image

Dilanda Kebangkrutan, Otmar Szafnauer Masih Setia Terhadap Force India

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Racing Point Force India | Editor: | 30 December 2018

SPORTKU.COM

Bos Force India beberkan siasat dirinya tetap bertahan di skuat Pink Panther meski kebangkrutan pernah melanda di awal musim 2018.

Sejak awal tahun, kondisi finansial Force India terus memburuk. Salah satu pebalap mereka, Sergio Perez, bahkan menyebut bahwa situasi yang dihadapi timnya memasuki masa kritis. Tim balap yang sebelumnya memiliki nama Spyker ini terlilit hutang pada para krediturnya, termasuk pabrikan mesin, Mercedes, dan juga Perez.

Bahkan, untuk mempersiapkan mobil VJM-11 para teknisi terpaksa menggunakan bagian-bagian yang sudah ketinggalan zaman dari tahun sebelumnya karena kekurangan dana. "Kami tidak memulai musim ini dengan mobil yang kami inginkan karena tidak memiliki dana untuk memproduksi suku cadang," kata bos tim Otmar Szafnauer kepada Tom Clarkson dalam sebuah wawancara untuk podcast F1.

Pria kelahiran Rumania itu juga menjelaskan bahwa memang keuangan tim bisa dikatakan dalam kondisi yang berbahaya sejak awal tahun 2018, sehingga untuk memproduksi mobil dan meningkatkan performa mesin mengalami kendala beberapa waktu. "Jadi kami memulai musim dengan mobil yang kami produksi untuk pengujian musim dingin, yang tidak pernah menjadi mobil terbaik."

Karena itu, lanjutnya, "Penampilan di awal 2018 bukanlah keinginan kami, dan hasilnya bukanlah yang sesuai dengan harapan, karena pebalap juga tidak dapat mencetak banyak poin. Dan bagi saya, mungkin itu adalah tahun yang paling menegangkan. Stress, sudah pasti. Terutama berasal dari ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi karena status keuangan."

Di tengah kondisi keterpurukan Force India, Szafnauer tak menampik banyaknya tawaran pekerjaan lain untuk dirinya saat itu. "Itu masalah besar dan sulit untuk menolaknya, karena biasanya orang-orang terbaik yang dikenal dengan tim lain akan memiliki penawaran. Tidak hanya saya yang mendapati tawaran itu, tapi juga para pekerja lainnya, seperti McLaren, Williams, Renault, dan beberapa lainnya."

Baca Juga :
Racing Point F1 Umumkan Tanggal Peluncuran Mobil Baru

Akhirnya titik krisis Force India mencapai puncaknya, tepat sebelum Grand Prix Hongaria berlangsung, Sergio Perez mengambil langkah dengan mendaftarkan gugatan ke pengadilan dan menyatakan bahwa tim mengalami kebangkrutan. "Begitu tombol administrasi ditekan oleh Sergio, ketidakpastian tumbuh," akui Szafnauer. "Tapi untungnya hanya untuk beberapa minggu."

"Lalu kami keluar dari sisi lain setelah berhasil menyelesaikan proses administrasi, dengan kepemilikan saham baru dan suntikan dana baru." Dengan bisnis yang dijalankan oleh administrator selama periode itu, Szafnauer fokus pada upaya untuk menjaga personil tim agar tidak pergi.

"Peran yang saya mainkan adalah menyatukan tenaga kerja, karena Anda tidak membeli tempat ini untuk bangunannya, tanahnya, atau fasilitasnya," jelasnya. Tapi, pria 54 tahun itu mengamini bahwa tidak mudah untuk menyatukan semua orang ketika tim berada dalam kondisi masa depan yang tak pasti.

Kesimpulannya, semua orang tetap bersama, termasuk Szafnauer, dan konsorsium di bawah kepemimpinan Lawrence Stroll, hasil kolaborasi dengan Chief Operations Officer, Otmar Szafnauer, beserta staf-staf senior manajemen Force India, telah mencapai kesepakatan dengan pihak administrator, yang ditunjuk oleh FRP Advisory. Kendali operasional Force India pun kembali ke tangan skuat Silverstone.

Dengan dana segar tersebut, tim sekarang mengeksplorasi bagaimana mereka dapat meningkatkan infrastruktur penuaan saat ini dan memastikan bahwa mereka akan tetap kompetitif sebagai tim papan tengah pada 2019 dan seterusnya. "Kita tidak boleh mengalihkan perhatian, yang membangun, merancang, memproduksi, dan mengembangkan mobil balap yang kompetitif," lanjut Szafnauer.

"2019, saya pikir, persaingan di lini tengah akan semakin seru," tambahnya. "Kami melihat Haas jauh lebih kompetitif tahun ini. Renault juga finis keempat di kejuaraan. "Toro Rosso saya yakin akan berbagi banyak dengan Red Bull tahun depan, termasuk kerja sama mesin dengan Honda akan menjadi lebih baik. Jadi pertarungan di lini tengah akan menjadi intens dan kami berharap bisa bertarung dan berhasil menjadi yang teratas di bagian itu," pungkas Szafnauer.

Baca Juga :
Tidak Jadi Bangkrut, Masa Depan Force India Terselamatkan

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Racing Point Force India | Editor: | 30 December 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company