image

Fitriansyah Kete Catat Waktu Tercepat di Sirkuit Bung Tomo

Text : Suhartono | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 10 December 2018

SPORTKU.COM

Dalam beberapa event balap motor nasional, nama Fitriansyah Kete memang sudah tidak asing lagi di telinga.

Pebalap senior tersebut kini menjadi andalan Astra Motor Racing Team (ART) Yogyakarta. Fitriansyah Kete juga baru saja mengukir prestasi baru di Grand Final Kejurnas Motoprix 2018 .

Prestasi gemilang yang baru saja diukir oleh Fitriansyah Kete sekaligus sebagai penobatan dirinya menjadi pebalap tercepat di kelasnya untuk tahun 2018. Fitriansyah Kete dengan tunggangan yang sudah dipersenjatai mesin baru hasil riset dari mekanik handal Harris Sakty atau akrab disapa Mlethiz, mempu menorehkan catatan best time 46,724detik.

Catatan waktu tersebut dia torehkan pada sesi Kualifikasi di Kelas MP2 (Bebek 125cc 4-tak Tune Up Injeksi Seeded). Hasil itu lebih cepat dari geberan motor kawan satu timnya Dicky Ersa, yang hanya mampu menduduki peringkat kedua dengan catatan waktu 46,779detik. Di mana balapannya sendiri berlangsung di Sirkuit Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur yang memiliki panjang 1,2 kilometer.

Tentunya, performa kuda besi Fitriansyah Kete juga dipengaruhi beberapa faktor. Menurut Mlethiz, salah satu pemicunya adalah pemakaian busi Iridium. Busi tersebut dikatakan mekanik asal Yogyakarta ini juga ikut berperan banyak dalam hal menyempurnakan sistem pembakaran pada mesin.

 

“Saya akui, kalau busi Iridium membuat sistem pembakaran pada mesin sempurna. Dengan teknologi terbaru yang memiliki 3 side electrode, ternyata mampu memberikan titik api yang fokus," ungkap Mlethiz.

"Beda dengan busi yang hanya memiliki 1 side electrode, terkadang titik api bisa loncat. Jadi jelas itu bisa menyebabkan pembakaran pada mesin motor tidak sempurna. Selain itu busi terbaru ini juga tergolong busi bertipikal dingin. Jadi lebih bisa menstabilkan panas mesin,” sambung Mlethiz.

“Ketahanan inilah yang sebenarnya dibutuhkan buat mesin motor balap. Sehingga meski kuda besi dipacu dengan kecepatan tinggi, mesinya tidak mengalami panas yang berlebihan (over head). Tapi lebih stabil dan bisa bertahan hingga berakhirnya putaran lap dengan kecepatan maksimal,” tutup Mlethiz.

Baca Juga
Galang Hendra Duet Bareng Pebalap Wanita di WSSP300 2019
Akui Prestasi Jeblok di WSSP300, Ali Adrian Siap Balapan ARRC?

Mlethiz (kiri) mekanik handal dari Yogyakarta

busi-uma-racing-buktikan-150491985be60ad.JPG

 

Text : Suhartono | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 10 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company