image

Suporter Rasis, Inter Milan Dihukum

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 28 December 2018

SPORTKU.COM

Inter Milan harus menerima hukuman menggelar dua pertandingan kandang tanpa penonton akibat ulah suporternya yang berlaku rasis. 

Hal tersebut terjadi saat Inter memenangi laga kontra Napoli di Giuseppe Meazza pada Kamis (27/12) dini hari WIB. Di pertandingan itu, bek Napoli, Kalidou Koulibaly menerima perlakuan rasis dari suporter tuan rumah hampir sepanjang laga. 

Terdengar teriakan suara monyet ketika Koulibaly memegang bola hingga membuat permainannya tidak terkontrol. Akibatnya, Koulibaly bahkan menerima kartu kuning kedua di laga tersebut setelah memberikan gestur sarkas kepada wasit dengan bertepuk tangan usai mendapat kartu kuning pertama. 

Dan kini dilansir BBC, Inter harus menerima ganjaran akibat ulah suporternya itu dengan memainkan dua laga kandang tanpa penonton saat menjamu Sassuolo dan Bologna. Setelah pertandingan tersebut, dukungan dari berbagai pihak mengalir kepada Koulibaly, salah satunya Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina.

“Sepak bola bukan alat untuk menciptakan ketegangan. Kami jelas tidak mentolerir perilaku seperti itu karena merusak sepak bola,” ucapnya. 

Baca Juga :
Ingin Reuni Dengan Pep Guardiola, Messi Menuju Man. City?

Di sisi lain, Carlo Ancelotti, sebagai pelatih Napoli, berjanji jika kejadian serupa terulang, dengan tegas meminta pemainnya meninggalkan lapangan.

“Kami akan berhenti bermain dan meninggalkan lapangan jika kembali menjadi korban rasisme meski konsekuensinya kami kalah. Saya benar-benar marah karena kami sudah meminta tiga kali agar pertandingan dihentikan sementara. Apa yang menimpa Koulibaly jelas sangat buruk untuk sepak bola Italia," tegas Ancelotti. 

Kemudian, pihak Inter secara resmi sudah memberi pernyataan melawan rasisme tidak lama setelah kejadian tersebut. I Nerazzurri pun mengutuk segala bentuk diskriminasi dan rasis dalam sepak bola.

"Sejak 1908, Inter telah mewakili integrasi, inovasi, dan progresivitas. Sejarah Milan adalah tempat yang ramah tanpa diskriminasi. Mereka yang tidak memahami sejarah ini berarti tidak mendukung kami. Sejak 110 tahun klub berdiri, kami sudah dengan tegas mengatakan tidak ada bentuk diskriminasi," tulis pernyataan resmi Inter. 

Koulibaly meninggalkan lapangan usai diusir wasit

inter-rasis-806737a28b7374b.jpeg

Baca Juga :
Natal Kelabu Bagi Manchester City

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 28 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company