image

Menanti Masa Depan Timnas Indonesia Setelah Piala AFF

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : AFF | Editor: Andi Wahyudi | 28 November 2018

SPORTKU.COM

Setelah gagal total di Piala AFF 2018, bagaimana selanjutnya nasib timnas Indonesia?

Timnas Indonesia harus mengakhiri Piala AFF secara anti klimaks setelah gagal melaju dari fase grup. Indonesia tertahan di urutan empat klasemen akhir grup B di bawah, Thailand, Filipina, dan Singapura setelah mengantongi satu kemenangan, dua hasil imbang, dan satu imbang.

Padahal, turnamen ini diharapkan menjadi klimaks dari pesta olahraga yang terjadi secara berturut-turut di Indonesia. Setelah Asian Games, Piala AFF U-16, Piala Asia U-19, Indonesia terus diberi kesempatan menjadi tuan rumah turnamen besar.

Memang pada ajang yang di atas bukan turnamen yang diikuti timnas senior, namun hampir sebagian besar skuat Piala AFF diambil dari deretan skuat Asian Games 2018. Untuk itu, harapan besar pun muncul dari publik Indonesia, apalagi target yang dicanangkan dari PSSI adalah juara. 

Akan tetapi setelah Asian Games usai, masalah mulai datang. Persoalan pelatih menjadi tajuk utama karena kontrak Luis Milla yang tidak jelas. Tarik ulur mengenai perpanjangan kontrak Milla selalu saja menjadi santapan masyarakat Indonesia setiap harinya. 

Baca Juga:
Gagal Lolos Grup, Indonesia Tambah Rekor Buruk di Piala AFF

Sampai pada akhirnya PSSI resmi mengangkat Bima Sakti sebagai pelatih kepala tepat satu bulan sebelum Piala AFF dimulai. Pertanyaan mulai muncul terkait penunjukkan ini karena Bima belum berpengalaman menangani sebuah tim.

Hasilnya, semua sudah mengetahui bersama bahwa Indonesia gagal total. Hasil ini menjadi yang keempat kalinya untuk Indonesia gagal melaju ke babak berikutnya setelah tahun 2007, 2012, dan 2014 lalu.

Menanti Perubahan Besar

Kegagalan di Piala AFF ini pastinya tidak bisa terlalu lama diratapi oleh skuat Garuda dan PSSI. Sudah jelas perubahan besar wajib dilakukan untuk membenahi kesalahan yang sudah terjadi. Salah satunya ialah secepatnya menentukan pelatih karena kontrak Bima Sakti hanya sampai AFF.

Seperti yang sudah disampaikan oleh salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa. “Evaluasi tentu tidak hanya like or dislike, tapi harus dari segala faktor,” ungkap Gusti Randa.

Lebih lanjut, mencari pelatih pengganti tentu harus dilakukan dengan tepat. Yang paling penting jabatan pelatih tidak terbatas pada satu turnamen tertentu atau dengan kata lain tidak bisa secara instan.

“Kami dapat pelajaran penting dari Luis Milla kemarin," sambungnya. 

Apalagi, Indonesia saat ini punya agenda terdekat mengikuti Piala AFF U-22, sebuah kejuaraan baru yang akan berlangsung di Kamboja pada 17 Februari-2 Maret 2019. Turnamen ini merupakan ajang pemanasan sebelum tim dari Asia Tenggara mengikuti kualifikasi Piala Asia U-23 2020 mendatang. 

Dan berdasarkan hasil drawing, Indonesia tergabung di grup B bersama tuan rumah, Malaysia Singapura, dan Myanmar. Sedangkan grup A dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, Timor Leste, Laos, dan Brunei Darussalam.

Melihat waktu yang tersisa hanya sekitar dua bulan lagi, seharusnya PSSI bisa dengan cepat mencari jalan keluar dan menemukan pengganti Bima Sakti secepatnya. Tentu masyarakat Indonesia tidak ingin melihat timnasnya yang berprestasi hanya di kelompok usia, U-16 dan U-19 saja. Karena jika di usia junior saja Indonesia bisa berprestasi, kenapa tidak di jenjang senior?

Pertandingan Indonesia kontra Thailand di fase grup Piala AFF 2018

thailand-vs-indonesia-80844fa60001abb.jpg

Baca Juga:
5 Skandal Pengaturan Skor Dalam Sepak Bola

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : AFF | Editor: Andi Wahyudi | 28 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company