image

Tjandra Memilih 'Hijrah' untuk Bisa Meraih Podium

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Sonny Hastara | 9 December 2018

uploads/news/2018/12/tjandra-memilih-hijrah-di-177106e7f0a547c.JPG

Tjandra Memilih 'Hijrah' di BSD

corolla-kratindaeng-bsd-city-48898e981f01367
corolla-kratindaeng-bsd-city-818690f78011668
corolla-kratindaeng-bsd-city-4864551756766f5
SPORTKU.COM

Tjandra sukses memberikan perlawanan terhadap lawannya di BSD Grand Prix akhir pekan kemarin (2/12).

Dikarenakan Indonesia Retro Race sudah menyelesaikan putaran terakhirnya di sirkuit Sentul, November lalu, Tjandra, yang memang haus akan adrenalin, akhirnya kembali berjibaku dalam ketatnya persaingan di atas lintasan. Untuk memuluskan hasratnya tersebut, ia pun memutuskan untuk hijrah dan berkomeptisi di dalam kejuaraan STC Retro.

Dalam persaingannya, Tjandra, pebalap yang menggeber Corolla dengan livery Kratingdaeng ini, berhasil mengamankan podium ketiga dari pesaingnya. Diakui oleh Tjandra, dalam perebutan podium, ia beberapa kali dilanda masalah teknis.

"Seru (pertarungannya). cuma memang rem faktor utama. Kemarin abis QTT rem sempat ngeblong. Dengan waktu kurang dari 25 menit, saya haru memperbaikinya dan beruntung berhasil diperbaiki. Tapi kondisinya tidak lagi seperti semula. Saya juga puas bisa bertarung dengan pebalap lain yang memiliki kapasitas mesin 2.000 cc," buka Tjandra kepada SPORTKU.

Baca Juga :
Aldio Oekon Kunci Juara Nasional ETCC 2000

 

Selain rem, Tjandra yang juga merupakan anggota dari komunitas Tangerang Retrocar, mengatakan ada masalah lain, yakni di sektor karburator. Sehingga, saat pertarungan, mobilnya tidak begitu maksimal. "Settingan karbu sudah enak, dan tidak ada masalah. Tapi masih ada brebet dikit, tapi sudah bisa diperbaiki lagi untungnya," tambah Tjandra.

Bicara mengenai hasil yang diraih, menurutnya, ini sudah melebihi harapan yang targetkan. Pasalnya, jika tidak terkendala dengan rem yang blong, ia yakin bisa merangsek naik lagi ke posisi yang lebih baik. Namun, balapan memang selalu menyisakan faktor keberuntungan di dalamnya.

"Sudah melebihi ekspektasi sih. Yang membuat melebihi adalah pertama di BSD, karena lawannya mobil 2.000, dan saya bisa mengimbangi. Cuma karena memang rem terkunci dua kali, jadi agak melorot waktunya. Karena pas belok kanan remnya, pas hairpin kekunci. Padahal sudah menempel Denny Pribadi, akibatnya jadi lebih kurang performa," imbuhnya.

Setelah mengarungi sirkuit BSD untuk kedua kalinya, Tjandra merasa bahwa ada beberapa hal yang harus ia biasakan. "Tantangannya sirkuitnya sempit, dan berbeda jauh dengan sentul. Banyak chicane, jadi perhitungan harus matang dan harus presisi," pungkasnya.

Baca Juga :
Alvin Bahar Menang dari Kepungan Pebalap TTI di Putaran Terakhir

 

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Sonny Hastara | 9 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company