image

Keganjilan dalam Pemilihan Skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 2 November 2018

SPORTKU.COM

Pelatih Bima Sakti melakukan banyak keputusan yang dianggap aneh dalam menentukan pemain yang memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

PSSI melalui situs resmi mereka pada 30 Oktober 2018 lalu mengumumkan 23 nama pemain yang akan membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk menghadapi turnamen sepak bola terbesar di kawasan Asia Tenggara, Piala AFF 2018.

Dalam daftar pemain tersebut, seperti yang diungkapkan oleh pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti mengatakan bahwa skuat pilihannya merupakan skuat final yang terdiri dari pemain bekas berlaga di Asian Games 2018 dan pemain senior.

"23 pemain ini merupakan skuat kombinasi antara pemain usia 23 yang bermain di Asian Games lalu dengan para pemain senior. Perpaduan ini telah kami coba saat melakoni tiga laga uji coba internasional melawan Mauritius, Myanmar dan Hongkong," kata pelatih berusia 42 tahun tersebut.

Munculnya nama-nama pemain yang ditentukan oleh Bima Sakti ini terbilang banyak mengundang kontra ketimbang yang pro. Misalnya terkait banyaknya pemain muda yang menjadi tulang punggung Timnas Indonesia padahal ajang AFF kali ini adalah turnamen level senior.

Tercatat, hanya enam pemain dari 23 pemain yang dipanggil Timnas Indonesia yang usianya senior, yakni Andritany Ardhiyasa, Fachrudin Aryanto, Bayu Pradana, Stefano Lilipaly, Rizki Pora, dan Alberto "Beto" Goncalves.

Selain masalah tersebut, terdapat masalah yang sebenarnya kembali berulang sama, yakni pembatasan pemain masing-masing klub untuk membela Timnas Indonesia. Kecuali Bhayangkara FC yang menyumbang tiga pemain bagi Garuda, sisanya setiap klub diwajibkan hanya menyetor dua pemain saja, bahkan ada satu klub yang menyumbang satu pemain, yakni Borneo FC.

Baca juga
Empat Momen Terbaik Stefer Rahardian di One Championship

Hal tersebut lantaran kompetisi Liga Indonesia sampai saat Piala AFF 2018 bergulir pada November 2018 mendatang belum juga selesai. Hal ini tentu merugikan mengingat Vietnam sendiri bisa memanggil delapan dari 25 pemain yang berasal dari klub juara Liga Vietnam, Ha Noi.

Liga Vietnam sendiri sudah selesai sehingga klub-klub kontestan bisa dengan sukarela melepas pemainnya.

Pembatasan dalam pemain yang membela Timnas Indonesia membuat pemain yang sebenarnya layak masuk skuat akhirnya tak bisa ikut serta di ajang dua tahunan tersebut.

Irfan Bachdim misalnya, ia harus kalah bersaing dengan rekan setimnya, Stefano Lilipaly dan Rakcy Fajrin yang terpanggil. Akan tetapi, masalah muncul adalah bahwa saat ini Indonesia hanya bertumpu pada Goncalves sendirian di depan lantaran backupnya, Dedik Setiawan yang berasal dari Arema belum memiliki pengalaman di turnamen besar dan usianya masih relatif muda.

Keputusan Bima Sakti yang terlalu memiliki pemain yang bermain di kompetisi lokal pun membuat banyak orang kecewa. Pemain seperti Ezra Walian, Ryuji Utomo, Yanto Basna, dan Andik Vermansyah yang bermain di negara orang tak dipanggil.

Padahal, di mana-mana, setiap tim nasional yang ada dimuka bumi banyak yang menggunakan pemain yang bermain di luar negeri untuk menjadi tulang punggung negara mereka. Brasil contohnya, berapa banyak sih pemain yang merumput di liga lokal bisa membela Selecao? Jumlahnya pasti minoritas. Yah kecuali seperti Inggris yang memang liganya sudah maju.

Keputusan ganjil lainnya yang dibuat oleh Bima Sakti adalah ketidaan pemain asal Papua dalam skuat Timnas Indonesia. Boaz Solossa yang biasa dipanggil tak masuk, sementara pemain lainnya macam Todd Rivaldo Ferre yang tampil cemerlang di Timnas Indonesia U-19 tak dibawa meski ada sosok Saddil Ramdhani, pemain yang juga bermain di kategori usia yang sama dengannya itu.

Inilah untuk pertama kalinya Timnas Indonesia tak ada pemain asal Papua yang berlaga di Piala AFF sejak pertama kali digulirkan pada tahun 1996 silam. Padahal, sepanjang sejarah, talenta asal Papua terbukti menjadi kunci permainan Skuat Garuda sejak era Aples Tecuari, Eduard Ivakdalam, Elie Aiboy hingga Boaz.

Meski demikian, tentu semua berharap bahwa Bima Sakti bisa membuktikan bahwa keganjilan yang ia buat itu bisa mengantarkan negara pendiri kejuaraan ini bisa menjadi pemenang untuk pertama kalinya, semoga.

Baca juga
Bergaya Teroris di Halloween, Rafinha Minta Maaf

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 2 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Depak Mario Gomez, Persib Dihujat

Depak Mario Gomez, Persib Dihujat

FOOTBALL
16 Tim Tersisa di Eropa

16 Tim Tersisa di Eropa

FOOTBALL
Sinar Terang Karir Yanto Basna

Sinar Terang Karir Yanto Basna

FOOTBALL
Robert Lewandowski Kalahkan Lionel Messi

Robert Lewandowski Kalahkan Lionel Messi

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company