image

Ketika Ancelotti Harus Turun Kasta

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | 14 December 2018

SPORTKU.COM

Roda kehidupan memang selalu berputar, ada kalanya seseorang menikmati sukses kemudian terjatuh ke sebuah lembah, seperti yang menimpa Carlo Ancelotti.

Nama Ancelotti sebagai pelatih tentunya tidak perlu dipertanyakan lagi, seolah dirinya menjadi jaminan bagi setiap tim untuk meraih sukses di kompetisi Eropa. Hal yang sudah dibuktikan ketika menangani AC Milan dan Real Madrid. 

Bersama Milan, ia sukses merengkuh dua gelar Liga Champions sedangkan di negeri Matador, ia memberikan satu gelar. Namun, hal berbeda kini dirasakan oleh pria berusia 59 tahun itu.

Bersama Napoli, atribut kesuksesan Ancelotti di Eropa seperti lenyap. Memang tidak bisa sepenuhnya dikatakan gagal karena I Partenopei masih berlaga di Liga Europa setelah mengakhiri fase grup Liga Champions di bawah Paris Saint-Germain (PSG) dan Liverpool. 

Akan tetapi tentu ada hal yang aneh melihat seorang Ancelotti memimpin sebuah tim yang berkompetisi di level dua Eropa. Atribut dirinya yang berlabel pelatih jempolan di Eropa seolah lenyap saat menjalani karier di Kota Naples. 

Baca Juga :
Awan Hitam di Bumi Sriwijaya

 

Walaupun, secara permainan, Napoli sebenarnya layak untuk ada di 16 besar Liga Champions. Sayangnya, di laga pamungkas melawan Liverpool, mereka takluk dengan skor tipis 0-1 sehingga mereka gagal karena kalah secara head to head dari The Reds.

“Kami harus menerimanya, hasil ini memang sangat mengecewakan karena kami sudah melakukan segalanya. Dalam enam laga, kami mungkin sudah melakukan lebih dari yang diharapkan siapapun,” ucap Ancelotti dilansir Sky Sports. 

“Sekarang kami akan membawa penampilan seperti ini ke Liga Europa dan memakainya sebagai motivasi untuk lebih baik lagi di sana".

Ucapan Ancelotti di atas secara garis besar memang ada benarnya melihat penampilan Napoli yang begitu impresif. Mungkin, jika mereka tidak berada satu grup dengan tim seperti PSG dan Liverpool, satu tiket 16 besar sudah diraih dengan penampilan seperti itu. 

Dari enam laga di grup, mereka hanya menelan kekalahan satu kali, yang sialnya dialami pada laga terakhir di Anfield. Sebuah kekecewaan besar pastinya bagi seluruh penggemar Napoli. 

Sekarang, mereka memang memiliki kesempatan besar untuk meraih sukses di Liga Europa karena lawan yang akan dihadapi mungkin tidak setangguh di Liga Champions. Akan tetapi, bagi Ancelotti sebagai pelatih tentu hal ini menjadi ironi tersendiri. 

Seorang pelatih dengan DNA Liga Champions harus turun kasta karena timnya terlempar ke kompetisi kelas dua di Eropa. Patut ditunggu apakah Ancelotti bisa membayarnya dengan gelar juara atau justru dirinya kian jadi pesakitan bersama Napoli musim ini. 

ancelotti-662319b46ec5c8c.jpg

Baca Juga :
Akhir Penantian Panjang Persija Jakarta

Baca Juga :
Tersingkir Dari Liga Europa, AC Milan Torehkan Catatan Hitam

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | 14 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company