image

Mafia Dalangi Serangan Suporter River Plate Terhadap Boca Juniors

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 27 November 2018

SPORTKU.COM

Walikota Buenos Aires, Argentina, Horacio Rodriguez Larreta, membeberkan dalang di balik penyerangan suporter River Plate terhadap Boca Juniors, apa katanya?

Sebuah kejadian tidak diinginkan terjadi beberapa jam sebelum pertandingan leg kedua final Copa Libertadores antara River Plate vs Boca Juniors di Stadion El Monumental, Minggu (25/11) dini hari. Serangan sporadis dilakukan oleh suporter River terhadap bus yang ditumpangi para seluruh skuat Boca ketika di perjalanan menuju stadion.

Akibatnya, bus Boca Juniors rusak parah dan beberapa pemain mengalami luka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Alhasil, kejadian ini membuat Federasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) menunda laga atas kesepakatan kedua kesebelasan sampai waktu yang belum ditentukan.

Kini sebuah titik terang diungkapkan oleh Walikota Buenos Aires, Horacio Rodriguez Larreta, mengenai pelaku penyerangan ini. Menurutnya, dalang kejadian ini merupakan salah satu pemimpin Barra Brava, suporter sepak bola garis keras di Amerika Selatan.

Baca Juga:
Jared Graves dan Richie Rude Positif Gunakan Doping

Seperti diketahui, Barra Brava, merupakan kelompok garis keras yang juga dikatakan sebagai mafia sepak bola di seluruh Amerika Selatan, dan kali ini yang dicurigai adalah Barra Brava dari River Plate. Serangan kali ini tak lain sebagai ajang balas dendam karena sehari sebelumnya, polisi mendatangi rumah salah satu pemimpin dan menyita uang sebesar 10 juta peso atau setara dengan Rp3,8 miliar serta 300 tiket pertandingan.

“Akar permasalahan di sini adalah Barra Brava, mafia yang sudah melekat dalam sepak bola selama lebih dari 50 tahun. Mereka bertanggung jawab atas insiden ini. Saya yakin ini terkait dengan kejadian sehari sebelumnya, di mana 300 orang tidak diizinkan masuk karena tiketnya sudah diambil, merekalah penyebabnya,” jelas Larreta dikutip BBC.

Pernyataan dari Horacio pun diperkuat oleh komentar dari pakar sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery. “Para hooligan di Argentina melihat sepak bola menjadi pelampiasan hasrat mereka, tapi ini adalah bisnis,” papar Vickery.

“Ini adalah serangan balas dendam dari sekelompok preman yang sangat terorganisir melawan polisi karena tidak mengizinkan mereka mendapat keuntungan dari pertandingan ini".

Permasalahan suporter ini merupakan masalah klasik bagi sepak bola Argentina. Untuk itu, kedua klub diminta untuk bekerja sama melakukan penyelidikan kasus ini sampai tuntas.

“Kami harus mencari tahu siapa yang memberi mereka tiket untuk mengatasi persoalan mafia ini. Jelas menjadi tantangan terbesar kami untuk itu masalah ini harus diselesaikan bersama jika sepak bola Argentina ingin maju,” tandas Larreta. 

Sampai sekarang, belum diketahui kapan pertandingan akan digelar. Pasalnya, akhir pekan ini Kota Buenos Aires menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 sehingga sangat kecil kemungkinan laga bisa tetap dilangsungkan. 

Aksi Barra Brava River Plate di Stadion El Monumental

river-plate-fans-90215ad7ac56ff5.jpg

Baca Juga:
Sepak Bola Amerika Selatan Berduka!

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 27 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company