image

Lyu Xianjing, Talenta Baru dari Tiongkok

Text : Adi Supriyatna | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: Cyclingnews | 24 November 2018

SPORTKU.COM

Peta kekuatan balap sepeda disebut oleh sejumlah kalangan mulai berubah.

Pebalap Eropa sejauh ini memang masih mendominasi ajang tour dunia maupun kejuaraan dunia balap sepeda. Tapi, kondisi tersebut bakal berubah dengan munculnya kekuatan baru dari negara lain.

China disebut-sebut sebagai negara yang mulai mengancam dominasi Eropa di ajang balap sepeda. Hal itu ditandai dengan munculnya pebalap asal Negeri Tirai Bambu di ajang Grand Tour maupun race lainnya.

Fenomena terbaru yang muncul adalah munculnya seorang pebalap asal Tiongkok yang mulai diperhitungkan, yaitu Lyu Xianjing. Dengan menempati peringkat 5 klasemen umum di Tour Hainan dan di tempat ketiga dalam Tur Fuzhou, setelah memenangkan etape 1, Lyu seakan menjadi bintang di balapan terakhir musim 2018.

Setelah 15 tahun sejak lembaga Marco Polo, yang berbasis di Belanda, mulai mencari bakat olahraga balap sepeda di Tiongkok, Li Fuyu muncul sebagai pebalap Tiongkok pertama di WorldTour yang bersama tim Discovery Channel pada 2007. Kemudian tim Pro Continental Skil-Shimano memiliki Jin Long sebagai pebalap China pertama di tim itu pada 2006.

Dengan jersey tim Argos-Shimano dan Giant-Alpecin, Ji Cheng juga berhasil menyelesaikan tiga Grand Tour selama 10 tahun karir pro-nya (dari 2007 hingga 2016). Xing Yandong (dengan Argos-Shimano pada 2013), Xu Gang (dengan Lampre-Merida dari 2014 hingga 2016) dan Wang Meiyin (dengan Bahrain-Merida sejak 2017) juga telah terdaftar sebagai pebalap China di kategori tertinggi, meski belum mampu mencapai hasil besar di WorldTour.

Sementara race internasional telah muncul di berbagai provinsi China, sejak dimulainya Tour of Qinghai Lake pada tahun 2002, satu-satunya juara umum pada race etape Tiongkok dalam periode itu adalah En Huang, yang mengklaim juara di Tour Vietnam UCI 2.2 pada tahun 2012.

Kemenangan Wang di etape 3 Le Tour de Langkawi 2013 dan diperingkat kelima klasemen umum, adalah hasil terbaik yang didapat oleh pebalap China sejauh ini. Karena beberapa alasan, termasuk birokrasi, dia pun butuh empat tahun untuk bergabung dengan tim WorldTour, sementara dia akan berusia 30 tahun pada bulan Desember tahun ini.

Janji lembaga start-up GCP (Global Cycling Project) untuk menghasilkan juara dari China pertama di Tour de France pada 2024, menurut sebuah siaran pers beberapa lalu, memang disambut dengan skeptis di China. Tapi sejak itu, potensi yang besar pun telah muncul.

Ketika Lyu Xianjing menjadi 'Raja Pegunungan' setelah etape 6 di Tour of Hainan, pebalap Swiss Simon Pellaud, yang memenangkan etape terakhir, mengatakan dia pergi ke Procyclingstats untuk mengetahui lebih banyak tentang perjalanan ini. Tetapi dia tidak menemukan hasil, hanya untuk mengetahui bahwa Xianjing benar-benar ikut serta dalam lomba internasional untuk yang pertama kalinya.

Berumur 20 tahun, Lyu berasal dari provinsi Yunnan, tempat dimana MTB berkembang dengan baik. Dia mencatatkan namanya setelah memenangkan gelar Elite cross-country (XC) di China Games, tahun lalu. Dia juga menjadi juara XC Asia U-23 saat ini dan peraih medali perak di Asian Games kelas Elite yang diadakan di Indonesia, pada bulan Agustus lalu, di belakang rekan setimnya, Ma Hao, yang juga berasal dari Yunnan.

