image Slipstream

Tantangan Menangani Mobil Balap Peugeot

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | 2 January 2019

uploads/news/2019/01/tantangan-menangani-mobil-balap-962896dfd2c3abb.jpg

Tantangan Menangani Mobil Balap Peugeot

issom-putaran-kelima-2018-5138298fb776a38
issom-seri-6-2018-91917ea00f30321
issom-seri-6-2018-40629c2f203bfb8
issom-seri-6-2018-2337917af933783
SPORTKU.COM

Ada satu hal yang menjadi tantangan bagi Hatar dalam meracik mobil balap Peugeot di ajang balap nasional. 

Di antara deretan mobil Eropa yang balapan di ajang ETCC Indonesia, Tim GRT menjadi satu-satunya tim balap yang menggunakan mobil lansiran Perancis. Tim yang digawangi oleh Hatar, menggunakan Peugeot sebagai senjata utama untuk melawan dominasi BMW dan Mercedes-Benz di ajang tersebut. Untuk bisa mengimbangi rivalnya, Hatar selalu memutar otak untuk mengatur strategi baik itu dari sektor mesin, kaki-kaki, hingga perintilan lainnya.

Di jeda libur balap, Hatar membagi ceritanya mengenai tantangan yang ia hadapi saat menangani mobil balap Peugoet ini. Baginya, dari beberapa sektor yang ada, suspensi menjadi salah satu hal yang paling menguras tenaga dan pikiran. Pasalnya, Peugeot mengadopsi sistem suspensi yang sangat berbeda dari mobil lainnya seperti BMW dan Mercedes-Benz.

"Yang paling susah adalah suspensinya. Peugeot ini kan sistem suspensinya torsi. Dan suspensi model tersebut sifatnya statis dan tidak bisa disetting. Namanya balapan kan gak cuma suspensi depan doang yang disetel, bagian belakang juga harus mengimbangi depan. Contoh toe depannya out agar beloknya gampang, belakangnya harus mengimbangi toe-nya agar mengimbangi depan. Kalau torsi, tidak ada yang disetting," ujar Hatar saat berbincang dengan SPORTKU.

Baca Juga :
Hatar Mengambil Pelajaran dari Ketatnya Persaingan di ETCC

 

Baginya, dalam hal setting suspensi belakang, memang cukup memakan waktu dan pikiran. Pasalnya, sistem kerja suspensi dengan torsi tersebut jauh berbeda dengan mobil pada umumnya. Sedangkan dalam regulasi balap ETCC Indonesia, mereka telah mengatur bahwa tidak boleh merubah sistem standar pabrikan di sektor apapun, termasuk suspensi. "Solusinya ya akhirnya kita ada caranya, tapi caranya itu tidak segampang mobil-mobil pada umumnya. Diregulasi pun juga sudah diatur bahwa tidak boleh merubah sistem standar pabrikan," tambahnya.

Agar bisa terhindar dari kesulitan tersebut, ada hal yang selalu dijaga oleh pemilik workshop Engine Block Autoworks ini. Ia selalu disiplin dalam hal melihat komponen di bagian suspensi agar performanya selalu dalam keadaan baik.

Sistem suspensi yang diusung mobil Peugeotissom-seri-6-2018-40629c2f203bfb8.jpg

"Salah satunya caranya adalah saya selalu disiplin menjaga bearing hub, itu selalu saya jaga. Kalau sudah bermasalah, itu ketahuan dan bergeser. Patokan kita adalah patokan nilai aligment dari pabrikan. Jadi dikategorikan torsi itu sehat, ada patokannya antara camber berapa dan toenya berapa. Itu yang harus kita ukur, jadi kalau sudah melenceng, kita bongkar dan kita bubut lagi," beber Hatar.

Selain perihal suspensi, untuk sektor mesin pun juga Hatar mengaku harus pintar-pintar melihat situasi kondisi mesin. Bukan perkara kerusakan komponen, tetapi Hatar lebih melihat bahwa komponen yang ia gunakan untuk Peugeot yang biasa digeber oleh Romy Tahrizi, hampir semua spare partnya memang berasal dari luar Indonesia. Ia biasanya harus membeli komponen dari Inggris.

Baca Juga :
Duel Fadil-Setiawan Santoso Memonopli Podium di ETCC 3000? Ini Kata Penyelenggara

 

"Kalau untuk mesin, saat ini sih sudah tidak masalah. Kebanyakan barang yang saya gunakan untuk Peugoet berasal dari Inggris. Coilover pun tidak ada di Indonesia, selalu barang dari luar negeri. Kita pun ikut mengatur waktu pengiriman, karena kalau tidak menghitung waktu, bisa berantakan, biasanya kita stok barang sih. Seperti head packing, ring piston, selalu kita stok," paparnya.

Bahkan, melihat hal tersebut, ia pun juga melakukan apa yang banyak dilakukan oleh mekanik lain. Menyiapkan mesin cadangan yang siap digunakan kapan saja ketika dibutuhkan. Alasanya, untuk berjaga-jaga agar ketika balapan berlangsung, ia dan tim masih tetap bisa ngebut untuk meraih podium tertinggi. "Kita juga punya spare mesin untuk setiap mobil balap, untuk menjaga-jaga ada masalah teknis yang cukup parah, jadi tinggal ganti dengan mesin cadangan," pungkas mekanik dengan nama lengkap Hadi Taruna ini.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | 2 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company