image

Mengenal Barra Brava, Mafia Yang Kuasai Sepak Bola Amerika Selatan

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 30 November 2018

SPORTKU.COM

Penyerangan yang dilakukan oleh suporter River Plate terhadap Boca Juniors memunculkan tuduhan kepada Barra Brava, siapakah mereka?

Pertandingan final leg kedua Copa Libertadores antara River Plate kontra Boca Juniors sejatinya digelar pada Minggu (25/11) lalu. Namun, akibat serangan yang dilakukan sekelompok penggemar River terhadap rombongan bus Boca, laga ini harus ditunda.

Walikota Buenos Aires, Horacio Rodriguez Larreta, langsung mengatakan bahwa semua ini adalah ulah dari Barra Brava. “Akar permasalahan di sini adalah Barra Brava, mafia yang sudah melekat dalam sepak bola lebih dari 50 tahun. Mereka bertanggung jawab atas insiden ini,” jelas Larreta dikutip BBC.

Sebenarnya siapa Barra Brava? Dengan alasan apa seorang walikota sampai mengatakan hal demikian?. Jika melihat sejarah panjang sepak bola Amerika Selatan, khususnya Argentina, Barra Brava memang menuliskan ceritanya sendiri. Mereka dikenal sebagai kelompok suporter garis keras atau Hooligans versi Amerika Latin.

Lebih dari itu, selain kelompok suporter garis keras, mereka juga disebut-sebut sebagai mafia sepak bola yang sangat berpengaruh di wilayah Amerika Selatan. Fenomena Barra Brava tersebar luas di Chili, Uruguay, Brasil, Peru, Bolivia, dan Argentina pastinya. 

Selain dikenal sangat loyal terhadap tim kesayangannya, mereka selalu saja berbuat sesuka hati saat berada di stadion. Di Argentina, kelompok Barra Brava yang dikenal sering berbuat onar terdiri dari suporter Independiente, Boca Juniors, River Plate, dan Estudiantes. 

Baca Juga:
Minta River Plate Didiskualifikasi, Boca Juniors Ogah Mainkan Laga Final

Perkelahian oleh kelompok Barra Brava di Brasil

barra-brava-29941470186eb89.jpg

Fanatisme mereka bisa dibilang melebihi apa pun, sebab mereka rela melakukan apa saja demi tim yang mereka dukung. Kelompok Barra Brava kian menjamur akibat kondisi ekonomi yang sangat buruk di kawasan Amerika Latin. Jadi, bagi seseorang yang tidak memiliki pekerjaan, lebih baik menjadi salah satu anggota Barra Brava tentunya, karena selain mendapat penghasilan mereka juga mendapat kesempatan menonton pertandingan tim kesayangannya secara gratis.

Sebuah hal yang kian parah karena mereka ‘dipelihara’ oleh klub masing-masing. Akibatnya, mereka semakin tidak terkontrol dan berbuat seenaknya.

Dikutip dari The Guardian, seorang jurnalis Argentina bernama Gustavo Grabia yang menghabiskan waktu bertahun-tahun menyelidiki korupsi sepak bola di sana, mengklaim kelompok Barra Brava mendapat gaji dari klub. Mereka bahkan disebut menerima komisi sebesar 30 persen dari biaya transfer pemain yang akan pergi meninggalkan klub tersebut atau pemain yang baru datang.

“Saat pertandingan kami disambut bak pahlawan, Anda tidak perlu mendapat pemeriksaan keamanan dan tak perlu menjawab pertanyaan apapun dari mereka. Di stadion kita seperti raja,” jelas mantan kelompok Barra Brava Boca Juniors, Jose Mendez yang kian memperkuat klaim tersebut.

Yang mengerikan lagi, setiap ada anggota yang coba berbicara mengenai kelompok ini kepada media, mereka mendapat hukuman mati dari para pimpinan. “Para pemimpin Barra Brava tidak akan peduli siapa Anda, jika Anda mengusiknya maka mereka tidak segan mengejar kemana saja Anda pergi,” paparnya. 

