image

Minta River Plate Didiskualifikasi, Boca Juniors Ogah Mainkan Laga Final

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 28 November 2018

SPORTKU.COM

Federasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) secara resmi mengumumkan bahwa leg kedua final Copa Libertadores berlangsung di luar Argentina.

Sejatinya, laga leg kedua final Copa Libertadores berlangsung di Stadion El Monumental pada Minggu (25/11) dini hari. Namun, laga itu dibatalkan setelah penyerangan yang dilakukan suporter River Plate terhadap bus Boca Juniors. 

Dan setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden River maupun Boca, CONMEBOL mengambil keputusan demi keamanan, laga ini harus digelar di luar Argentina. Untuk tanggal pertandingan sendiri rencananya di tanggal 8 atau 9 Desember 2018. 

Awalnya, pertandingan akan tetap digelar di tempat yang sama sehari setelah kejadian tersebut, akan tetapi situasi yang tidak kondusif membuat laga ini kembali ditunda. Beberapa negara pun sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah, seperti Brasil, Paraguay. 

Bahkan Kota Genoa di Italia ikut menawarkan venue bertanding. Seperti diketahui, Genoa memang berperan besar terhadap berdirinya River Plate karena banyaknya imigran asal Italia yang menetap di sana. 

Baca Juga:
Brandon Vera Siap Bertarung di Ring One Championship 2019

Sekarang yang menjadi masalah, pihak Boca merasa keberatan untuk memainkan laga final tanpa adanya hukuman terhadap River Plate. Lewat sang Presiden, Daniel Angelici, mengungkapkan tak akan memainkan laga final dan meminta River didiskualifikasi.

Permintaan Angelici sebenarnya tidak salah karena Boca pernah merasakan hal serupa di perempat final Copa Libertadores 2015 lalu. Kala itu, salah satu suporter Boca menyerang pemain River Plate menggunakan cairan lada yang membuat mereka didiskualifikasi.

“Boca Juniors mendengarkan dengan seksama permintaan presiden CONMEBOL. Tapi kami mengajukan permintaan diskualifikasi kepada mereka (River). Kami akan memperluas petisi ini dengan video, foto, dan bukti," jelas Angelici dikutip The Guardian.

“Jika keputusan kami ditolak, maka kami akan melaporkan ke Badan Arbitrase Olahraga (CAS). Kami ingin mereka mematuhi hukum dan saya percaya CONMEBOL bisa objektif menilai semuanya. River Plate banyak melakukan kesalahan selama Copa Libertadores dan tidak dihukum, sedangkan kami harus melewati berbagai sanksi tanpa mengurangi sedikit pun," sambungnya. 

Akibat insiden ini, terjadi kerusakan cukup parah pada bus Boca Juniors dan parahnya beberapa pemain mengalami cedera sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Sang kapten, Pablo Perez dan Gonzalo Lamardo menjadi pemain yang mengalami luka cukup serius di bagian mata karena terkena pecahan kaca bus. 

Di sisi lain, pertandingan ini sebenarnya harus cepat diselesaikan karena Piala Dunia Klub sudah dimulai pada 12 Desember. Pasalnya, pemenang Copa Libertadores akan mewakili benua Amerika Selatan di turnamen tersebut. 

Suasana di luar Stadion Monumental usai penyerangan terhadap bus Boca Juniors

copa-libertadores-52204f8338dea14.jpeg

Baca Juga:
5 Skandal Pengaturan Skor Dalam Sepak Bola

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 28 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company