image

Datangkan Sven-Goran Eriksson, Upaya Filipina Jadi Raja Asia Tenggara

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : EM Soccer | Editor: Andi Wahyudi | 4 November 2018

SPORTKU.COM

Dengan merekrut pelatih kaya pengalaman macam Sven-Goran Eriksson, seolah mengukuhkan tekad Filipina untuk bisa menjadi raja di Asia Tenggara.

Menjelang putaran final Piala AFF 2018, Filipina membuat gebrakan yang cukup mengagetkan. Asosiasi sepak bola Filipina (PFF) mendatangkan pelatih kaya pengalaman asal Swedia, Sven-Goran Eriksson.

Eriksson sendiri merupakan salah satu pelatih legendaris di dunia sepakbola. Ia telah malang melintang melatih berbagai klub dan negara serta melahirkan banyak prestasi.

Di level klub, pelatih berusia 70 tahun itu sukses memenangkan 18 trofi dengan berbagai klub liga di Swedia, Portugal dan Italia antara tahun 1979 dan 2000. Ia pun menjadi manajer pertama yang memenangkan dua gelar liga dan piala di tiga negara berbeda.

Selain melatih klub, Eriksson juga pernah menukangi tim nasional mulai dari Inggris, Meksiko, dan Pantai Gading. Namun ia tak berprestasi meski tercatat mampu meloloskan Inggris dan Pantai Gading ke Piala Dunia.

Eriksson melatih Timnas Filipina setelah sebelumnya menganggur lama usai dipecat oleh kesebelasan Divisi Dua China, Shenzhen lantaran gagal membawa klub tersebut tampil impresif pada tahun 2017.

Sebelumnya, Eriksson dikabarkan akan melatih Timnas Irak atau Kamerun. Namun, nampaknya pria yang pernah melatih AS Roma, Lazio, dan Sampdoria di Italia itu memilih Asia Tenggara sebagai petualangan baru bagi dirinya yang sudah kenyang pengalaman berkeliling dunia.

Kedatangan Eriksson ke Filipina sendiri guna menggantikan pelatih asal Inggris, Terry Butcher. Ia akan didampingi oleh Scott Cooper sebagai asisten pelatih dan mendapatkan durasi kontrak selama enam bulan.

Dengan demikian, Eriksson pun tak hanya akan melatih Filipina di Piala AFF 2018, tetapi juga Piala Asia 2019 yang berlangsung pada Januari 2019 mendatang.

Manajer Filipina, Dan Palami mengatakan bahwa kedatangan Eriksson merupakan anugerah bagi sepakbola Filipina. Pasalnya, mantan pelatih Manchester City itu bisa memberikan pondasi bagi tim berjuluk Azkals.

"Saya yakin dia akan menjadi tambahan yang bagus untuk tim dan saya yakin para pemain akan belajar banyak darinya," kata Palami sepeti dikutip dari ESPN.

Baca juga
Pemain Asing Buat Stapac Pede

“Dia akan bekerja sama dengan Scott Cooper. Itu salah satu langkah yang kami lakukan untuk memungkinkan kami melakukan yang lebih baik dalam edisi Suzuki Cup kali ini,” sambungnya.

Filipina sejatinya merupakan negara yang sudah lama mengenal sepakbola lantaran adanya kolonial Spanyol di daratan mereka. Bahkan, tim nasional mereka merupakan yang tertua di Asia lantaran di tahun 1913 mereka sudah melakukan pertandingan internasional dengan mengikuti kompetisi Far East Games.

Meski demikian, dalam perjalanannya, Timnas Filipina bisa dibilang jelek. Tak pernah masuk Piala Dunia dan selalu menjadi bulan-bulanan di ajang Piala AFF, bahkan pernah dibantai dengan skor 13-1 di tahun 2002.

Namun sejak 2009, Filipina melakukan perubahan. Dengan membuat rencana jangka panjang bernama Project 100 di mana mereka bertujuan untuk bisa menebus ranking 100 FIFA. Salah satu cara yang dilakukan adalah memanggil pemain keturunan untuk bermain di Timnas Filipina.

Setahun setelah program tersebut dijalankan Filipina untuk pertama kalinya menebus semifinal. Di dua edisi selanjutnya mereka pun konsisten dengan masuk ke babak semifinal, tepatnya pada 2012 dan 2014.

Sempat menurun di tahun 2016, namun Filipina tetap konsisten dengan program tersebut dengan lebih banyak menggunakan pemain naturalisasi juga perbaikan kompetisi membuat mereka lolos untuk pertama kalinya ke Piala Asia setelah mengalahkan Tajikistan dengan skor 2-1 pada Maret 2018.

Masih di tahun yang sama, Liga Filipina yang mulai dikembangkan menjadi profesional pada tahun 2009 sukses meraih penghargaan muncul sebagai liga paling berkembang di Asia dari Asia's Sports Industry Awards and Conference (SPIA Asia).

Dengan modal pemain yang berkompetisi di Eropa macam Neil Etheridge yang bermain di Cardiff City dan pelatih kenamaan macam Eriksson, Filipina nampaknya ingin keluar sebagai raja Asia Tenggara yang baru dan mungkin ingin tampil mengejutkan di Piala Asia mendatang.

Baca juga
Juergen Klopp Meledek Arsenal                                                                                                                                                   

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : EM Soccer | Editor: Andi Wahyudi | 4 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company