image

Perang Dingin Pedrosa dengan Honda Pecah

Text : Suhartono | Photo / Video : Repsol Honda | Editor: Andi Wahyudi | 21 December 2018

SPORTKU.COM

Genderang perang antara Dani Pedrosa dengan Honda dimulai pasca Alberto Puig melontarkan kalimat tak menyenangkan.

Tak ada yang meragukan kesetiaan Dani Pedrosa terhadap Repsol Honda. Faktanya memang Pedrosa begitu setia menjadi pebalap Honda. Sejak memulai kariernya sebagai pebalap profesional, Pedrosa bahkan sudah menggeber motor balap Honda.

Saat itu di tahun 2001 silam, Pedrosa melangkahkan kakinya di Kejuaraan Dunia GP125 -kini Moto3-. Pebalap asal Spanyol itu dibekali Honda RS125 dan bernaung di Telefonica Movistar Junior Team. Hingga Tahun 2003 Pedrosa geber motor tersebut dan sempat mempersembahkan gelar Juara Dunia.

Kesuksesan Pedrosa di GP125 membuat Honda semakin kepincut. Pabrikan asal Jepang itu lalu merekrutnya untuk balapan di kelas yang lebih tinggi. Pedrosa mulai membalap di GP250 -kini Moto2- dengan tunggangan Honda RS250R. Selama dua musim -2004 dan 2005-, Pedrosa sukses membawa Honda sebagai juara dunia.

Bermodalkan tiga gelar juara dunia, nama Pedrosa semakin mentereng. Repsol Honda Team akhirnya memboyong Pedrosa untuk ikut bersaing di kelasnya para dewa. MotoGP 2006 menjadi cikal bakal Pedrosa untuk melanjutkan kariernya sebagai pebalap papan atas yang punya bekal mumpuni.

Namun harapan Honda untuk menggenapi raihan juara dunia dengan Pedrosa di MotoGP tak pernah terwujud. Sepanjang aksinya di MotoGP hingga musim 2018 berakhir, tak ada satu pun gelar Juara Dunia MotoGP yang direngkuh oleh Pedrosa. Prestasi Pedrosa mentok di peringkat runner up pada musim 2007, 2010, dan 2012.

Pedrosa hanya bisa mempersembahkan 31 kemenangan dari 217 kali balapan di Kelas MotoGP. Sedangkan dari 217 kali balapan, Pedrosa memberikan 112 podium -termasuk 31 kemenangan- untuk tim Repsol Honda. Karier Pedrosa pun berakhir setelah dirinya memilih pensiun dari balap MotoGP.

Baca Juga
3 Sirkuit Legendaris di Jepang

Hubungan panas Pedrosa dengan Honda dimulai

Pedrosa dinilai sebagai salah satu pebalap yang tak pernah meluapkan kekesalannya. Kepada para pesaingnya pun, jarang sekali Pedrosa terlibat perseteruan. Namun kali ini, Pedrosa merasa berang dan 'terhina' dengan ucapan Alberto Puig yang tak lain adalah Team Manager Repsol Honda.

Hubungan panas antara Pedrosa dengan Honda dimulai ketika Puig menyebut jika pebalap dengan nomor punggung 26 itu tak memiliki ambisi untuk menjadi Juara Dunia MotoGP. Padahal, Puig merupakan manajer pribadi Pedrosa sebelum berpisah pada akhir 2013.

Mereka kembali bersama dalam keadaan yang sangat berbeda ketika Puig masuk ke dalam skuat Repsol Honda dan menjabat sebagai Team Manager sejak tahun 2018. Hubungan Pedrosa dan Puig semakin memburuk setelah Pedrosa mengambil keputusan untuk hengkang dari Repsol Honda.

Sejatinya, hubungan panas antara Pedrosa dengan Honda sudah dimulai sejak musim 2018 masih berjalan. Dimulai dengan pengumuman Pedrosa yang tak memperpanjang kontrak dengan Repsol Honda. Setelah itu, Repsol Honda juga mengumumkan masuknya Jorge Lorenzo sebagai pengganti Pedrosa.

Saat itu, muncul pula indikasi jika Pedrosa dipecat Honda. Meski saat Pedrosa mengumumkan tak melanjutkan kontrak dengan Repsol Honda, itu adalah keputusan yang diambil bersama. Bukan salah satu pihak yang mengambil keputusan. Jadi bukan Honda atau Pedrosa yang memutus kontrak.

Akan tetapi, Puig justru menguatkan indikasi dipecatnya Pedrosa oleh Honda. Sebagai Team Manager, Puig memang punya wewenang untuk melakukan perombakan formasi pebalap. Kala itu, Puig juga menunjukkan bahwa dari sisi HRC, memang sudah waktunya terjadi perubahan formasi pebalap.

"Setelah 13 tahun di tim, kami ingin melihat kemungkinan lain. Lorenzo, seperti yang Anda tahu, adalah juara di MotoGP dan merupakan pilihan yang sangat menarik. Kami ingin melihat motor kami dengan pebalap lain," ujar Puig yang memperkuat opini publik tentang pemecatan Pedrosa oleh Honda.

"Saya pikir Dani memiliki karier yang sangat panjang dengan Honda dan banyak peluang. Jadi kami memutuskan untuk mencoba pebalap lain. Itu adalah keputusan perusahaan," lanjut Puig. Pernyataan tersebut semakin memperjelas bahwa Puig berada di belakang kendali pemecatan Pedrosa.

Meski demikian, HRC membantah telah melakukan pemecatan terhadap Pedrosa. Honda menolak mentah-mentah anggapan tersebut. "Setelah kami menerima keputusan tentang Dani, dia meninggalkan HRC. Kami menerima keputusan Dani, karena kami menghormatinya," ungkap Tetsuhiro Kuwata, Direktur HRC.

"Dan kemudian setelah itu kami mulai memikirkan pebalap pengganti. Kemudian kami membuat keputusan beberapa hari setelah informasi Dani," sambung Kuwata.

Kini Pedrosa telah mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Tak lagi dianggap penting oleh Honda, dirinya berlabuh ke KTM dan menjalani peran baru sebagai test rider. Akankan perseteruan Honda dan Pedrosa terus berlanjut?

Baca Juga
5 Atlet Menjadi Mualaf di Indonesia

Text : Suhartono | Photo / Video : Repsol Honda | Editor: Andi Wahyudi | 21 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company