image

Jadwal Kejurnas IRS 2018 Banyak Dikeluhkan

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 19 December 2018

SPORTKU.COM

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indospeed Race Series (IRS) 2018 telah mencapai puncaknya pada 12-13 Desember lalu.

Ajang balap motor di Indonesia dengan label Kejurnas IRS masih menjadi yang paling bergengsi. Pasalnya, pada setiap musimnya balapan tersebut memperebutkan dua gelar juara nasional. Masing-masing untuk Kelas Sport 150 dan Sport 250.

Dengan berakhirnya Kejurnas IRS 2018, maka keluar pula pebalap dengan gelar sebagai pebalap terbaik musim ini. Puncaki klasemen akhir Kejurnas IRS 2018 Kelas Sport 150 adalah Richard Taroreh, pebalap Yamaha Yamalube FDR SSS NHK 549 Kaboci Racing Team itu berhasil mengumpulkan total 190 poin.

Richard Taroreh memang sudah tampil kuat sejak seri pembuka pada pertengahan Maret lalu. Dirinya berhasil finish di podium ke-3 pada Race 1 dan finish terdepan di Race 2. Richard Taroreh kembali menangi balapan di Race 1 Seri 2, Race 2 Seri 3, dan Race 1 Seri 5.

Kemenangan Richard Taroreh sekaligus memupus harapan Reynaldi Pradana atau yang akrab disapa Rere. Pebalap Yamaha Yamalube Aspira Premio Nissin FSCM KYT SYS HDS Racing itu akhirnya tetap harus puas di posisi kedua. Rere pun tertinggal cukup jauh dengan selisih 80 poin dari Richard Taroreh.

Kemenangan Richard Taroreh ini kembali mengukuhkan dirinya sebagai juara bertahan. Taroreh juga merupakan juara nasional di Kejurnas IRS 2017 lalu untuk kelas yang sama. Bukan hanya Richard Taroreh yang kembali meraih gelar juara nasional. Bahkan Yamaha R15 untuk ketiga kalinya mencapai hasil itu. Gelar juara nasional musim 2016 lalu diraih oleh Syahrul Amin.

Sementara itu, juara nasional di Kelas Sport 250 menjadi milik Fitriansyah Kete. Perebutan gelar juara nasional di kelas ini memang cukup menegangkan. Pasalnya, Fitriansyah Kete yang sebelum seri penutup berada di puncak klasemen masih bisa tersaingi oleh Awhin Sanjaya.

Beruntung, Fitriansyah Kete berhasil double winner. Dengan tambahan 50 poin, pebalap satelit dari Astra Motor Racing Team (ART) Yogyakarta tersebut keluar sebagai juara nasional di Kejurnas IRS Kelas Sport 250. Fitriansyah Kete menutup musim balap 2018 dengan kemasan 198 poin.

Harus puas di posisi kedua klasemen akhir adalah Awhin Sanjaya yang tak lain merupakan pebalap tim pabrikan Astra Honda Racing Team (AHRT) dengan 154 poin. Reynaldo Ratukore, pebalap andalan Yamaha Yamalube Cargloss Mandiri Nissin IRC Racetech RRS Racing Team tertinggal di posisi ketiga dengan 132 poin.

Baca Juga
5 Atlet Menjadi Mualaf di Indonesia

 

Kendala di Kejurnas IRS 2018 

Sepanjang musim 2018 pun Kejurnas IRS melawati banyak dinamika. Hal utama yang menjadi topik pembicaraan banyak orang adalah mengenai jadwal. Dari edaran awal Indospeed Motorsport Club (IMC) sebagai penyelenggara Kejurnas IRS, balapan tersebut akan dilaksanakan sebanyak 6 seri.

Akan tetapi, para pebalap harus gigit jari. Pasalnya, balapan pada akhirnya hanya dipentaskan sebanyak 5 seri. Itu saja tidak sesuai dengan jadwal yang dirilis. Jadwal selalu saja berubah pada setiap serinya, kecuali seri pembuka yang sesuai jadwal yaitu pada 17-18 Maret lalu.

Namun masuki putaran kedua, IMC terpaksa melakukan perubahan jadwal. Seri 2 yang sejatinya dijadwalkan pada 5-6 Mei diganti menjadi 30 Juni - 1 Juli. Sedangkan Seri 3 yang sebelumnya tertanggal 21-22 Juli bergeser menjadi 28-29 Juli. Namun Seri 3 Kejurnas IRS 2018 baru bisa dihadirkan pada 28-29 Agustus.

Maka dua seri pamungkas Kejurnas IRS 2018 pun ikut melenceng dari jadwal. Seri 4 baru dilaksanakan pada tanggal 24-25 November. Dan seri penutup Kejurnas IRS 2018 diselenggarakan pada tanggal 12-13 Desember lalu. Itu pun terpaksa harus mengambil hari Rabu dan Kamis bukan di akhir pekan seperti pada umumnya.

Kondisi tersebut membuat Stevi Gunardi selaku Event Manager Kejurnas IRS mulai melakukan berbagai strategi untuk menghadapi musim berikutnya. "Untuk musim 2019 InsyaAllah 5 putaran saja. Karena musim 2019 tahun Pilpres, banyak kendala-kendala. Mulai jalan seri setelah Pilpres berlangsung," ungkapnya.

"Kalau evaluasi saya dari penyelenggaraan Kejurnas IRS 2018 mungkin soal jadwal yang kadang berubah-ubah. Terkadang kita sudah siap-siap, eh jadwal tahu-tahunya diundur. Paling kacau memang jadwal, masih lebih bagus kalau jadwal mundur daripada maju. Hadiah kalau boleh juga dinaikkan," ungkap Richard Taroreh.

"Selama satu musim Kejurnas IRS 2018 dengan jadwal yang gak sesuai, tentunya sangat membingungkan buat tim dan pebalap. Soalnya persiapan balap itu tidak bisa dadakan, jadi schedule yang ditetapkan harus pasti. Kalau kayak gini kan ada tim yang sudah prepare dari jauh hari ternyata jadwal ditunda. Masukan saya buat tahun depan, jadwal saja yang lebih dimaksimalkan," jelas Nico Julian yang turun di Kelas Kejurnas Sport 250 dan OMR CBR250.

"Untuk tahun-tahun depan mungkin penyelenggara lebih fokus ke jadwal yang harus dirapikan. Kalau soal balap mau hari Sabtu-Minggu atau hari biasa, kita sebagai pebalap ya siap-siap saja. Masukan buat penyelenggara dari saya gak ada, menurut saya sudah bagus. Cuma di penjadwaln saja," beber Rey Ratukore.

"Sekarang kalau kita komplain terus siapa lagi yang mau buat event balap? Mereka doang yang sudah berjasa mau bikin balapan. Kalau tidak ada balapan kita juga repot. Jadi ya masukannya soal jadwal saja, karena juga banyak faktor yang membuat jadwal molor seperti faktor cuaca yang kita gak tahu," tutup Rey Ratukore.

Semoga musim-musim berikutnya gelaran balap semakin lebih baik lagi.

Baca Juga
Lorenzo dan Rossi, Antara Kawan atau Lawan

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 19 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company