image Aksi Somkiat Chantra saat masih di ATC Somkiat Chantra, Juara ATC 2016

Mengenal Somkiat Chantra, Rekan Duet Dimas Ekky di Moto2

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | 10 November 2018

uploads/news/2018/11/mengenal-chantra-rekan-duet-57192c3434111af.jpg

Mengenal Chantra, Rekan Duet Dimas

mengenal-somkiat-chantra-rekan-514955cb1009a07
mengenal-somkiat-chantra-rekan-24368fb7f9e696b
SPORTKU.COM

Satu per satu pebalap Asia mulai muncul di grid MotoGP, meski belum di kelas premier.

Gelaran MotoGP memang menjadi muara akhir tujuan para pebalap di seluruh belahan dunia. Tak terkecuali, para pebalap di kawasan Asia pun menyimpan mimpi untuk bisa balapan di sana. Saat ini wilayah Eropa memang masih menjadi penyumbang terbanyak pebalap di grid.

Akan tetapi, saat ini mulai satu per satu pebalap dari Asia juga unjuk gigi. Sudah ada Hafizh Syahrin, pebalap Malaysia yang menjadi rider pertama dari Asia Tenggara di pentas balap MotoGP. Diprediksi akan terus lahir pebalap-pebalap Asia di MotoGP.

Penjenjangan pebalap Asia terus dilakukan oleh berbagai pihak. Hingga tiba saatnya mereka menginjakkan kaki di MotoGP. Untuk musim balap 2019 mendatang, dua pebalap dari Asia akan berkompetisi di ajang Grand Prix (GP). Adalah Dimas Ekky Pratama dari Indonesia dan pebalap Thailand Somkiat Chantra. Dimas Ekky dan Somkiat Chantra akan menjadi lawan Khairul Idham Pawi, pebalap Malaysia yang sudah sejak tahun 2017 di Moto2.

Kedua pebalap tersebut akan tampil penuh di Moto2 2019. Bagi Indonesia, nama Dimas Ekky memang sudah tak asing lagi. Berbeda dengan keberadaan Chantra yang mungkin tak begitu dikenal publik Tanah Air. Chantra menjadi salah satu pilihan Idemitsu Honda Team Asia untuk berduet dengan Dimas Ekky di Moto2 2019.

Chantra merupakan pebalap muda kelahiran Chonburi, Patthaya, Thailand pada 15 Desember 1998 silam. Namanya mulai dikenal di luar Thailand sejak penampilannya di Asia Talent Cup (ATC). ATC sendiri merupakan program penjenjangan dari Dorna Sport -penyelenggara MotoGP- untuk para pebalap di wilayah Asia dalam meniti kariernya ke MotoGP.

Chantra memulai debutnya di ATC 2014 silam. Saat itu, pebalap yang juga hobi main sepakbola ini hanya bisa mengakhiri musim di peringkat 11 dengan 50 poin. Musim berikutnya, Chantra masih berparitipasi di ATC 2015. Namun hasil akhirnya justru melorot ke posisi 12 dengan 61 poin.

Baca Juga
Bandingkan Prestasi Doni Tata vs Rafid Topan di Moto2

Tak mengenal arti lelah. Chantra tak berpuas diri dengan hanya menjadi pebalap yang dipandang sebelah mata. Pada musim 2016, menjadi titik balik bagi Chantra. Saat itu Chantra berhasil membayar kekalahannya di dua musim sebelumnya. ATC 2016 menjadi bukti mumpuni bagi Chantra. Di mana dia tampil sebagai juara umum dengan 178 poin. Unggul tipis dengan selisih 5 poin dari pebalap Jepang Ai Ogura.

Tiga musim berkompetisi di ATC memberikan banyak pelajaran dan pengalaman berharga bagi Chantra. Berbagai prestasi selama membalap di ATC pun menjadi bekal tersendiri bagi Chantra untuk menatap laga yang lebih tinggi lagi cakupannya.

Chantra pun terus melebarkan sayapnya di kontes balap internasional. CEV International Championship menjadi panggung berikutnya untuk Chantra dalam mengembangkan skill balapnya sekaligus mencari lebih banyak pengalaman balap di tingkat Eropa.

Di ajang tersebut, Chantra turun di Kelas CEV Moto3 Junior World Championship bersama AP Honda Racing Team. Bersaing dengan para pebalap yang memiliki level kedudukan lebih tinggi dibanding pebalap Asia, Chantra terus menjelma menjadi rider yang memiliki segudang pengalaman mumpuni.

Di tahun pertamanya balapan CEV Moto3 Junior World Championship, Chantra hanya bisa menduduki posisi 20 di klasemen akhir dengan kemasan 26 poin. Di balapan tersebut, juga banyak pebalap Asia lainnya yang sebelumnya pernah menjadi lawan tangguh Chantra saat balapan ATC. Seperti tiga pebalap Jepang Ai Ogura, Kazuki Masaki, Yuki Kunii, juga pebalap Indonesia Andi Farid Izdihar atau Andi Gilang.

Kembali di bawah naungan AP Honda Racing Team, Chantra masih tetap menempuh banyak ilmu di ajang CEV Moto3 Junior World Championship. Balapan ini juga berada di bawah komando Dorna sebagai lahan penggemblengan para pebalap muda dari berbagai dunia. Tujuannya untuk menciptakan pebalap dengan skill mumpuni sebagai regenerasi rider MotoGP.

Musim 2018 ini juga memberikan pengalaman tak terlupakan bagi Chantra. Dirinya terpilih untuk mewakili Thailand di Kelas Moto3. Meski berstatus sebagai pebalap wildcard, namun Chantra yang membalap untuk AP Honda Racing Thailand berhasil finish di posisi 9.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Honda, tim dan sponsor kami untuk memberikan kesempatan besar ini kepada saya. Saya sangat senang bergabung dengan Moto2 musim depan, dan bangga bergabung dengan tim ini. Saya berharap mendapatkan hasil yang baik, jadi saya akan mencoba yang terbaik untuk melatih, berlatih dan beradaptasi dengan sepeda secepat yang saya bisa," ungkap Chantra.

Aksi Somkiat Chantra saat masih di ATCmengenal-somkiat-chantra-rekan-514955cb1009a07.jpg

Baca Juga
MotoGP Lombok, Masihkah Sekadar Wacana?
7 Sirkuit Penyelenggara WSBK dan MotoGP

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | 10 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company