image

Kisah yang Paling Menegangkan Bagi Gerry Nasution di Tahun Ini

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 19 November 2018

SPORTKU.COM

Seri keenam dalam balap touring di Sirkuit Sentul memberikan cerita yang tak mungkin dilupakan oleh pebalap senior, Gerry Nasution.

Memiliki settingan mobil yang prima dan sehat, memang menjadi idaman bagi setiap pebalap. Dengan kondisi mesin yang prima, menjadi salah satu bekal paling penting bagi pebalap untuk melakoni pertarungan. Sudah umum jika untuk mendapatkan settingan terbaik, tim mekanik melakukan sedikit oprekan di bagian jantung pacu. Namun bagi Gerry Nasution, di putaran 6, (4/11) ada sebuah keajaiban yang terjadi di bagian mesinnya.

Menurut pengakuan pebalap dengan nomor mobil 53 ini, mesin yang semula ia prediksikan tidak maksimal, justru memberikan output yang begitu maksimal. Hal tersebut sudah ia rasakan sejak sesi latihan bebas dan kualifikasi. Meskipun di ETCC 2000 Master ia tidak mendapatkan hot lap yang baik, namun tidak membuat ia patah arang. Ia tetap memacu mobil yang ia sebut Si Boy hingga akhir balapan.

"Saat balapan ETCC 2000 Master, mungkin di lap kelima, ada bunyi 'bletak', dan saya sempat menginjak pedal gas dalam-dalam, tapi tidak ada efeknya. Ya sudah, dengan kondisi tersebut saya gaspol lagi mobilnya. Tidak tahunya, pas mau keluar tikungan kesepuluh, kemudi setir nyangkut dan tidak mau balik, posisinya nyangkut ke arah kanan. Tapi dengan kondisi seperti itu, akhirnya tetap melanjutkan balapan dan berhasil Juara 1 di Master dengan kondisi yang seperti itu," buka Gerry kepada SPORTKU.

Baca juga:
JARI-MATTI LATVALA LENGKAPI KEMENANGAN TOYOTA

Usai balapan ETCC 2000 Master, ia meminta kepada tim mekanik untuk melihat ada masalah apa di mobilnya yang menyebabkan kemudi setir susah dibelokan. "Ternyata engine mounting dudukan mesin sebelah kiri patah terbelah dua. Jadi pas belok kanan steering nyangkut terhalang mesin yang jatuh. Dan power steering juga ternyata jebol," kenang Gerry dengan antusias.

Mesin yang memiliki performa baik itu pun tidak terpengaruh dengan masalah yang dihadapi Gerry. Namun, konsekuensinya tim mekanik harus memutar otak agar dudukan engine mounting yang patah tersebut, bisa kembali disangkutkan dan tidak mengganggu performa. Semula, tim mekanik ingin mengusahakan untuk mengelas, namun di wilayah tersebut tidak ada jasa pengelasan untuk bahan babet.

Akhirnya tim memutuskan untuk menggunakan kleman selang yang terbuat dari bahan besi sebagai pengikat. Ini pun dikarenakan kondisi yang darurat serta tidak ada cara lain lagi yang bisa dilakukan. Beruntung, kleman tersebut pun kuat hingga balapan berlangsung di sore hari saat berlaga di Indonesia Retro Race.

issom-seri-6-2018-90208b10a33470c.jpg

Mengenai power steering yang jebol, akhirnya tim mekanik memutuskan untuk tidak lagi menggunakan fitur tersebut, dan resikonya, Gerry Nasution harus mengerahkan tenaga lebih ekstra untuk mengendalikan mobil.

"Saat formation lap, saya coba dan sempat kepikiran apakah akan nyangkut lagi? Ternyata tidak, tapi beratnya minta ampun itu setir, karena power steeringnya gak ada, jadi steering by power. Jadi seperti mengendarai mobil truk, berat banget," imbuhnya tertawa.

Perjuangan pun kembali berlanjut. Performa mesin mobil empat silinder tersebut berhasil menyusul Judy K (Fastron Jakarta Ban Racing Team) di lap kedua, kondisi tersebut membuat Gerry Nasution semakin optimis untuk menggeber Si Boy sepanjang balapan.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, saat sedang bertempur habis-habisan dengan rivalnya sepanjang 10 putaran di Indonesia Retro Race, ada lagi kendala yang menghinggapi Gerry. Berdasarkan pengakuannya, mobil dengan warna Blue Laguna tersebut rem mobilnya blong.

"Melihat performa mobil yang prima, saya pun optimis dengan gaspol untuk bisa menyusul pebalap yang ada di depan. Lagi gaspol begitu, keluar S besar pas mau belok kan menginjak rem, ternyata remnya enggak ada! Saya injek rem sampai ke lantai mobil. Akhirnya pas fight sama Judy K, saya pun melakukan engine brake, itu adalah salah satu tekniknya. Total tiga kali saya melakukan engine brake. Pertama di tikungan sepuluh, tikungan pertama dan tikungan ketiga," bebernya.

Baca juga:
SEBASTIEN OGIER JUARA WRC 2018

Namun hal tersebut berubah 180 derajat. Mesin yang tadinya memberikan performa sangat baik dalam pertarungan, harus menyerah dan jebol lantaran terlalu banyak melakukan engine brake. Gerry pun pasrah dengan kondisi tersebut. Menurutnya, meski gagal di balapan Indonesia Retro Race, ia tetap bisa membawa pulang kisah penuh perjuangan tersebut.

"Podium hilang tidak masalah, tapi tidak apa-apa, ini seru banget. Balapan pol-polan tidak pakai rem, ya begini jadinya," ucap Gerry mengenang kejadian di putaran keenam kemarin.

Di lain sisi, Gerry menyadari apa yang menyebabkan remnya tidak bekerja maksimal saat balapan di Minggu sore. Ia sadar saat balapan ETCC 2000 Master, karena ditunjang dengan performa mesin yang begitu prima, Gerry banyak melakukan late braking untuk bisa menyikat lawan-lawannya. Trik tersebut ia lakukan memang untuk mengadu manuver di tikungan. Hal ini ia lakukan karena Gerry percaya mobilnya dalam kondisi yang prima.

Namun faktor keberuntungan berkata lain. Meskipun sukses di balapan ETCC 2000 Master, tidak demikian saat di Indonesia Retro Race. "Momen terbaiknya justru di Indonesia Retro Race, dibanding meraih podium pertama di ETCC 2000 Master. Padahal pialanya paling bagus, dari empat balapan semua juara satu, dan kelima juara dua, angkuh sekali pialanya di seri enam itu," pungkasnya.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 19 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company