image

Nasib Tidak Pasti Keylor Navas di Real Madrid

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sepakbola | Editor: Andi Wahyudi | 7 December 2018

SPORTKU.COM

Keylor Navas yang telah menjadi andalan Real Madrid dalam empat musim terakhir harus tersingkir dari sebagai kiper utama.

"Aku, dari memenangkan tiga titel Liga Champions hingga berhenti dimainkan," keluh Keylor Navas yang frustasi lantaran posisinya sebagai kiper utama di Real Madrid harus digantikan oleh Thibaut Courtois, kiper yang baru direkrut oleh Los Galacticos di bursa transfer musim panas lalu.

Tak heran bila kiper asal Kosta Rika itu tak nyaman dengan kondisi yang ia alami bersama Madrid di musim ini. Sejak direkrut pada tahun 2014 silam dari kesebelasan Levante, Navas menjadi pemain yang tak tergantikan dalam posisi sebagai penjaga gawang.

Kontribusinya juga tak bisa dianggap remeh, Navas turut membawa Madrid menjuarai tiga gelar juara Liga Champions berturut-turut dan sekali trofi La Liga. Bahkan ia sukses mencatatkan diri sebagai kiper terbaik Liga Champions musim 2017/2018 lalu berkat catatan fenomenal dirinya di ajang tersebut di mana ia yang tampil 11 pertandingan hanya kebobolan 13 gol dan mampu melakukan dua pertandingan cleansheet.

Awalnya, pelatih Madrid di awal musim, Julen Lopetegui membuat kebijakan rotasi kepada dua kiper mereka di mana Navas akan bermain di Liga Champions dan Copa del Rey, sementara Courtois akan menjadi andalan di ajang La Liga.

Namun, lantaran Lopetegui dipecat, nasib Navas di Madrid menjadi suram lantaran pelatih baru El Real, Santiago Solari membuat kebijakan berbeda di mana ia tetap mempertahankan Courtois sebagai kiper utama baik di liga maupun di kompetisi Eropa

Tercatat, Navas hanya tampil sekali di era Solari, tepatnya saat melawan Melilla di Copa del Rey. Setelah itu, pemain berusia 31 tahun tersebut hanya menghiasi bangku cadangan—sekaligus menegaskan posisi Courtois sebagai pilihan utama.

Baca juga
'Lecehkan Messi' Pele Dikecam

Keylor Navas (AS English)
keylor-navas-sepakbola--65183de1932d184.jpg

Padahal menilik dari statistik, sejatinya Navas lebih baik ketimbang Courtois. Dari delapan total pertandingan, Navas hanya kebobolan delapan dan mampu menciptakan tiga cleansheet. Sementara Courtois sudah kemasukan 18 gol dari 14 pertandingan.

Simeone Singgung Madrid

Nasib malang Navas sendiri dikomentari oleh pelatih klub rival Atletico Madrid, Diego Simeone. Ia mengingatkan bahwa Navas itu lebih hebat ketimbang Courtois, tepatnya ketika keduanya bersaing merebutkan gelar kiper terbaik di La Liga tahun 2014 silam.

Tercatat Navas yang kala itu bermain bagi Levante keluar sebagai pemenangnya, sementara Courtois hanya menempati urutan ketiga. Padahal, kiper asal Belgia itu sukses memenangkan gelar La Liga bersama Atletico Madrid.

"Kalian membuat saya tertawa karena Anda ingin saya mengatakan sesuatu yang sudah Anda ketahui. Courtois pergi ke Real Madrid dan meraih gelar sebagai penjaga gawang terbaik di dunia, tetapi ketika dia bersama kami, Keylor Navas memenangkan hadiah ketika dia berada di Levante. Kamu [wartawan] tahu ini, bukan?" ungkap Simeone.

Meski jarang bermain, banyak klub yang mendambakan Navas, salah satunya adalah Juventus. Mereka ingin merekrut sang kiper lantaran dianggap sebagai kiper yang ideal terutama mengingat kesuksesannya di Liga Champions.

Meski demikian, di tengah kondisi yang serba tidak pasti, Navas masih ingin memperjuangkan tempatnya kembali setidaknya sampai akhir musim nanti. Meski terkesan klise, namun rasanya dirinya memang pantas untuk mendapatkan tempatnya kembali mengingat dari apa yang telah dia berikan kepada klub.

Baca juga
Emery: Guendouzi Harus Tiru Fellaini

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sepakbola | Editor: Andi Wahyudi | 7 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company