image

Asa Timnas Indonesia Bersama Simon McMenemy

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 20 December 2018

SPORTKU.COM

PSSI sudah resmi mengumumkan Simon McMenemy sebagai pelatih baru timnas Indonesia senior pada Kamis (20/12). 

Usai sudah teka-teki siapa pelatih skuat Garuda setelah gagal total di Piala AFF 2018 lalu. Setelah melakukan rapat Komite Eksekutif (Exco), PSSI akhirnya mengumumkan para pelatih timnas Indonesia pada semua kategori.

Untuk timnas senior ada Simon McMenemy. Kemudian, nama Indra Sjafri terpilih sebagai juru racik timnas U-22, Bima Sakti yang sebelumnya melatih tim senior harus turun menangani timnas U-16. Sedangkan timnas wanita tetap dipegang oleh Rully Nere.

Terpilihnya Simon pastinya menimbulkan pertanyaan besar, apakah mantan pelatih Bhayangkara FC itu bisa mengangkat prestasi Indonesia? Atau malah sebaliknya. 

Sebelum terpilih, ada dua kandidat lain yang santer dikabarkan menjadi kandidat, yakni Stefano Teco Cugurra dan Robert Rene Alberts. Akan tetapi, khusus untuk Simon, dirinya memang sudah lama menjadi kandidat, bahkan sebelum dimulainya Piala AFF 2018 lalu. 

Jika melihat rekam jejaknya sebagai pelatih, bisa dibilang Simon mungkin salah satu pelatih asing terbaik yang ada di Indonesia saat ini. Memulai karier kepelatihan bersama klub kasta ke-9 di Inggris, Haywards Heath Town pada 2009 lalu, Simon kemudian datang ke Filipina untuk menangani The Azkals. 

Kala itu, Federasi Sepak Bola Filipina terkesan dengan presentasi yang dilakukan Simon dan langsung memberi tugas berat di Piala AFF 2010. Hasilnya? Tanpa diduga, Filipina yang selama ini menjadi bulan-bulanan, mampu menembus semifinal sebelum dikalahkan Indonesia.

Simon membuat Bhayangkara tampil konsisten dua musim terakhir

bhayangkara-vs-persija-liga-34682490296ea3b.JPG

Baca Juga :
Parade 5 Gol Terbaik Piala AFF 2018

Pertama kali melatih tim nasional dan sukses mengantarkan hingga fase empat besar tentu prestasi besar bagi Simon. Setelah menukangi Filipina, Simon memulai petualangannya di Asia Tenggara. Vietnam menjadi negara kedua yang disinggahi saat dia menerima pinangan klub Vietnam, Dong Tam Lom An 2011 lalu. 

Baru setelah Vietnam, pria yang berasal dari Skotlandia tersebut menuju Indonesia. Mitra Kukar menjadi pelabuhan pertama di Indonesia pada 2011/2012 sebelum dirinya bergabung dengan Pelita Bandung Raya di tahun 2013. 

Setelahnya, ia pun melanjutkan karier di klub Maladewa, New Radian dan klub Filipina, Loyola Meralco Sparks sampai 2016. Barulah di tahun 2017, Simon memutuskan kembali ke Indonesia dan menangani Bhayangkara FC. Bersama Bhayangkara, mungkin banyak yang tidak akan menyangka karena pada akhirnya, Simon sukses mempersembahkan gelar Liga 1 di edisi perdana. 

Meski di tahun  keduanya tidak bisa mempertahankan gelar, namun klub berjuluk The Guardian tampil konsisten sehingga mengakhiri kompetisi di urutan ketiga di Liga 1 2018. Atas dasar itu pula, mungkin PSSI memilih dirinya untuk menukangi Evan Dimas Cs. 

Dengan CV yang sudah mumpuni dan pengalaman di sepak bola Indonesia, untuk saat ini rasanya nama Simon memang yang paling tepat untuk Indonesia.

“Ada dua tiga poin sebelum kita putuskan. Target timnas, kedua sumber daya pemain, pola kompetisi, termasuk kekuatan finansial untuk mendukung program. Dan dari situ Simon layak dengan keinginan kami, track record dia sangat pas dengan target kami,” jelas Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. 

Dalam beberapa kesempatan terakhir, Simon memang menyatakan ketertarikannya menjadi juru taktik Indonesia. “Kalau ada tawaran dari timnas saya mau karena itu membuat saya bangga,” ucapnya.

Ucapan dari Simon menjadi bukti bahwa dirinya berambisi menangani Indonesia. Dengan terwujudnya keinginan Simon, seluruh masyarakat Indonesia tentu sangat berharap dirinya mampu memuaskan dahaga pecinta sepak bola tanah air yang ingin melihat Garuda terbang tinggi. 

Tidak perlu membicarakan trofi atau peluang juara di setiap turnamen yang diikuti. Yang terpenting, Simon bisa membawa angin segar dan pemikiran sepak bola yang jelas seperti di bawah komando Luis Milla, atau bahkan lebih bisa lebih baik. Sekarang kita sebagai pecinta sepak bola, harus terus memberi dukungan sambil meretas asa bersama Simon McMenemy.

Selamat bekerja coach!

bhayangkara-vs-persija-liga-77376ad960bf3db.JPG

Baca Juga :
Catatan Liga 1 2018: Penuh Drama dan Klimaks Untuk Persija

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 20 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company