image

Duel Fadil-Setiawan Santoso Memonopli Podium di ETCC 3000? Ini Kata Penyelenggara

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Sonny Hastara | 22 December 2018

uploads/news/2018/12/persaingan-fadil-setiawan-jadi-monopoli-878845bddcf0eca.JPG

Persaingan Fadil-Setiawan Jadi Monopoli Podium?

galery-issom-seri-5-7412332f087ac09
galery-issom-seri-5-94966bdc5832b6f
galery-issom-seri-5-204667f6b206c8d
issom-seri-6-2018-65389e4694e5f9c
setiawan-santoso-issom-2213548420ad340
SPORTKU.COM

Pertarungan sengit Fadil dan Setiawan Santoso di ETCC 3000 membuat pebalap lainnya sulit untuk meraih podium pertama di gelaran tersebut.

Setelah Setiawan Santoso memutuskan untuk ikut serta dalam pertarungan ETCC 3000 Pro di pertengahan tahun 2016, Ahmad Fadillah Alam (Fastron Jakarta Ban Racing Team) seperti mendapat rival baru di kelasnya. Sebelum Setiawan Santoso datang dengan BMW M3 E46, Fadil yang tergolong pebalap muda sukses membungkam lawan mereka yang notabene lebih senior. Dengan menggeber BMW E36 berkelir putih orange, Fadil menjadi langganan pertama dalam perolehan podium pertama.

Namun, setelah Setiawan Santoso hadir, semua berubah. Fadil mendapatkan perlawanan yang setara dari pebalap berkacamata tersebut. Selain kualitas mobil BMW M3 yang mumpuni, kemampuan balap dari seorang Setiawan pun juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Berdasarkan gosip yang beredar, Setiawan Santoso memang gemar memacu adrenalin dengan menggeber mobil supercar seperti Ferrari di lintasan sirkuit di luar negeri. Hal ini pun terjawab lewat laman resmi sosial media miliknya.

Kembali ke dalam pertarungan antara Fadil dan Setiawan. Di awal musim 2018, pergantian juara di podium pertama ETCC 3000 Pro silih berganti. Yang menjadi langganan memang mereka berdua, terkecuali jika salah satu dari mereka berhalangan hadir, maka pebalap lainnya seperti Rudi SL dan Benny Santoso yang berkesempatan untuk dapat menikmati podium tersebut. Namun, selama ada Fadil dan Setiawan, podium pertama sudah bisa diprediksikan akan menjadi milik dari mereka.

Baca Juga :
Analisa Penyelenggara ETCC Indonesia Terkait Penurunan Peserta

 

Dengan fenomena tersebut, persaingan di ETCC 3000 semakin sengit. Benar, kalau kita bicara persaingan, memang yang mereka tampilkan di atas lintasan membuat penonton terkesima. Apalagi kalau ada aksi saling salip di antara keduanya, itu adalah tujuan utama dari promotor kejuaraan tersebut. Namun untuk bicara 'fair play' di antara seluruh peserta pro, ini menjadi sedikit membosankan. Ibaratnya, yang menang sudah pasti dia lagi dia lagi. Kalau pun ada pebalap lain yang berhasil mendulang podium pertama, mungkin bisa diumpamakan sebagai ampasnya dari mereka berdua.

Melihat fenomena tersebut, Andre Dumais, selaku salah satu founder ETCC Indonesia, akhirnya bersedia buka suara. Menurutnya, itu memang tak luput dari pandangan ia sebagai penyelenggara untuk menyajikan balapan yang memiliki nilai persaingan sangat tinggi. Sehingga dengan latar belakang hal tersebut, ia pun akan menyempurnakan regulasi agar persaingan semakin kompetitif antara Porsche dan BMW di ETCC 3000.

setiawan-santoso-issom-2213548420ad340.jpg

"Terus terang sebagai penyelenggara kita punya concern. Kita kan mengamati balapan dan dapat input langsung dari pebalap. Kita juga harus lihat lagi spek dan regulasi, dan itu terjadi di tahun ini. Kita lihat tim Porsche (Fastron Jakarta Ban Racing Team), dia tidak melawan dengan mobil Fadil dan Setiawan, bahkan dengan Benny Santoso pun tidak melawan. Karena sebenarya standar Porsche ini kan bannya di 305, tapi kita tahan di besaran 265, supaya waktu itu agar fair dan kompetitif antar brand. Ternyata upgrade yang dilakukan di BMW lebih maksimal," buka Andre Dumais kepada SPORTKU.

Penyempurnaan regulasi tersebut pun bukan semata-mata menganak emaskan Porsche di ajang tersebut. Dume membantah hal tersebut, baginya, itu bukan sebuah keistimewaan untuk tim balap tersebut. Melainkan, untuk memberikan tontonan yang menarik dan tidak membosankan dengan pebalap yang itu-itu saja menjadi langganan podium. Paling tidak, ia ingin ada persaingan yang lebih sengit di antara setiap brand dan pebalap yang terjun di kelas tersebut.

Baca Juga :
Pebalap Indonesia yang Berkarir di Asia

 

"Dapat inputan dari pebalap, agar besaran ban untuk Porsche dibuka (disesuaikan) lagi. Tahun lalu pun kita sesuaikan, tapi di sektor beban untuk Porsche. Ternyata memang BMW memang lebih advance, dan memang ada dua issue di penyelenggara, antara lain spek kendaraan dan lebar ban. Itu bakal kita bahas di rapat Dewan Komisi Teknik (DKT), dan memang itu masuk akal, tambahnya.

Jika melihat dari sudut pandang persaingan, pria yang akrab disapa Dume ini, juga setuju bahwa antara Fadil dan Setiawan memberikan tontonan yang menarik. Namun, ia melihat ada perbedaan karakter antara kedua pebalap tersebut. Ia pun memberikan apresiasinya terhadap kedua pebalap tersebut yang mampu tampil pol-polan di setiap seri Kejurnas ETCC 3000 pro.

"Jadi begini, kalau melihat dua-duanya, mereka sama bagusnya, Tapi memang ada beda karakter, Fadil lebih cool, kelihatan dari on boardnya. Setiawan, juga punya nyali yang sama besar, dan keberanian yang besar. Tapi kalau bicara spesifikasi mesin mobil, mereka berdua masih sama imbang," imbuh Dume.

Penyempurnaan regulasi tersebut juga telah menjadi sorotan dari penyelenggara sejak persaingan mereka berdua terjadi di beberapa seri lalu. Sehingga, untuk musim depan, regulasi akan lebih disempurnakan lagi guna memberikan persaingan yang lebih kompetitif di setiap seri. Terlebih, Porsche bisa menjadi kuda hitam di antara Fadil dan Setiawan Santoso.

Baca Juga :
Rudi SL Tuntaskan Puasa Gelar Juara Nasional 2018

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Sonny Hastara | 22 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

5 Fakta Baru di TTI

5 Fakta Baru di TTI

CIRCUIT
Safety Car McLaren British GT

Safety Car McLaren British GT

SPORTCAR
Bridgestone Tetap Eksis di Motorsport

Bridgestone Tetap Eksis di Motorsport

CIRCUIT
Mobil Balap Baru Toyota

Mobil Balap Baru Toyota

SPORTCAR

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company