Salah satu anggota Barra Brava lainnya yang masih aktif sampai sekarang, Pepe Diaz, bercerita bahwa sepak bola di Argentina merupakan milik rakyat. Jadi, mereka berpikir semua penghasilan yang didapat klub, di dalamnya ada bagian mereka. 

“Di Argentina, sepak bola milik kami. Para pemain, atau klub yang ada di sini semuanya berhutang kepada kami. Kenapa mereka hanya duduk di kursi mewah bisa kaya raya? Untuk itu kami datang untuk mengambil hak kami," cerita Diaz.

Kemudian dengan ucapan penuh bangga, pria yang sehari-hari bekerja sebagai penarik kereta itu mencibir suporter di Eropa.

“Anda tidak bisa membandingkan kami dengan suporter Inggris. Di sana semua orang mengatakan mereka berbahaya dan kuat, tapi sebenarnya tidak ada apa-apanya dibanding kami. Yang mereka lakukan hanyalah minum dan berkelahi. Kami di sini minum, bertarung, dan berbisnis. Kami bukan seorang monyet yang bernyanyi di stadion tanpa menghasilkan apa-apa,” ungkapnya. 

Menjadi anggota Barra Brava jelas memiliki tingkat kesulitan tinggi. Bukan orang sembarangan yang akan diterima di kelompok ini.

“Awalnya, saya harus menunjukkan kesetiaan kepada klub dan bersedia melakukan apapun yang mereka minta. Dengan begitu, mereka bisa percaya dan Anda mulai terlibat dengan uang."

Bisnis besar Barra Brava secara besar-besaran dilakukan saat pertandingan berlangsung. Lewat transaksi obat-obatan terlarang, mereka dengan bebas menjual barang haram itu di dalam stadion tanpa seorang pun berani melarang.

“Langkah pertama Anda akan memulai bisnis di wilayah parkir setiap pertandingan, kemudian menjual tiket, dan menjalankan transaksi obat-obatan hingga senjata di tribun stadion. Di sana adalah tempat paling aman karena kami sama sekali tidak tersentuh,” imbuh Diaz.

Melihat fenomena di atas jelas terlihat betapa mengerikannya kelompok yang satu ini. Tidak hanya dengan klub, mereka semua bekerja sama dengan pihak kepolisian sehingga sampai sekarang membasmi Barra Brava terlihat sebagai hal mustahil.

“Korupsi di Argentina sudah ada sejak lama, itulah yang membuat kelompok Barra menjadi sangat kuat. Menghilangkan mereka tidak hanya menjebloskan pimpinan Barra ke dalam penjara, kami sudah mencobanya. Namun, Anda tidak bisa melakukannya semudah itu, karena banyak pihak kepolisian di negara ini yang terlibat,” jelas salah satu anggota kepolisian di Buenos Aires, Carlos de los Santos. 

Penculikan, kekerasan, atau sampai pembunuhan di sepak bola Amerika Selatan merupakan hal biasa yang kita dengar di media massa. Mendengar ceritanya saja, sebuah hal mustahil nampaknya Barra Brava bisa benar-benar lenyap dari sepak bola Amerika Selatan. 

Begitulah Barra Brava, kelompok suporter yang sangat mengerikan di benua Amerika Selatan. Pastinya segala perbuatan mereka tidak ada yang dibenarkan karena akal sehat wajib diutamakan karena sepak bola hanya satu bagian dari cara kita menikmati kehidupan. 

Aksi Barra Brava Boca Juniors ketika menonton pertandingan

barra-brava-76797eeb27f677d.jpg

Baca Juga:
Timnas Belanda Era Koeman, Muda dan Berbahaya

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 30 November 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Persija Melenggang ke-32 Besar

Persija Melenggang ke-32 Besar

FOOTBALL
Penyesalan Mauro Icardi

Penyesalan Mauro Icardi

FOOTBALL
Cetak Gol, Dembele Belum Termaafkan?

Cetak Gol, Dembele Belum Termaafkan?

FOOTBALL
Young Tigers Harumkan Indonesia

Young Tigers Harumkan Indonesia

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company