image

Downhill Sulit Masuk Olimpiade, Ini Alasannya

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Adi Supriyatna, Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: Pinkbike | 13 December 2018

SPORTKU.COM

Banyak kalangan yang mempertanyakan mengapa downhill tidak masuk di pesta olahraga terbesar di dunia, Olimpiade. Ini penjelasannya.

Padahal, downhill dianggap menarik untuk disaksikan, khususnya bagi penggemar MTB di seluruh dunia. Terkait dengan hal itu, presiden UCI David Lappartient menjelaskan sejumlah alasan maupun kendalanya.

Menurut Lappartient, pihaknya sangat gembira untuk mendukung disiplin baru agar bisa masuk ke program Olimpiade. Tapi, kendalanya adalah IOC tidak ingin menambah jumlah atlet peserta Olimpiade, yang jumlahnya mencapai 10.500 atlet.

“Jadi, jika Anda ingin masuk dengan disiplin baru, Anda harus mengorbankan disiplin lainnya. Itu juga akan sama dengan jumlah medali. Mereka akan mengambil medali dari Track untuk BMX dan Mountain Bike (MTB),” kata Lappartient.

Baca juga:
UCI HUKUM PEBALAP ARGENTINA GONZALO NAJAR 4 TAHUN

Untuk itulah, lanjut Lappartient, mengapa UCI kehilangan nomor Madison (track). Meski nomor tersebut diadakan kembali, UCI akan tetap kehilangan points race dan pursuit.

“Semua disiplin itu hilang untuk memberi ruang bagi disiplin baru. Saya pikir kita berada pada disiplin yang minimum saat ini. Jadi jika dengan atlet yang sama, itu lebih mudah. Ambil contoh Short Track Cross-Country (XCC). Tidak sulit untuk mendapatkan itu, karena Anda dapat melakukan ini dengan atlet yang sama,” jelas Lappartient lagi.

Selain itu, jika ada disiplin baru, maka akan ada tempat baru, biaya baru dan penyelenggara ingin mengelolanya seukuran Olimpiade. Baru-baru ini misalnya, Jepang menarik pencalonannya untuk 2026.

UCI juga ingin memiliki lebih banyak disiplin di Olimpiade. Tetapi di sisi lain juga harus realistis – ada disiplin lain yang harus ditiadakan. Saat ini ada lima disiplin bersepeda yang dapat dipertahankan di masa depan.

Untuk masuk dalam Olimpiade, sebuah disiplin juga harus memiliki universalitas yang lebih kuat. Pasalnya, IOC selalu melihat berapa banyak kejuaraan kontinental yang dimiliki, berapa banyak kejuaraan nasional yang dimiliki, berapa banyak rider yang ikut serta dalam kejuaraan dunia terakhir.

Jumlah atlet DH memang semakin bertambah. Tapi jumlahnya tidak begitu besar bila dibandingkan dengan disiplin lain. Jadi, universalitas downhill dinilai belum terlalu kuat untuk saat ini.

“Tetapi di sisi lain, kita akan memiliki BMX Freestyle muncul untuk pertama kalinya di Olimpiade 2020 dan itu adalah permintaan dari IOC agar bisa terhubung dengan generasi muda,” pungkas Lappartient.

Baca juga:
REAL MADRID DIBANTAI, SOLARI PASANG BADAN

Presiden UCI David Lappartient (Foto: Istimewa)
david-lappartient-6316629937aba86.jpg

 

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Adi Supriyatna, Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | Media Source : Pinkbike | 13 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Tim Giant Kembali Bersama Fox

Tim Giant Kembali Bersama Fox

MTB
Tim Giant Tambah Pebalap

Tim Giant Tambah Pebalap

MTB
Piala Dunia MTB Eliminator Bertambah

Piala Dunia MTB Eliminator Bertambah

CROSS COUNTRY
Kemenangan Perdana Gwin

Kemenangan Perdana Gwin

DOWNHILL

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company