image

Prestasi PSSI di Bawah Edy Rahmayadi

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Warta GAS | Editor: Andi Wahyudi | 5 December 2018

SPORTKU.COM

Inilah sederet prestasi yang ditorehkan oleh Edy Rahmayadi selama dua tahun menjabat sebagai ketua umum PSSI.

Kamis, 10 November 2016 menjadi hari bersejarah bagi Edy Rahmayadi. Pria yang sempat menjabat sebagai Pangkostrad itu terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2016/2020. Dengan demikian, terhitung sudah dua tahun lamanya Edy Rahmayadi menjabat di posisi paling puncak dalam kepengurusan sepakbola di Indonesia.

Dalam jangka waktu tersebut, Edy Rahmayadi kerap menjadi sasaran atas kegagalan Timnas Indonesia. Mulai dari kegagalan meraih medali emas di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 serta puncaknya adalah ketika Evan Dimas dkk gagal mengantarkan tim berjuluk Merah Putih tampil impresif lantaran gagal lolos ke babak semifinal Piala AFF 2018 setelah hanya menempati urutan ketiga di klasemen akhir babak penyisihan grup B.

Tak heran setiap kegagalan Timnas Indonesia menjuarai suatu turnamen internasional selalu saja ada ujaran agar Edy Rahmayadi mundur. Bahkan tagar #EdyOut kerap nangkring di trending topik media sosial.

Hal tersebut merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa sejatinya PSSI di era Edy Rahmayadi juga mencatatkan sejumlah prestasi yang dianggap membanggakan sekaligus berdampak bagi sepakbola di Indonesia.

Berikut ini deretan prestasi yang ditorehkan oleh Edy Rahmayadi selama menjabat ketua umum PSSI:

Merekrut Pelatih Kelas Dunia


edy-rahmayadi-warta-gas--201939a520f833b.JPG

Tak lama setelah Edy Rahmayadia diberi amanah sebagai ketua umum PSSI, ia membuat gebrakan dengan mendatangkan pelatih kelas dunia asal Spanyol, Luis Milla dua bulan setelah dirinya menjabat. Tak tanggung-tanggung, ia juga ikut mendatangkan Miguel Gandia yang merupakan pelatih fisik, dan Eduardo Perez Moran yang bertugas sebagai pealtih kiper.

Milla sendiri bukanlah pelatih sembarangan. Pria berusia 52 tahun itu merupakan pelatih yang sukses mengantarkan Timnas Spanyol U-21 juara Piala Eropa tahun 2011 silam. Selain itu ia dikenal mengorbitkan para pemain muda Spanyol tersebut menjadi pemain kelas dunia macam David de Gea, Cesar Azpilicueta, Javi Martinez, Thiago Alcantara, Ander Herrera hingga Juan Mata.

Sayang Edy Rahmayadi tak memperpanjang kontrak mantan pemain Barcelona dan Real Madrid tersebut sehingga Indonesia gagal di Piala AFF 2018.

Baca juga
Deretan Kontroversi Edy Rahmayadi

Mengangkat Ratu Tisha sebagai Sekjen Wanita Pertama PSSI

Ratu Tisha
edy-rahmayadi-warta-gas--20129e77cb4383f.jpeg

Di awal kepengurusan PSSI, Edy Rahmayadi menunjuk Ade Wellington Adrian sebagai Sekjen PSSI. Ia ditujuk lantaran pengalamannya dalam pembinaan pesepakbola muda di mana pria bertubuh tambun tersebut merupakan pengurus klub ASIOP APACINTI dan menjadi manajer tim U15 klub tersebut saat meraih gelar juara Gothia Cup 2016 lalu.

Namun tak lama menjabat posisi tersebut, Ade memilih mundur dan sebagai gantinya, Edy Rahmayadi menunjuk Ratu Tisha Destria yang sebelumnya menjabat sebagai Kompetisi PT. Gelora Trisula Semesta. Penunjukan tersebut menjadi sejarah baru bagi PSSI di mana ia menjadi perempuan pertama yang menjabat di posisi yang cukup strategis tersebut sejak asosiasi ini didirikan pada tahun 1930 itu.

Tisha bukan orang sembarangan. Dara lulusan ITB itu merupakan satu-satunya wanita asal Indonesia yang Mendapatkan gelar Master of Art dengan program beasiswa FIFA Master di Eropa yang diadakan oleh International Centre for Sports Studies.

Selain itu, sebelumnya Tisha juga aktif di sepakbola kategori usia dini dengan pernah juga mendirikan LabBola, yakni perusahaan yang menawarkan jasa penyediaan data statistik performa tim.

Kehadirannya di PSSI adalah upaya Edy Rahmayadi memberikan kesempatan bagi "orang baru" di tubuh PSSI. Diharapkan kehadiran dirinya itu bisa membawa revolusi bagi PSSI itu sendiri. 

Berjalannya Semua Kompetisi di Semua Kategori Usia

Elite Pro Academy Liga U-16 (Persebaya ID)
edy-rahmayadi-warta-gas--7025436c8694369.JPG

PSSI di era Edy Rahmayadi juga berhasil menghidupkan semua kompetisi. Di awal penyelenggaraan liga, ia mampu menghidupkan Liga 1, 2, sampai Liga 3. Tak hanya itu di tahun 2018 kali ini PSSI kembali menggelar Piala Indonesia.

Tak hanya kompetisi senior, untuk level junior, PSSI juga telah menghidupkan kembali kompetisi usia dini mulai dari Piala Soeratin yang mencakup dari U-13,U-15, hingga U-17. Lalu juga digelarinya Liga 1 U-19 sejak tahun 2017 dan yang terbaru menghelat Elite Pro Academy Liga U-16.

Berjalannya sepakbola usia dini tak lepas dari upaya PSSI menjalankan Filosofi Sepak Bola Indonesia (FILANESIA) yang dicanangkan mulai akhir 2017 lalu.

Selain kompetisi, PSSI juga banyak mengadakan coaching clinic dan juga lisensi kepelatihan agar ke depannya banyak pelatih Indonesia yang memiliki lisensi berstandar internasional.

Prestasi Timnas Indonesia

Timnas Indonesia U-16 juara (Beritagar)
edy-rahmayadi-warta-gas--92534774115a421.jpg

Selama dua tahun Edy Rahmayadi menjabat sebagai ketua PSSI, sejatinya Timnas Indonesia memiliki prestasi. Adapun raihan prestasi didapat dari Timnas Indonesia U-16 yang berhasil menjadi juara Piala AFF 2018.

Kesuksesan "instan" ini dianggap keberhasilan PSSI yang memang telah kembali menghidupkan kompetisi usia dini di mana banyak pemain yang memperkuat Timnas Indonesia merupakan jebolan turnamen usia dini bentukan PSSI.

Selain itu, untuk pertama kalinya Timnas Indonesia aktif di semua kategori usia dan lintas gender seperti: Timnas Sepak Bola Pantai Putra, Timnas Senior Putra ,Timnas U23 Putra, Timnas U19 Putra, Timnas U16 Putra, Timnas Wanita Senior, Timnas Sepak Bola Putri U16, Timnas Futsal Putra, Timnas Futsal Putri.

Bahkan beberapa waktu lalu PSSI mendapatkan apresiasi dari AFF lantaran kesuksesan mereka menggelar berbagi event sepakbola.

Baca juga
Sage Northcutt Gabung One Championship

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Warta GAS | Editor: Andi Wahyudi | 5 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company