image

Meraih Prestasi di Asia Gymkhana Tanpa Kehadiran IMI

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Istimewa | 14 November 2018

SPORTKU.COM

Indonesia baru saja kembali berjaya di ajang Asia Auto Gymkhana Competition (AAGC) yang dilangsungkan di Taiwan, Minggu (11/11).

Dua peslalom yang mewakili nama besar Indonesia di ajang tersebut, Anjasara Wahyu (Toyota Team Indonesia) dan Adrian Septianto (HTJRT) sukses meraih podium pertama dalam kejuaraan tim di Kejuaraan Tim AAGC Taiwan yang berlangsung di Taoyuan, HSR taoyuan railstation Parking Lot. Namun sayang, prestasi yang ditorehkan oleh Anjasara dan Adrian, terasa hampa tanpa adanya kehadiran perwakilan dari sebuah regulator, Ikatan Motor Indonesia.

Sebagaimana tugasnya, Ikatan Motor Indonesia (IMI), merupakan induk organisasi kendaraan bermotor di Indonesia. Semua ajang balap serta surat pengesahan serta pengeluaran lisensi balap seperti Kartu Izin Start (KIS), bermuara dari organisasi yang saat ini dipimpin oleh Sadikin Aksa.

Namun sayang, regulator tersebut, tidak menampakan batang hidungnya di India dan Taiwan. Melihat konteks yang dibawa oleh peslalom ini adalah pertarungan antar negara, sudah seharusnya IMI atau utusannya hadir untuk menemani perjuangan anak bangsa yang tengah bertarung mengharumkan Ibu Pertiwi. Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Hendra Rahardja, Ketua Komisi Gymkhana Ikatan Motor Indonesia, menyampaikan keterangannya.

"Semula memang sudah diajukan untuk bisa menemani. Tapi karena satu dan lain hal, sampai akhirnya tidak bisa terealisasi," ujar Hendra yang enggan menyebutkan alasan mengapa pihaknya tidak ada yang menemani Anjasara dan Adrian di Taiwan.

Baca juga:
PERJALANAN HEINEKEN MENUJU F1 VIETMAN

Kehadiran ASN dalam kompetisi tersebut sangatlah berguna. Bahkan disebutkan oleh Hendra, ada beberapa hal yang memang harus diatur oleh ASN, tidak bisa dialihfungsikan kepada peslalom yang bertanding. "Cuma apabila ada sesuatu hal seperti protes, itu seharusnya yang mengajukan ASN. Peslalom tidak bisa, karena memang kalau untuk protes dan hal-hal lain, itu adalah tugas dari ASN," tambah Hendra dalam sambungan teleponnya hari ini (14/11).

Ia pun turut prihatin lantaran tidak ada ASN yang menemani putera bangsa saat bertarung di negara tetangga. Menurutnya, kehadiran ASN, bukan hanya sekedar pekerjaan administrasi, tapi lebih dari itu.

"Yang pasti bukan cuma kasihan, tapi kan mereka butuh penyemangat atau yang memberi motivasi. Meskipun tidak hadir, tetap semua pendaftaran dan segala macam tetap kita (IMI) yang ngurusin. Start permission, itu kita yang ngurusin semua. dan kita juga ada sebuah group untuk memantau mereka, dan tetap berinteraksi dengan mereka. Ya cuma, tetap aja akan lebih baik semuanya lengkap, manager tim ada dan ASN juga ada," imbuhnya.

Sementara itu, Anjasara Wahyu, peslalom yang baru saja mengibarkan Merah Putih di ajang Asia ini, juga menyayangkan atas kehampaan tersebut. Bagi Anjasara, kehadiran IMI di sisinya saat bertarung akan lebih membuat dirinya percaya diri dan membangkitkan semangat juang di negeri sebrang. Meskipun ada beberapa peran yang telah dilakukan oleh IMI, akan tetapi itu bersifat administratif, dalam artian mengirimkan email pendaftaran, biodata, serta tiket ke panitia.

Baca juga:
SENTUL ANGKAT BICARA TERKAIT MOTOGP

Dalam sebuah bincang-bincangnya bersama SPORTKU, Anjasara, sempat menceritakan kendala yang ia hadapi tanpa adanya perwakilan IMI dalam ajang tersebut. "Kendalanya adalah satu, sampai sana, semua hal yang mengurus sampai ke briefing adalah saya. Dan itu waktu dalam briefing saya jadi terpotong karena mengurus hal semacam itu. Meskipun berada satu ruangan, dan Adrian masih bisa mewakilkan saya dalam briefing tersebut. Kedua, ketika di lapangan terjadi error waktu, tidak ada perwakilan dari kita yang melakukan protes atau ada hal yang tidak sesuai, karena saya dan Adrian, sama-sama berada di lapangan," ungkap Anjasara.

Selain hal tersebut, fungsi lain dari ASN ketika hadir di lapangan, adalah sebagai pengatur strategi. Karena, akan sedikit rancu jika strategi pertarungan yang mengatur justru dari peslalomnya sendiri, bukan dari ASN. Dengan adanya ASN atau perwakilan yang diutus oleh IMI, akan lebih 'manusiawi' untuk mengatur ritme permainan seperti apa. Let say, Anjas harus bermain lebih baik karena memiliki jam terbang yang cukup, ketimbang rekan satu timnya. Hal tersebutlah yang menjadi tugas dari ASN atau perwakilannya.

Namun demikian, untuk putaran berikutnya yang akan berlangsung di Thailand, Hendra, orang yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Gymkhana, memastikan untuk bisa hadir untuk menemani peslalom Tanah Air untuk merebut kemenangan. "Tapi untuk Thailand, saya yang akan berangkat untuk mendampingi nantinya," pungkas Hendra.

Baca juga:
INDONESIA KEMBALI BERJAYA DI TAIWAN

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Istimewa | 14 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Toyota Team Indonesia dalam Ancaman

Toyota Team Indonesia dalam Ancaman

TOPIC OF THE WEEK
Tim Pabrik Yamaha Tidak Berdaya

Tim Pabrik Yamaha Tidak Berdaya

TOPIC OF THE WEEK
Sebrutal Itukah Laga Superclasico?

Sebrutal Itukah Laga Superclasico?

TOPIC OF THE WEEK
Prestasi Edy Rahmayadi bagi PSSI

Prestasi Edy Rahmayadi bagi PSSI

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company