image

Mengenal Zat Doping Higenamine dan Oxilofrine

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Pinkbike | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: Pinkbike | 30 November 2018

SPORTKU.COM

Higenamine dan Oxilofrine belakangan ini muncul kepermukaan dan menjadi perbincangan hangat di dunia sepeda gunung, khususnya enduro.

Pasalnya, Higenamine dan Oxilofrine, menjadi penyebab dua rider top enduro, Richie Rude dan Jared Graves, gagal lolos dari tes anti-doping pada ronde 3 Enduro World Series di Orlagues, Prancis, Mei lalu.

Keduanya dinyatakan positif menggunakan Higenamine and Oxilofrine, zat terlarang yang masuk dalam daftar lembaga anti doping dunia (World Anti Doping Authority/WADA). Oleh WADA sendiri, kedua zat tersebut telah dimasukkan dalam kategori Specified Substances (Zat-Zat yang Ditentukan).

Lantas apa itu Higenamine?

Higenamine adalah obat yang digunakan untuk mengobati asma dan bagian dari obat-obatan kelas Beta2 Agonis. Semua jenis Beta2 Agonis dilarang oleh WADA.

Higenamine merupakan zat alami yang ditemukan pada tumbuhan, seperti Lotus dan Chinese Wolfsbane (bunga dari genus Aconitum) dan memiliki sejarah untuk digunakan dalam pengobatan tradisional. Higenamine juga merupakan makanan suplemen yang legal di Kanada, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Beta2 Agonis akan membuat otot-otot yang mengontrol saluran udara menjadi rileks sehingga memungkinkan paru-paru seseorang atau atlet, mengambil oksigen lebih banyak dan meningkatkan performanya. Higenamine juga digunakan sebagai “pembakar” lemak.

Yang paling terkenal dari Beta2 Agonists adalah Sulbutamol - zat yang membuat Chris Froome harus mengembalikan Temuan Analitik Merugikan pada etape 18, Vuelta Espana 2017. Tapi, Froome memang diizinkan menggunakan Sulbutamol dengan dosis tertentu untuk memerangi asma yang dideritanya.

Tidak seperti Sulbutamol, penggunaan Higenamine dilarang sepenuhnya dari event olahraga resmi.

Sejumlah atlet pernah dinyatakan positif menggunakan Higenamine dan yang paling terkenal adalah pemain sepakbola Liverpool FC, Mamadou Sakho, pada April 2016, yang kemudian dihukum dengan larangan selama 30 hari di kompetisi Eropa.

Larangan itu sempat dibatalkan, ketika Sakho berpendapat bahwa Higenamine tidak secara eksplisit terdaftar sebagai Agonis Beta2 dalam panduan WADA. Akhirnya Higenamine ditambahkan secara resmi dalam daftar obat terlarang pada Oktober 2016 lalu.

Saat ini, Higenamine banyak terdapat di pasar suplemen dan sebagian besar memang tidak diatur. Namun aturan WADA menyatakan bahwa mengkonsumsi Higenamine, baik yang disengaja atau tidak, tidak membebaskan seorang atlet dari tanggung jawabnya.

Baca juga:
TINGGALKAN UAE TEAM EMIRATES, BEN SWIFT KEMBALI KE TEAM SKY

Sementara itu, Oxilofrine adalah zat stimulan dan amfetamin. Zat ini biasanya digunakan untuk mengobati mereka yang menderita tekanan darah rendah, tapi tidak bisa melakukan pengobatan konvensional.

Stimulan, seperti Oxilofrine, dapat meningkatkan fokus, kewaspadaan dan dapat mengurangi waktu reaksi. Oxilofrine juga menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak adrenalin, yang kemudian meningkatkan performa, termasuk meningkatkan daya tahan, oksigenasi darah dan membakar lemak.

Salah satu kasus doping Oxilofrine paling terkenal dalam sejarah adalah yang melibatkan pelari 100meter, Asafa Powell, dan Tyson Gay pada tahun 2013. Kedua atlet itu menyatakan bahwa mereka tidak menggunakan Oxilofrine secara sadar atau sengaja. Kemudian, larangan terhadap mereka dibatalkan setahun kemudian.

Atlet balap sepeda, Flavia Oliviera, juga pernah terlibat kasus Oxilofrine pada tahun 2009. Dia tidak sadar menggunakan zat tersebut yang terdapat di dalam suplemen yang dikenal dengan HyperDrive 3.0+. Hukuman dua tahun yang divonis kepadanya, kemudian dikurangi menjadi 18 bulan, setelah ia mampu membuktikan bahwa zat tersebut bukanlah bahan yang terdapat pada label suplemen.

WADA sendiri mengatakan bahwa sangat memungkinkan bagi suatu zat terlarang tersebut masuk ke tubuh seorang atlet secara tidak sengaja. Dan oleh karena itu juga memungkinkan untuk pengadilan lebih fleksibel ketika membuat keputusan sanksi.

Zat "Specified" tidak selalu merupakan agen doping yang kurang efektif dari substansi "Non-Spesified", juga tidak meringankan atlet dari aturan ketat, yang membuat mereka bertanggung jawab atas semua zat yang masuk ke tubuh mereka.

Artinya, WADA mengakui bahwa Higenamine dan Oxilofrine dapat dikonsumsi secara tidak sengaja dan mereka dapat mempertimbangkan hal ini ketika harus memberi sanksi kepada atlet setelah melakukan tes dan dinyatakan positif.

Oleh lembaga anti-doping sejumlah negara, Higenamine dan Oxilofrine, telah resmi dinyatakan sebagai doping. Lembaga anti-doping Australia (Australian Sports Anti-Doping Authority/ASADA) misalnya, telah memiliki tiga kasus pelanggaran Higenamine dan menjatuhakan sanksi pelarangan minimal 18 bulan.

Sementara itu, Lembaga anti-doping AS (US Anti-Doping Agency/USADA) juga telah menjatuhkan sanksi untuk penggunaan Higenamine, dari 9 bulan hingga 4 tahun. Sedangkan untuk Oxilofrine mulai dari 6 hingga 18 bulan.

Namun demikian, penyelenggara EWS, event yang diikuti oleh Jared dan Richie, sampai saat ini tidak wajib menjatuhkan sanksi atas penggunaan zat terlarang tersebut.

Baca juga:
TIMNAS BELANDA ERA KOEMAN, MUDA DAN BERBAHAYA

Ilustrasi: Richie Rude. Penggunaan Oxilofrine juga menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak adrenalin, yang kemudian meningkatkan performa, termasuk meningkatkan daya tahan, oksigenasi darah dan membakar lemak (Foto: Pinkbike)

enduro-world-series-round-56228b9f05381ce.jpg

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Pinkbike | Editor: Andi Wahyudi | Media Source : Pinkbike | 30 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company