image

Menerka Persaingan WRC Musim Depan

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 19 December 2018

SPORTKU.COM

Beberapa nama pereli mulai dikabarkan mengisi slot di setiap tim. Bagaimana kira-kira persaingan tahun depan?

Toyota Gazoo Racing World Rally Team menjadi tim pertama yang mengumumkan pereli barunya untuk musim depan. Setelah dipecat oleh Citroen Total Abu Dhabi, Kris Meeke harus melewati masa kosongnya dari hingar bingar ajang reli dunia, khususnya WRC. Alasan Citroen memecat pereli kelahiran Inggris tersebut karena mereka menilai Meeke terlalu ceroboh ketika balapan, sehingga tim tidak ingin mengambil resiko terlalu besar.

Di balapan terakhirnya (WRC Portugal) mobil Citroen yang dikendarainya mengalami rusak parah akibat jatuh ke jurang. Beruntung Kris Meeke tidak mengalami luka parah. Meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit, dokter mendiagnosa Kris Meeke tidak mengalami cidera serius. Usai dipecat Citroen, Toyota Gazoo Racing pun meminang Kris Meeke untuk mengisi salah satu kursi di tim tersebut.

Meski memiliki kapabilitas yang baik dalam mengemudikan mobil reli, bukan berarti ia bisa dengan mudah tampil sempurna. Banyak hal yang harus ia pelajari mengenai Toyota Yaris WRC tersebut. Terlebih perbedaan spek mendasar antara Yaris dan Citroen yang menjadi pacuan sebelumnya. Peluang Kris Meeke untuk menjadi Juara Dunia WRC  musim depan bisa dikatakan tipis. Hal tersebut menyangkut soal komposisi tim.

Baca Juga :
Kris Meeke Gantikan Esapekka Lappi di Toyota Gazoo Racing WRT 

Mereka masih memiliki Ott Tanak yang menjadi ujung tombak tim agar bisa meraih gelar Juara Dunia. Di tahun ini, Ott Tanak gagal mempersembahkan titel tersebut lantaran ia mengalami hal yang tidak mengenakan di putaran terakhir.

Justru sebaliknya, Sebastien Ogier, pereli M-Sport World Rally Team yang akhirnya mencuri gelar Juara Dunia WRC 2018. Namun, kerja keras Ott Tanak, Esapekka Lappi, dan Jari-Matti Latvala berbuah manis lantaran mereka bisa mempersembahkan Juara Dunia Konstruktor WRC untuk Toyota.

Setelah Kris Meeke resmi berseragam Toyota Gazoo Racing, salah satu pereli mereka, Esapekka Lappi harus hengkang. Entah Toyota yang tidak ingin memperpanjang kontrak atau memang Esapekka Lappi yang memutuskan untuk keluar dari tim tersebut.

Esapekka Lappi, memutuskan untuk hijrah ke Citroen di musim depan. Seperti pertukaran pereli, tapi itu hanya spekulasi saja, bukan menjadi kabar yang seratus persen benar.

Sementara itu, kabar lainnya yang mengejutkan adalah kontrak yang baru saja ditandatangani antara Hyundai Motorsport dan Juara WRC 9 kali, Sebastien Loeb. Pereli asal Prancis tersebut akhirnya memutuskan untuk pindah dan berlabuh bersama Michael Nandan, Kepala Tim Hyundai Motorsport untuk musim depan. Datangnya Sebastien Loeb di kubu tersebut memang memberikan secercah harapan bagi produsen otomotif asal Korea, namun tidak bisa dijadikan tulang punggung untuk merah Juara Dunia WRC 2019.

