahun 2016. Namun torehan kali ini menjadi lebih spesial bagi Marquez. Jalani laga kandang untuk Honda, musim 2016 juga menjadi kemenangan perdana bagi Marquez di Sirkuit Motegi. Finish terdepan, saat itu Marquez sekaligus kunci Juara Dunia MotoGP 2016.

Kejadian serupa kembali dibukukan Marquez. Pada musim 2018 ini, lagi-lagi Marquez kunci gelar juara dunia di Sirkuit Motegi. Balapan memang berlangsung sengit. Apalagi kali ini Marquez harus memulai balapan dari baris kedua atau grid 6. Namun dia berhasil finish terdepan.

Baca Juga
Sejarah Nama Sirkuit Ricardo Tormo Valencia

Balapan berlangsung menegangkan, Marquez lolos ke podium teratas

Selama 24 lap para pebalap harus berjibaku untuk bisa finish terdepan. Memulai balapan dari posisi pole, Andrea Dovizioso langsung melesat kencang. Pebalap Ducati ini memang tampil ngotot. Sebab dia menjadi salah satu pebalap yang bisa menunda gelar juara dunia untuk Marquez.

Keinginan Dovizioso menggagalkan Marquez jadi Juara Dunia di Motegi memang memberikan angin segar untuknya. Pasalnya, Marquez harus memulai balapan dari grid 6. Alhasil, menjadi keuntungan tersendiri bagi Dovizioso yang start dari baris terdepan.

Namun impian Dovizioso tersebut tak tercapai. Justru sebaliknya. Meski memimpin hampir sepanjang balapan, akan tetapi Dovizioso harus keluar dari sirkuit tanpa menggondol poin. Pebalap Italia ini jatuh saat balapan hanya menyisakan 2 lap.

Sial bagi Dovizioso yang membuat Marquez melenggang santai kedepan tanpa beban berarti. Balapan terhenti di lap 24. Marquez kemas waktu terbaik 42menit 36.438detik. Marquez cukup jauh meninggalkan para kompetitornya. Di podium 2 ada Cal Crutchlow (LCR Honda) yang tertinggal +1.573detik dan Alex Rins (Suzuki Ecstar) finish ketiga dengan selisih +1.720detik.

Melihat aksi Marquez selama musim ini, dia terus memberikan performa yang apik. Jadi gelar juara dunia memang pantas disandang olehnya. Tak bisa dipungkiri, lawan terberatnya tahun ini adalah Dovizioso. Tapi apa daya, kini Marquez yang sudah menjadi juara sejati meski balapan masih menyisakan tiga seri lagi.

Sama seperti penulis, tentu banyak pula fans MotoGP di dunia yang berharap duel sengit antara Marquez dan Dovizioso terjadi hingga seri penutup di Valencia. Tapi fakta terbaru tak mengharuskan duel keduanya terus terjadi. Tanpa mengurangi rasa hormat, Marquez pun bisa saja absen di tiga seri selanjutnya. Meski hal itu tak akan pernah terjadi. Marquez pasti masih akan tampil ngotot hingga akhir musim.

Menjadi semakin menarik adalah menanti gelar runner up MotoGP 2018. Selain Dovizioso, peluang tersebut juga bisa saja jadi milik Valentino Rossi. Kini pebalap Movistar Yamaha itu masih menduduki peringkat 3 dengan 185 poin. Finish di posisi 4 di MotoGP Jepang semakin membuat Rossi dekat dengan Dovizioso. Kini keduanya hanya terpaut 9 poin.

Ada juga Maverick Vinales yang kini berada di peringkat 3 klasemen sementara MotoGP 2018. Rekan setim Rossi ini kemas 155 poin. Berada di belakang Vinales adalah pebalap tim satelit LCR Honda Cal Crutchlow. Pebalap Inggris tersebut kemas 148 poin.

Baca Juga
Teknik Balap Gantung Gas Sudah Tak Berlaku di Kelas Sport

Marquez samai rekor Mick Doohan

Di kelas premier MotoGP, Marquez telah meraih 5 gelar juara dunia. Marquez meraih gelar tersebut di tahun 2013, 2014, 2016, 2017, dan 2018. Menyamai rekor Mick Doohan yang juga 5 kali meraih gelar juara dunia di kelas premier GP500 tahun 1994, 1995, 1996, 1997, dan 1998. Doohan meraih 5 gelar tersebut juga bersama Honda.

Dalam hal ini, Marquez bisa saja menyemai atau melewati raihan gelar juara dunia milik Valentino Rossi yang sudah mencapai 7 kali di kelas premier (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009) dan Giacomo Agostini dengan 8 kali gelar juara dunia (1966, 1967, 1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1975).

"Marc adalah pebalap yang brilian dan layak untuk semua yang telah ia capai pada usia 25 tahun. Dia balapan di musim yang sempurna, dengan delapan kemenangan hingga saat ini (2018), dikombinasikan dengan konsistensinya yang kuat yang menempatkannya di podium pada sebagian besar balapan," puji Doohan untuk Marquez.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Marc untuk gelar MotoGP kelima. Saya bangga untuk berbagi tonggak ini dengan dia. Terima kasih Marc untuk acara besar yang Anda buat di trek dan untuk gaya Anda, yang hanya tak ada bandingannya!" sambungnya.

Sementara itu jika ditotal di semua kelas, pebalap kelahiran 17 Februari 1993 silam ini sudah memiliki 7 gelar juara dunia. Dua gelar lainnya dia dapatkan di GP1250 2010 bersama Red Bull Ajo Motorsport dengan motor balap Derbi RSA 125. Juga satu gelar juara dunia Moto2 2012 bersama Team CatalunyaCaixa Repsol dengan motor balap Suter MMXII.

Baca Juga
Axel Pons, Pebalap Juga Model

Text : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 24 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company