image

Menanti Kebangkitan Ousmane Dembele Pasca Pertobatan

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : SB Nation | Editor: Andi Wahyudi | 17 December 2018

SPORTKU.COM

Ousmane Dembele dianggap telah bertobat dan banyak yang berharap dirinya bisa tampil seperti yang diinginkan oleh semua orang.

Dalam sebuah tim sepakbola, terkadang ada sosok yang susah diatur, kendati mereka punya sumbangsih yang besar bagi timnya. Tak jarang, klub menjadi kerepotan dalam mengatur tingkah polah pemain yang dianggap sebagai sosok bad boy tersebut.

Salah satu pemain yang mendapatkan label bad boy tersemat kepada sosok Ousmane Dembele. Pemain asal Prancis ini dikenal memiliki kebiasaan buruk terutama di luar lapangan.

Memang, tindakan indispliner yang dilakukan pemain berusia 21 tahun itu bukanlah hal yang barbar. Misalnya sengaja membakar rumahnya gara-gara bermain kembang api atau berkelahi dengan rekan setim dan pelatih.

Dembele kerap berperilaku indisipliner dengan sering datang terlambat dalam sesi latihan Barcelona. Alasannya sederhana, ia sering bermain game FIFA dan menonton film secara marathon bersama rekan-rekannya hingga larut malam.

Akibatnya, Dembele kerap bangun kesiangan. Bahkan ia pernah terlambat selama dua jam ketika akan berlatih bersama rekan setimnya.

Awalnya, Barcelona sempat sabar. Bahkan mencari solusi dengan menyediakan supir pribadi kepada mantan pemain Borrusia Dortmund tersebut. Namun, Dembele malah memecatnya dan mengulangi kebiasaan buruknya tersebut.

Tak heran, Barcelona akhirnya menghukum pemain berkebangsaan Prancis itu. Tak tanggung-tanggung, ia diganjar denda sebesar 100 ribu euro atau sekitar Rp1,6 miliar. Bahkan menurut surat kabara AS Diaro, jumlah denda yang diberikan oleh Blaugrana diprediksi bisa dua kali atau tiga kali lipat lebih banyak sekalipun angka sebenarnya dan detilnya tidak akan diungkap ke publik.

Bahkan yang terbaru, Barcelona memberi ultimatum kepada Dembele dengan melarang pemain yang sudah tampil bersama Timnas Prancis sebanyak 21 pertandingan itu mematikan telepon selulernya. Tidak hanya itu, manajemen klub juga melarangnya memasang mode diam (silent mode) sepanjang malam hari.

Hal tersebut dilakukan agar pihak manajemen maupun pelatih bisa menghubungi dirinya kapan saja sekaligus upaya klub untuk mengamankan dirinya dari incaran klub-klub besar Eropa.

Baca juga
Giampaolo: Quagliarella Harus Dilindungi UNESCO

Ousmane Dembele dan Lionel Messi (Barca Blaugranes)
ousmane-dembele-sb-nation--62879054e8fdebc.jpg

Tak ada yang meragukan kemampuan Dembele di atas lapangan. Di usia muda, ia telah menunjukan skill menawan dan naluri gol yang tinggi. Tak heran membuat Barcelona rela mengeluarkan uang sebesar 105 juta euro atau sekitar Rp1,7 triliun untuk merekrut dirinya dari Dortmund pada musim lalu.

Bahkan, Manajer Ernesto Valverde lebih mengutamakan Dembele untuk direkrut terlebih dahulu ketimbang mendatangkan Philippe Coutinho pasca kepergian Neymar. Sehingga banyak yang menganggap bahwa Dembele merupakan pengganti Neymar.

Di musim ini, Dembele yang akhirnya sembuh dari cedera yang mengerogoti performanya di musim lalu itu mampu menunjukan konsistensi, bahkan pemain yang mengawali karir sepakbola di kesebelasan Stade Rennais FC di Prancis itu terkadang muncul sebagai pemecah kebuntuan di Barcelona.

Salah satu laga yang membuktikan kualitas dari Dembela adalah ketika dirinya mampu mencetak gol indah sekaligus membuat Barcelona kalah dari Tottenham Hotspurs dalam matchday terakhir babak grup Liga Champions yang berakhir dengan skor 1-1.

Tak heran, eks direktur olahraga Barcelona, Robert Fernandez—sosok yang bertanggung jawab atas pembelian Dembele—Itu menghimbau kepada mantan klubnya untuk menjaga dan melindungi pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap tersebut.

"Jika dia membuat kesalahan maka kami harus membelanya dan mencoba untuk mengubah keadaan menjadi menguntungkan bagi kami, kami harus membelanya dengan cara yang sama seperti para pemain lainnya di Barca atau tempat lain. Ousmane adalah pemain muda yang sering membuat kesalahan, namun klub harus membantunya dan menciptakan situasi untuk dirinya menjadi lebih baik,” kata Fernandez seperti dikutip dari Goal International.

"Jika dia sudah berusia 27 tahun maka saya tidak akan merekrutnya, namun dia masih berusia 21 tahun dan itu adalah usia ketika Barcelona mampu untuk memperbaiki kesalahannya. Dia mengalami serangkaian cedera serius musim lalu dan kemudian kambuh, dia tidak bermain selama lima bulan dan berada di bawah tekanan yang luar biasa besarnya. Saya pernah membaca bahwa para kapten telah berbicara dengan Dembele dan jika itu memang benar maka itu sangatlah penting sebab dia akan belajar dari banyak hal,” sambungnya.

Sementara itu, rekan setim Dembele di Barcelona Carles Alena mengatakan bahwa sang pemain sudah bertobat. Untuk itulah, ia mengajak semua stakeholder untuk melindunginya.

“Kami harus merawat Dembele. Ia sudah meminta maaf di hadapan seluruh tim dan ia tahu ia membuat kesalahan. Ia tidak akan terlambat lagi. Ia melakukan beberapa kesalahan namun ia tahu itu dan akan memperbaikinya. Kami tidak bisa ‘membunuhnya’ karena itu,” kata Alena sepeti dikutip dari Four-four Two.

“Hal terpenting adalah seberapa besar ia membantu kami di lapangan. Dan ketika ia meningkatkan hal-hal kecil tersebut [di luar lapangan], ia akan memberikan lebih. Senang melihat sambutan yang ia terima dari fans ketika ia keluar [lawan Spurs]. Kami mengapresiasi ia mendapat dukungan yang dibutuhkan dari suporter dan kami bersamanya sampai akhir,” sambungnya.

Baca juga
Nieky Holzken Masih Lapar Gelar

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : SB Nation | Editor: Andi Wahyudi | 17 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company