image

Curhatan Brendon Hartley Selama di Formula 1

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Brendon Hartley | Editor: Andi Wahyudi | 7 December 2018

SPORTKU.COM

Brendon Hartley mengiakan sekalipun dirinya kecewa dengan hasil akhir ini, tapi banyak hal yang bisa dipetik selama balapan di 2018.

Hartley melakoni debut balapan jet darat pada Grand Prix Amerika 2017. Dari total 25 balapan yang sudah dilalui, ia hanya sanggup menjadi yang terbaik di peringkat sembilan, bahkan pernah sembilan kali juga mengalami gagal finish.

Kiprah pebalap kelahiran 10 November 1989 itu memang tidak terbilang cemerlang, pasalnya di musim ini ia hanya sanggup bertengger di urutan ke-19 klasemen pebalap, dengan total keseluruhan poin sebanyak empat angka.

Pertengahan musim, skuat Faenza mengaku sudah mulai gerah dengan Hartley, karena situasi di sekitar pebalap Selandia Baru itu dianggap tidak menyenangkan. Saat itu, beberapa kandidat pengganti masuk dalam daftar Helmut Marko, di antaranya Robert Kubica, Pascal Wehrlein, Antonio Giovinazzi, hingga pebalap Indonesia Sean Gelael.

Hartley sendiri membenarkan bahwa rumor pemecatan dirinya sudah dilakukan sejak dua atau tiga bulan setelah Formula 1 2018 bergulir, hal itu ditenggarai karena kinerja Hartley dianggap tidak sebagus rekan setimnya Pierre Gasly. Alhasil gosip bahwa dirinya akan diganti semakin santer dan membuat ia terkejut.

"Ada desas-desus di awal musim yang merupakan kejutan besar bagi saya ketika saya berpikir saya telah menandatangani kontrak jangka panjang," katanya kepada Mike Hosking Breakfast Show di Selandia Baru. "Rumor itu muncul dan banyak pertanyaan yang diajukan mengenai masa depan saya di tim."

"Sampai ada artikel muncul di media yang mengatakan bahwa saya perlu meningkatkan permainan dan mengalahkan rekan setim. Tapi sebenarnya di akhir musim ini, saya merasa sudah menaikkan level perlombaan dan membangun hubungan yang hebat dengan Honda. Secara konsisten saya sudah melakukan kinerja yang lebih baik," jelasnya.

Baca Juga :
Brendon Hartley Masih Ingin Bersama Toro Rosso Hingga 2019

Meski berakhir pahit, Hartley mengaku bangga karena telah menikmati balapan terakhirnya bersama Toro Rosso di Abu Dhabi. Ia juga senang sebagaimana cara dia menangani para awak media yang selalu mempertanyakan tentang nasibnya di Toro Rosso.

Kini, posisi Hartley telah digantikan oleh pebalap Formula 2 Alexander Albon, yang sebelumnya sudah lebih dulu menandatangani kontrak di balapan mobil listrik bersama Nissan.

Tapi juara Le Mans 2017 itu mengaku kecewa dengan keputusan tim yang lebih memilih Albon ketimbang dirinya. Hartley merasa sudah meningkatkan permainannya di paruh kedua musim ini. Tapi dia harus menyadari bahwa kinerja pebalap tidak selalu dijadikan patokan untuk menentukan mana yang pantas dipertahankan atau tidak.

"Bagi saya, Formula 1 terlalu rumit. Ada banyak uang yang terlibat, serta politik bermain. Ada juga beberapa pebalap yang pada akhirnya pergi meskipun tidak selalu disebabkan karena kinerja yang murni," terangnya.

Meski begitu, ada banyak hal yang dapat dipelajari oleh Hartley selama berkecimpung di balapan jet darat. Bahkan, ia mengaku telah meninggalkan paddock F1 dengan kepala menengadah.

"Bagaimanapun juga aku meninggalkan paddock dengan kepala terangkat tinggi. Aku tahu aku telah memberikan kesempatan terbaikku tahun ini. Ada begitu banyak pengalaman fantastis yang saya ambil, termasuk mengendarai mobil Formula 1 yang dianggap orang sebagai yang tercepat di dunia."

Toro Rosso sendiri belum lama ini juga telah mengapresiasi Brendon Hartley atas jasanya selama 25 balapan. Di musim di mana ia sudah berhasil melampaui kinerja dari rekan setimnya, tapi justru malah dianggap mengecewakan oleh tim. "Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Brendon atas kerja kerasnya bersama tim," kata bos tim Franz Tost.

"Bukan tugas yang mudah untuk pindah dari mobil sport ke Formula 1, terutama dalam waktu singkat," lanjutnya.

"Konsistensinya selama empat balapan terakhir pada tahun 2017 membuatnya mendapatkan kursi balap di 2018, tapi pada akhirnya kami tidak dapat melanjutkan ke 2019. Namun, dia telah menjadi bagian penting dari tim dan membantu pengembangan powertrain Honda. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di masa depan," pungkas mantan pebalap mobil itu.

Baca Juga :
Nasib Brendon Hartley di Toro Rosso Musim Depan

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Brendon Hartley | Editor: Andi Wahyudi | 7 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Aldio Oekon Juara Nasional ETCC

Aldio Oekon Juara Nasional ETCC

ETCC
Prestasi Pangarang Slalom Team 2018

Prestasi Pangarang Slalom Team 2018

GYMKHANA
Bungkam Stigma Negatif Lewat Prestasi

Bungkam Stigma Negatif Lewat Prestasi

GYMKHANA
Bottas Jawab Rumor Orang Ketiga

Bottas Jawab Rumor Orang Ketiga

FORMULA 1

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company