Baca juga:
JPM BIKE PARK, TREK SERU DI SELATAN JAKARTA

Li telah mengundang Lyu untuk berlomba di disiplin Road dengan tim kontinentalnya, Hengxiang, yang dikenal sebagai 'pabrik' bakat bersepeda di China. Setelah mengikuti beberapa kamp pelatihan dan tes laboratorium, ia kemudian memilihnya untuk Tour of Hainan.

"Saya tahu dia (Lyu) kuat," kata Li. "Tapi jujur, saya tidak menyangka dia akan balapan dengan begitu cepat," tambahnya.

Tingkat race di Tiongkok mungkin bukan yang tertinggi di dunia. Tetapi penampilan Lyu di etape 8 Tour Hainan, pada 7km yang mendaki ke finish di Changjiang, sangat mengesankan. Ia finish hanya enam detik di belakang juara etape dan juara umum, Fausto Masnada, pebalap Giro d'Italia dari tim Androni Giocattoli-Sidermec.

Lyu berada di 'roda' Gino Mäder, seorang calon pro masa depan dari tim Dimension Data, yang satu tahun lebih senior dan menempati posisi ketiga di klasemen umum di Tour de l'Ovenir dan keempat di Kejuaraan Dunia U23.

"Ini benar-benar baru bagi saya. Saya tidak tahu dengan siapa saya berpacu. Saya telah bersepeda selama tujuh tahun. Tapi saya benar-benar tidak memiliki pengalaman berlomba di jalan raya sebelum Tour Hainan. Saya merasa ada masalah dengan handling sepeda di downhills. Tapi saya sudah belajar banyak. Saya tahu, saya punya banyak hal untuk dipelajari,” kata Lyu setelah race.

Lyu juga mengaku tidak tahu tentang Tour de France dan pebalap besar, seperti Geraint Thomas. Namun dia penasaran dan tertarik untuk menemukan 'dunia' itu.

"Setelah Tour Hainan, dia bertanya apakah dia bisa kembali ke perlombaan berikutnya untuk memenangkannya, karena dia merasa memiliki 'bisnis' yang belum selesai," ungkap Li.

Dua minggu setelah Tour of Hainan, Lyu menang di etape 1 Tour of Fuzhou, setelah mengalahkan mantan trainee Astana, Ilya Davidenok, yang diskors selama dua tahun setelah gagal pada empat tes doping di Tour of Qinghai Lake dan Tour de l'Avenir pada tahun 2014.

"Saya akan tetap bekerja keras karena saya merasa belum menjadi yang terbaik," kata Lyu, yang tidak ingin memilih antara MTB atau Road karena dia sangat menyukai keduanya.

Lyu mengincar event MTB di Olimpiade Tokyo pada tahun 2020 dan akan melanjutkan pelatihan dengan pelatih di provinsinya untuk MTB, dan dengan Hengxiang di Road.

Sementara, Li menganggap, terlalu dini bagi Lyu untuk bergabung dengan tim besar dan tidak ingin mengungkapkan hasil tes laboratoriumnya yang sudah diminta oleh banyak orang.

Komunitas bersepeda profesional sendiri belum berhasil untuk mencari sponsor utama di China sejauh ini. Kesimpulan mereka seringkali hanya akan muncul bila balap sepeda telah setara dengan mantan bintang super NBA, Yao Ming.

Mungkinkah itu Lyu Xianjing?

Baca juga:
HADAPI INDONESIA, SVEN GORAN ERIKSSON WASPADA

Lyu Xianjing (Foto: Tour of Fuzhou)
lyu-xianjing-talenta-baru-188837fffb66312.jpg

 

Text : Adi Supriyatna | Editor: Andi Wahyudi | Media Source : Cyclingnews | 24 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company