image

Kalah dari Honda, Yamaha Anggap Regulasi Kejurnas Sport 250cc Kurang Fair

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 3 December 2018

SPORTKU.COM

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indospeed Race Series (IRS) 2018 sudah berjalan 4 seri dan masih menyisakan satu putaran lagi.

Hingga 8 kali balapan (1 seri 2 race), pabrikan Yamaha masih kalah telak dari Honda di Kelas Sport 250. Honda yang mengandalkan CBR250RR sudah menang 7 kali. Sedangkan Yamaha R25 yang menjadi andalan tim Garpu Tala baru sekali menang.

Melihat hal ini, Wahyu Rusmayadi selaku Manager Tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) mengatakan jika ada hal yang menjadi penyebab dominasi Honda CBR250RR sulit dikalahkan. Menurut pria ramah tersebut saat dijumpai tim SPORTKU.com, regulasi di Kelas Sport 250 yang ada saat ini dianggap masih belum seimbang.

"Di Kelas Sport 250 sebenarnya kita bisa ada di depan. Tapi untuk saat ini perlu balance regulasinya. Dari PP IMI atau dari Indospeed, karena kita sudah bicara hal ini dari tahun kemarin. Nanti tinggal penyesuaiannya bagaimana," buka Wahyu Rusmayadi.

"Karena tentunya kelas ini -Sport 250cc- menjadi yang paling tinggi di Indonesia. Jadi artinya seluruh pebalap-pebalap yang muda mau naiknya kan ke 250cc, tapi kalau regulasinya di situ kurang balance jadi banyak yang gak tertarik."

"Jadi bagaimana harus bikin regulasi yang fair, karena tujuan dari Yamaha bukan pikir biru atau merah (Honda) yang menang. Tapi untuk pebalap Indonesia, tujuannya itu," sambung Wahyu Rusmayadi yang enggan merinci regulasi mana yang dianggapnya masih kurang balance.

"Kalau kita bisa evaluasi, cuma kan persepsi kita sama mereka beda. Saya gak bilang begitu -regulasi saat ini lebih condong (menguntungkan) Honda-. Kita bisa punya potensi sama -dengan Honda-. Tapi saat ini dengan terusnya dominasi -Honda- harusnya kan ada review," tegas Wahyu Rusmayadi.

Baca Juga
Pebalap Indonesia Ditodong Rp6 Miliar Untuk Balapan MotoGP

Di Kejurnas IRS 2018 Kelas Sport 250, Yamaha memang baru meraih satu kemenangan. Adalah Richard Taroreh, pebalap Yamaha Yamalube FDR SSS NHK 549 Kaboci Racing Team yang berhasil finish terdepan di Race 1 Seri 2. Namun hingga saat ini Yamaha R25 masih belum bisa menang lagi dari Honda CBR250RR.

"Kita bisa, terbukti kita bisa menang kemarin. Tapi kita sulit untuk konsisten, nah untuk konsisten itu mulai dari awal, startnya bagaimana, developnya bagaimana. Jadi kalau dibilang condong ke salah satu enggak. Cuma kalau banyak yang didominasi sama pebalap Honda yang menang, ya berarti sudah terjawab sendiri," urainya.

Namun hal yang berbeda terjadi di Kelas Sport 150. Di mana pasukan Yamaha selalu mendominasi podium juara pada setiap serinya. Bahkan di Kelas Sport 150, Yamaha juga sudah mengunci gelar juara nasional lewat Richard Taroreh. Peringkat 1 hingga 9 di klasemen sementara juga diduduki oleh para pebalap Yamaha.

Sementara itu, Richard Taroreh sekaligus mempertahankan konsistensinya sebagai juara nasional Sport 150cc yang juga diraih tahun 2017 lalu. Selain itu, juga menjadi hattrick Yamaha YZF-R15 sebagai juara nasional Sport 150cc sejak pertama kali dihadirkan tahun 2016. Di mana saat itu diraih oleh Syahrul Amin dari Yamaha Bahtera.

"Hasil kalau dari Kelas Sport 150 kan peringkat 1 sampai 9 masih kita (Yamaha). Jadi dominasinya dari tahun sebelumnya masih tetap ada," kata Wahyu Rusmayadi.

Hingga seri 4 Kejurnas IRS 2018, Yamaha masih kalah telak dari Honda di Sport 250

galeri-foto-irs-seri-22380bc2b1dc8f8.JPG

Baca Juga
Intip Detail Motor Balap Listrik MotoGP Energica Ego Corsa
5 Pebalap MotoGP Pernah Ganti Nomor

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 3 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company