image

MotoGP 2019 Mulai Bergejolak

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | Editor: Andi Wahyudi | 12 December 2018

SPORTKU.COM

Balapan selama 19 seri di MotoGP 2019 sudah berakhir pada November lalu di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.

Meski balapan telah usai, namun para pebalap masih dihadapkan dengan pekerjaan berat. Mereka harus menjalani serangkaian sesi uji coba. Untuk mempersiapkan musim 2019, para pebalap MotoGP juga langsung menggeber motor balap mereka di Sirkuit Jerez dan Valencia.

Jadwal uji coba tersebut juga sekaligus menjadi momen penting bagi para pebalap baru maupun rider yang musim 2019 nanti akan ganti motor dengan tim barunya. Bahkan, babak latihan ini juga sangat penting bagi tim yang di tahun 2018 mengalami keterpurukan seperti halnya Yamaha maupun Aprilia.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh para pebalap untuk lebih matang dalam mempersiapkan petualangannya di MotoGP 2019 mendatang. Seperti contohnya dari kubu Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales berkesempatan menjajal dua mesin berbeda. Yaitu mesin Yamaha M1 2018 dan 2019.

Rossi mengatakan mesin baru kedua dari Yamaha yang dicobanya menawarkan sedikit perbedaan dibandingkan dengan versi pertama yang digunakan saat tes di Valencia. Rossi juga mengatakan jika mesin baru Yamaha M1 2019 yang ditawarkan para insinyur Jepang membuatnya bingung.

Bukan hanya Rossi yang masih kesulitan untuk menentukan pilihan mesin. Vinales juga mengatakan sulit untuk memutuskan antara dua mesin Yamaha M1. Meski begitu, Vinales mengaku cocok dengan mesin baru Yamaha M1 2019. Kemajuan yang paling menarik baginya adalah kontrol motor di area tikungan.

Sementara itu, Francesco Bagnaia yang menjadi salah satu pebalap pendatang baru di grid MotoGP 2019 juga berkesempatan menjajal mesin Ducati. Juara dunia Moto2 2018 itu masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan kekuatan mesin Ducati Desmosedici GP18 dengan paket rem karbon, ban Michelin, dan lainnya.

“Saya tahu bahwa Moto2 benar-benar berbeda dan saya lebih memilih motor ini, terutama untuk kecepatan karena luar biasa saat Anda mengerem. Saya telah belajar sedikit banyak tentang cara menggunakan elektronik, tetapi saya memiliki orang-orang baik di sekitar saya. Teknisi telemetri saya sangat profesional dan dia tahu betul cara kerjanya," urai Bagnaia yang mengaku kagum dengan kecepatan motor balap Ducati. Bagnaia juga mengaku menggabungkan gaya balap Jorge Lorenzo serta Andrea Dovizioso.

Baca Juga
5 Musuh Bebuyutan Valentino Rossi

Dari kubu KTM, juga hadir pebalap baru dengan muka lama. Dia adalah Johann Zarco yang musim 2018 membalap menggunakan Yamaha M1. Zarco mencatat bagaimana KTM RC16 terasa berbeda, terutama ketika memasuki tikungan. Menurutnya, dengan tunggangan baru KTM, tidak mungkin bermain dengan kecepatan saat berada di tikungan. Hal tersebut memang dirasakan olehnya sangat berbeda dengan Yamaha M1.

Perasaan positif juga dialami oleh sang juara bertahan Marc Marquez. Pebalap Repsol Honda itu terus bekerja menilai mesin baru, sasis dan aerodinamis. "Saya sangat, sangat bahagia, karena mungkin itu adalah salah satu hari terbaik pramusim. Di Valencia kami juga bekerja dengan sangat baik," ujar Marquez.

Dia berharap HRC terus membuat perbaikan lebih lanjut pada Honda RC213V sebelum tes pramusim pertama tahun 2019 di Sepang dimulai. Perbaikan tersebut disebutkan Marquez terutama di area mesin. "Kami masih perlu meningkatkan lebih banyak, karena masih di beberapa bagian saya berjuang sedikit."

Yang paling menarik tentunya aksi perdana Lorenzo dengan mesin Honda. Lorenzo masih memiliki banyak kesempatan untuk mendapatkan kesesuaian dengan motor Honda. Tentu ia tak mau situasi seperti saat baru hijrah ke Ducati pada musim 2017 kembali terulang. Saat itu, Lorenzo butuh 24 balapan untuk mengukir kemenangan perdananya.

Pada uji cobanya di Sirkuit Jerez pada Kamis (29/11), Lorenzo menempati peringkat 4 dengan ukiran waktu 1menit 38.105detik. Sedangkan uji coba sebelumnya di Valencia pada Rabu (21/11), Lorenzo hanya menempati urutan 12 dengan catatan waktu 1menit 31.584detik.

Pebalap baru Suzuki, Joan Mir juga masih butuh waktu untuk bisa mengenal karakter mesin MotoGP. Mir tetap fokus untuk menemukan perasaan yang stabil dengan pabrikan Suzuki. Pebalap Spanyol ini juga telah membantu memberikan umpan balik tim untuk musim 2019 termasuk spesifikasi mesin -dengan mayoritas pekerjaan yang sebelumnya dilakukan rekan setimnya Alex Rins dan test rider Sylvain Guintoli.

"Kami mencoba berbagai hal. Kami mencoba sistem elektronik, engine brake, semua hal yang perlu saya pahami. Tetapi set-up tidak banyak berubah. Kami mengubah sasis tapi tidak banyak," ungkap Mir.

Baca Juga
Hindari Kejadian Tragis, Regulasi Helm MotoGP 2019 Diperketat

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | Editor: Andi Wahyudi | 12 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company