image Individual Road Race (IRR), salah satu nomor baru yang dilombakan di Porprov V Banten  Cross-country Eliminator (XCE) juga menjadi nomor baru yang dilombakan di Porprov Banten ke-5 Ketua ISSI Banten Agus Prasetyo (kiri depan) usai penyerahan medali nomor BMX

Ketua ISSI Banten: Porprov V Banten Ada peningkatan Yang Luar Biasa

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Adi Supriyatna, Sonny Hastara | 12 November 2018

uploads/news/2018/11/porprov-v-banten-meningkat-17156f04f1991f9.jpg

Porprov V Banten Meningkat Drastis

irr-porprov-v-banten-37986bfdca93d2d
porprov-banten-2018-44827c9c932173b
porprov-v-banten-bmx-27196ed1e96d115
SPORTKU.COM

Pekan Olahraga Provinsi V Banten, khususnya untuk cabor balap sepeda, memiliki peningkatan yang luar biasa.

Hal itu disampaikan ketua ISSI Banten Agus Prasetyo. Menurut Agus Prasetyo, peningkatan tersebut dilihat dari jumlah medali emas yang diperebutkan. Bila pada Porprov sebelumnya hanya memperebutkan 3 medali emas, maka pada Porprov kali ini menjadi 11 medali emas. Peningkatan tersebut karena kesiapan dari pihak ISSI dan KONI Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulliah, Porprov V ini ada kemajuan dibandingkan dengan Porprov yang ke-4. Ini ada peningkatan yang luar biasa karena pengurus ISSI Kabupaten Tangerang sudah siap, dengan KONI-nya,” ungkap pria yang juga biasa disapa Yoyo itu.

Dengan adanya penambahan nomor yang dilombakan tersebut, cabor balap sepeda diikuti oleh 6 Kabupaten/kota. Sementara hanya dua wilayah yang tidak mengirimkan atletnya di cabor balap sepeda, yakni Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang.

“Karena, Kabupaten Pandeglang kepengurusannya habis, sudah satu tahun. Kota Serang sendiri, untuk atlet, dia tidak punya. Dia hanya punya atlet freestyle,” tambah Yoyo.

Yoyo melanjutkan, nomor baru yang dilombakan pada Porprov V ini adalah genre road bike yang melombakan nomor individual time trial (ITT), criterium dan road race.

Baca juga:
LAGI! KABUPATEN DAN KOTA TANGERANG SABET EMAS DARI NOMOR ROAD RACE

Baca juga:
MAN. CITY VS MAN. UNITED, DERBI BEDA KASTA

Hasil Porprov ini sendiri, menurut Yoyo, tidak serta merta mempengaruhi untuk PON 2020 karena Pengprov Banten telah memiliki program PJP (Pelatda Jangka Panjang), yang didesain berdasarkan hasil Rakernas 2017. Usia atlet yang akan diberangkat untuk PON 2020 itu adalah 16 hingga 21 tahun.

“Pengprov Banten telah memiliki program PJP, yang kita lihat dari hasil Rakernas 2017,” jelas Yoyo lagi.

“Saat ini Banten punya 3 atlet PJP. Dan atlet pra PON balap sepeda ada 4. PJP ini untuk mengikat daya tarik mereka agar tetap fokus.

Hasil Porprov kali ini akan disaring lagi.

“Mereka yang meraih emas dan berusia di bawah 18 tahun itu langsung ke (program)Pra PON,” jelas Yoyo.

Banten sendiri, lanjut Yoyo, diperkirakan akan mengirimkan 10 atlet balap sepeda ke PON 2020 mendatang.

Ketua ISSI Banten Agus Prasetyo (kiri depan) usai penyerahan medali nomor BMX 

porprov-v-banten-bmx-27196ed1e96d115.jpg

 

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Adi Supriyatna, Sonny Hastara | 12 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company