image

Mampukah Cesare Prandelli Selamatkan Genoa?

Text : Handy Fernandy | Editor: Andi Wahyudi | 23 December 2018

SPORTKU.COM

Mampukah Cesare Prandelli membawa Genoa FC selamat dari jurang degradasi di Serie A musim 2018/2019 kali ini?

Genoa FC resmi menunjuk Cesare Prandelli sebagai pelatih baru klub berjuluk Il Grifoni. Pelatih berusia 61 tahun itu sebagai suksesor dari Ivan Juric—pelatih yang dipecat beberapa waktu lalu atas serangkaian hasil buruk yang diraih oleh klub di mana dari sembilan pertandingan, ia hanya mampu mempersembahkan tiga poin saja.

Prandelli yang menandatangani kontrak selama satu setengah musim atau baru berakhir pada musim panas 2020 mendatang itu ditugaskan untuk membangkitkan Genoa dari keterpurukan di Serie A musim 2018/2019 kali ini.

Padahal di awal musim, Genoa sempat mengejutkan dengan sukses meraih 12 poin dari enam pertandingan awal di Serie A. Bahkan, Juric mampu mengorbitkan pemain muda asal Polandia, Krzysztof Piatek dengan menjadi top skor sementara Serie A.

Namun, sejak Piatek berhenti mencetak gol, maka kemenangan pun tak kunjung didapat oleh Genoa, bahkan meski dirinya sempat mencetak gol, kesebelasan yang berkandang di Luigi Ferraris juga tak mampu bangkit.

Tak hanya itu, Juric juga meninggalkan warisan sebagai tim yang paling banyak kebobolan kedua di Serie A dengan kemasukan 33 gol dalam 16 pertandingan.

Genoa sendiri bukan tanpa alasan menunjuk Prandelli sebagai pelatih mereka. Meski mantan pelatih Timnas Italia itu sudah delapan tahun lamanya tak melatih di Serie A. Meski demikian, kemampuan pelatih yang mengawali karir sebagai pelatih Primavera Atalanta itu diharapkan bisa membawa klub kembali tampil impresif.

Di laga debutnya bersama Genoa, Prandelli yang dikenal dikenal sebagai sosok yang cerdas dalam meracik taktik itu sudah menunjukan bahwa ia bisa membaca kelebihan dan kekurangan timnya. Mantan pelatih Galatasaray itu berani memodifikasi paket taktik milik Juric yang sebelumnya 3-4-1-2 menjadi 3-5-2 flat. Hasilnya, imbang dengan skor 1-1.

Di pertandingan kedua, Genoa juga mampu menunjukan kebangkitan meski kalah dengan skor 4-3 atas Roma. Dan di laga ketiga, Genoa akhirnya mampu meraih kemenangan melawan Atalanta dengan skor akhir 3-1. Hanya butuh tiga pekan bagi Prandelli untuk bisa membawa tim bangkit.

cesare prandelli (Sportmediaset)
cesare-prandelli-espn--63595eddc968b25.jpg

Baca juga
Antusias FDR di Final Indoclub Championship 2018

Kaya Pengalaman dan Berprestasi

Adapun yang menjadi rahasia kemenangan Genoa melawan Atalanta bahwa Prandelli mampu meningkatkan kualitas taktis dan ia sendiri dikenal sebagai sosok motivator ulung. Ingat, terakhir kali Timnas Italia meraih sukses, yakni mampu menjadi finalis Piala Eropa 2012 silam adalah atas andil dirinya.

Sejak memulai karir sebagai pelatih pada tahun 1990, Prandelli memang dikenal sebagai sosok cerdas. Kesuksesan pertama yang ia raih sebagai pelatih adala mengantakan Hellas Verona juara Serie B pada musim 1998/1999 sekaligus promosi ke Serie A

Setelah itu, ia mampu membawa klub asal Serie B lainnya, Venezia promosi ke Serie A pada tahun 2000/2001 silam.

Jejak kehebatan di Serie A yang dibuat oleh Prandelli juga masih dapat dikenang di mana ia mampu membuat Parma menjadi salah satu kuda hitam di Serie A, bahkan ia berhasil mengorbitkan duet Adrian Mutu dan Adriano sebagai penyerang mematikan di kompetisi tertinggi di Italia tersebut.

Namun, pengaruh Prandelli yang paling terasa saat dirinya menangani FIorentina pada tahun 2005 silam. Ia sukses mengantarkan La Fiola yang sebelumnya dipandang sebelah mata itu menjadi tim langganan Eropa.

Bahkan puncaknya adalah ketika dirinya meraih penghargaan sebagai pelatih terbaik Serie A pada musim 2007/2008 dan Oscar del calico setahun setelahnya.

Kesuksesan dirinya di Fiorentina pun membuat Prandeli ditunjuk untuk melatih Timnas Italia pada tahun 2010 lalu. Ia menjadi pelatih yang mampu menaklukan pemain bengal macam Mario Balotelli, bahkan dirinya yang membuat sang pemain menjadi momok menakutkan bagi lawan.

Dengan segala pengalaman dan prestasi yang sudah diraih Prandelli di masa lalu, tentu manajemen Genoa tak hanya berharap sang pelatih menyelamatkan tim dari zona degradasi, namun juga berkeinginan agar klub tersebut bisa bersaing di papan atas—sama seperti yang ia lakukan saat di Parma dan Fiorentina.

Baca juga
Akhirnya, Egy Maulana Debut di Liga Polandia

Text : Handy Fernandy | Editor: Andi Wahyudi | 23 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company