Baca Juga :
Hengkang dari Citroen, Sebastien Loeb Berlabuh Bersama Hyundai Motorsport

Sebastien Loeb tidak akan berlomba setahun penuh, ia akan berbagi mobil dengan Dani Sordo di tim tersebut. Keduanya merupakan mantan team mate di era Citroen silam. Bagi Sordo, kedatangan Sebastien Loeb menjadi angin segar dan semangat baru untuk tim. Melihat prestasi serta kepiawaiannya, menjadi pertimbangan Sordo untuk mengemukakan alasan tersebut. Apakah bisa Sebastien Loeb membantu Hyundai Motorsport menjadi Juara Dunia?

Pertanyaan yang menarik. Melihat kredibilitas Sebastien Loeb, banyak asa yang diletakan di pundaknya, termasuk Kepala Tim Hyundai Motorsport, Michael Nandan. Namun, sejatinya hal tersebut juga sulit terealisasi. Nandan percaya bahwa komposisi yang saat ini telah dikonfirmasi, akan memberikan sebuah kemenangan bagi timnya di musim depan. Jika hanya menghadapi Ott Tanak seorang diri, mungkin Hyundai Motorsport bisa mengatur strategi, namun, jangan lupakan peran Sebastien Ogier di musim depan.

Ogier, yang baru saja meraih titel keenamnya sebagai jawara WRC, musim depan akan berlabuh di Citroen. Ia memilih untuk meninggalkan Malcolm Wilson di M-Sport Ford World Rally Team. Pekerjaan Sebastien Ogier pun semakin berat di Citroen. Jika melihat persaingan di musim depan, Ogier merasa pesimis di awal musim. Hal ini dikarenakan rival terberatnya Ott Tanah dan Thierry Neuville tidak berganti mobil, berbeda dengan dirinya yang harus melakukan adaptasi dengan Citroen.

Baca Juga :
Sebelum Pensiun, Sebastien Ogier Terima Pinangan Citroen WRC

Melihat fenomena tersebut, masing-masing tim telah memetakan persaingan dan peran dari setiap pereli yang ada. Seperti di Toyota Gazoo Racing WRT, Ott Tanak masih menjadi ujung tombak untuk bisa bertarung dengan Thierry Neuville dan Sebastien Ogier. Sedangkan Kris Meeke dan Jari-Matti Latvala, bisa menjadi back up plan ketika Ott Tanak mengalami nasib yang kurang beruntung di balapan. Fungsinya adalah untuk mengamankan poin kejuaraan konstruktor.

Begitu pula di kubu Hyundai dan Citroen, pereli Thierry Nevuille dan Sebatien Ogier, masih menjadi pereli nomor wahid yang harus mengejar kemenangan. Porsi mereka berdua akan lebih besar tanggung jawabnya untuk membawa gelar Juara Dunia. Sementara Sebastien Loeb (Hyundai Motorsport) dan Esapekka Lappi (Citroen) mungkin mereka akan berbagi tugas untuk mengacak-acak poin di kejuaraan agar tidak ada tim yang mendominasi.

Memang Ott Tanak menjadi pereli yang dijagokan di tahun ini, namun kenyataannya adalah Sebatien Ogier mampu memutar balikkan keadaan di lapangan. Ia berhasil memberikan kesan yang dalam kepada rivalnya mengenai kans menjadi Juara Dunia. Padahal, di beberapa seri, Ogier malah melempem dan seperti kehilangan performanya. Namun di balik itu, ia berhasil membuktikan dan membayar keragu-raguan orang terhadap dirinya.

Persaingan tahun depan akan semakin lebih ketat lantaran pereli resmi berganti baju dan kendaraan. Hanya Ott Tanak dan Thierry Neuville yang masih menggunakan mobil yang sama. Peluang keduanya cukup besar, namun tidak bisa dipastikan mereka akan menjadi jawara. Pertanyaan menariknya adalah, mampukah Ogier mempertahankan singgasananya, atau justru akan tersingkir oleh Ott Tanak atau Thierry Neuville?

Baca Juga :
Hyundai Motorsport Pensiunkan Hayden Paddon untuk Musim Depan

 

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 19 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company