image

Penyebab Penampilan Tim PST Evolution Kurang Greget di Malang

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 25 October 2018

uploads/news/2018/10/penyebab-penampilan-pst-kurang-177955a5651e949.jpg

Penyebab Penampilan PST Kurang Greget

kejurnas-slalom-malang-2018-22530f578f24241
kejurnas-slalom-malang-2018-413022ca2cdc4d7
SPORTKU.COM

Penampilan tim asal Bandung, Jawa Barat, PST Evolution di putaran kelima Kejurnas Slalom, kurang menggairahkan.

Ada beberapa faktor yang membuat tim yang dinahkodai oleh Fredi Rostiawan ini kurang greget saat berlaga di Malang, Jawa Timur. Selain personil yang hanya seadanya, juga berdampak pada amunisi yang mereka bawa untuk memperebutkan podium di setiap kelas. Pasalnya, PST Evolution ini hanya berisikan empat peslalom, sementara sisanya, tengah berhalangan hadir.

Dengan personil yang sedikit, maka Fredi mengambil keputusan untuk tidak membawa seluruh amunisinya. Pria yang juga menjabat sebagai Kabid Roda Empat IMI Provinsi Jawa Barat ini, terpaksa tidak membawa kendaraan ikoniknya, Jimny Jangkrik. Padahal, lintasan yang disuguhkan, sangat cocok dengan karakter mobil yang mempunyai panggilan Krik-Krik.

Baca juga:
KEANU SUBBA INCAR KEMENANGAN

"Krik-Krik (Jimny) tidak dibawa karena kita pergi tidak full team, mengingat punggawa utama seperti Donih, Valent, tidak hadir karena ada kesibukan. Jadi kita pergi tidak full," buka Fredi dalam bincang-bincangnya. Selain mempengaruhi penampilannya, untuk urusan penggantian ban, serta tetek bengek lainnya, terpaksa harus dilakoni seorang diri, lantaran helper yang senantiasa ada di sisinya, juga ikut tidak dibawa oleh Fredi.

"Kemarin juga saya enggak ada kru, helper enggak ikutan. Sampai-sampai untuk urusan ganti ban, saya lakukan sendiri. Tim kemarin hanya saya, Rinaldo, Wahyu dan Samuel Ondang. Jadi benar-benar timnya tidak komplit," tambah Fredi.

Dengan bermodalkan empat punggawa, yakni Fredi Rostiawan, Rinaldo SA, Wahyu dan Samuel Ondang, maka perolehan podium pun turut mengalami penyusutan. Secara total, tim yang juga mendapat dukungan dari Top 1 dan Santika Hotel ini, hanya membawa lima piala dalam balapan yang berlangsung di Lapangan Rampal, Malang, Jawa Timur.

"Saya cuma bisa ikut dua kelas, B1 dan B Open. Rinaldo di tiga kelas, di A, B1 sama B2, Wahyu di A1, dan Ondang di tiga kelas," imbuhnya.

Mengenai penampilannya yang kurang signifikan tersebut, Fredi mengaku saat melakoni balapan dengan Corola Betawi, lintasan yang disuguhan tidak mendukung performa Corbet.

"Lagi pula kemarin di Malang, bukan treknya corbet. Jadi tenaga corbet itu kencang banget, dan berhentiinnya susah. Mobil ini kalau sudah pakai gigi dua, lalu kelamaan, power otomatis akan naik, dan semakin susah untuk diberhentiin mobilnya," tandasnya.

Baca juga:
CYAN RACING SIAP MASUK WTCR


Salah satu pacuan yang jadi andalan PST Evolution di kelas Bkejurnas-slalom-malang-2018-22530f578f24241.jpg

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 25 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

5 Fakta Baru di TTI

5 Fakta Baru di TTI

CIRCUIT
Safety Car McLaren British GT

Safety Car McLaren British GT

SPORTCAR
Bridgestone Tetap Eksis di Motorsport

Bridgestone Tetap Eksis di Motorsport

CIRCUIT
Mobil Balap Baru Toyota

Mobil Balap Baru Toyota

SPORTCAR

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company