image

Apa yang Diharapkan Manchester United dari Ole Gunnar Solskjaer?

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sport Ilustrated | Editor: Andi Wahyudi | 26 December 2018

SPORTKU.COM

Belum memiliki catatan impresif sebagai manajer sepakbola, lantas apa yang membuat Manchester United menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih?

Manchester United telah resmi menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer baru untuk menggantikan Jose Mourinho yang dipecat. Pria asal Norwegia itu berstatus sebagai manajer sementara sampai musim 2018/2019 berakhir.

Meski demikian, tugas Solskjaer tidaklah mudah. Ia dituntut untuk mengembalikan Manchester United ke habitatnya, yakni zona papan atas. Pasalnya, klub yang bermarkas di Old Trafford itu masih terjerembab di papan tengah di klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Solskjaer sendiri sejatinya memulai debut sebagai pelatih United dengan gemilang di bawah taktik arahannya, Paul Pogba cs mampu menampilkan permainan menyerang—sesuatu yang langka dalam dua tahun terakhir—dan menang dengan skor cukup telak, yakni 5-1 dari Cardiff City.

Meski demikian, penunjukan Solskjaer sendiri masih menghadirkan tanda tanya bagi sebagian besar orang lantaran pria yang berstatus sebagai legenda klub itu dianggap tak memiliki prestasi yang signifikan ketika melatih.

Saat menjadi pemain, tak ada yang menyangsikan kemampuan pria yang mendapatkan julukan “The Baby-Faced Assassin” itu bersama Manchester United. 11 tahun berkarir bersama klub berjuluk The Red Devils itu ia sukses mencetak 123 gol dari 359 laga di semua kompetisi.

Tak hanya itu, Solskjaer juga mampu mempersembahkan enam trofi Premier League, dua Piala FA, dan satu gelar juara Liga Champions bagi klub.

Namun ketika memutuskan sebagai pelatih, Solskjaer belum menunjukan tajinya sebagai pelatih dengan reputasi sebagai pelatih hebat. Memang, ia pernah mengantarkan tim MU Reserve sebagai kampiun Liga Primer Inggris Reserver pada musm 2009/2010 serta beberapa kali menjuarai Liga Norwegia bersama Molde.

Baca juga
Ucapan Selamat Natal Pebalap F1

Ole Gunnar Solskjaer rayakan kemenangan dengan Paul Pogba dan Fred (Fox Sports Asia)
ole-gunnar-solskjaer-sport-8321639c31945a7.jpg

Namun, ketika menangani Cardiff City di pada tahun 2014 lalu, Solskjaer gagal total dan hanya mampu meraih tujuh kemenangan dalam 30 laga dan mengantarkan tim asal Wales itu terdegradasi di Divisi Championship.

Lantas hal apa yang membuat MU justru menentukan pilihan kepada Solskjaer? Hal pertama yang cukup dianggap genting adalah bahwa pelatih berusia 45 tahun itu diharapkan bisa membuat pemain bintang mereka bertahan.

Sebelumnya di era Mourinho, hanya mampu membujuk Marouane Fellaini dan Chris Smailing untuk tanda tangan kontrak. Sementara pemain macam David De Gea dan Anthony Martial masih enggan memperbarui ikatan kontrak kepada klub.

Sosok Solskjaer yang dianggap legenda di MU serta pendekatannya kepada pemain yang dianggap lebih friendly ketimbang Mourinho diharapkan bisa menarik simpati pemain untuk bisa memperpanjang masa kontraknya.

Hal kedua yang diharapkan bisa dilakukan oleh Solskjaer dengan menukangi MU adalah agar dirinya bisa kembali menghadirkan suasan positif di tim. Sebelumnya, kondisi ruang ganti klub sangat buruk lantaran pendekatan Mourinho yang arogan kepada pemain.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Mourinho tak akur dengan para punggawa MU, salah satu pemain yang dikabarkan berseteru dengan pelatih asal Portugal itu adalah Paul Pogba. Bahkan hal tersebut membuat pemain asal Prancis itu kehilangan statusnya sebagai wakil kapten.

Akibat dari permusuhan tersebut, Mourinho kerap tak memainkan Pogba dengan beragam alasan, salah satunya adalah kondisi tidak fit lantaran cedera.

Penampilan Pogba pun kerap di bawah standar saat bermain bagi MU. Namun, hal berbeda ditunjukan sang pemain ketika membela Timnas Prancis di mana ia menjadi salah satu pemain kunci kesuksesan Les Blues menjuarai Piala Dunia 2018 lalu.

Untuk itulah, sosok Solskjaer diharapkan bisa membuat Pogba kembali bersinar. Hal tersebut nampaknya bisa terwujud dalam waktu cepat mengingat di bawah kendalinya mantan pemain Juventus itu tampil luar biasa di laga debut Solskjaer sebagai pelatih MU di mana sang pemain mampu menciptakan dua asisst.

Yang ketiga, tentunya Solskjaer pun diharapkan bisa memimpin MU untuk meraih prestasi setinggi mungkin di akhir musim. Memang masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa pria yang keluar sebagai pencetak gol kemenangan United di final Liga Champions tahun 1999 itu telah menunjukan keberhasilan merestorasi klub dengan bermain aktraktif hanya dalam melihat laga perdana. Perlu banyak pertandingan untuk menunjukan bahwa ujian sesungguhnya di masa depan adalah terkait konsistensi.

Namun semua berharap agar semoga Solskjaer mampu melewati tahap ini dan bukan tidak mungkin justru statusnya akan dipermanenkan sebagai manajer tetap di musim depan.

Baca juga
New Corolla Hatchback Ikut BTCC

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sport Ilustrated | Editor: Andi Wahyudi | 26 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company