image

Kisah Kimi Raikkonen Jelang Debut Kejuaraan Formula 1 2001

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Formula 1 | Editor: Andi Wahyudi | 2 January 2019

SPORTKU.COM

Ada kisah menarik tentang perilaku Kimi Raikkonen saat memulai karirnya di arena F1.

Mantan fisioterapis tim Sauber F1 beberkan bagaimana Kimi Raikkonen nyaris kehilangan balapan pertama di kejuaraan Formula 1 pada tahun debutnya.

Pebalap Finlandia itu mengawali karier di dunia jet darat sejak tahun 2001 bersama tim Sauber. Hanya bermodalkan lisensi sementara dan 23 balapan di Formula Renault sebelumnya, Raikkonen nampak optimis menatap masa depannya di F1. Tapi langkah awal Raikkonen ternyata sempat ditolak oleh FIA yang mengajukan keberatan atas kehadiran pebalap berusia 21 tahun kala itu. FIA menolak karena kurangnya pengalaman yang digeluti oleh Raikkonen.

Alhasil, mantan pebalap Ferrari itu tetap ngotot dan mengikuti balapan Grand Prix pertamanya di Australia yang telah membawa Raikkonen menduduki peringkat keenam dari grid ke-13. Namun siapa sangka, pada debut itu Raikkonen justru seperti bermalas- malasan dan lebih memilih mencuri waktu tidur yang lebih lama.

Padahal sejatinya seorang pebalap pasti bersemangat ketika akan melakoni kompetisi pertamanya di balapan paling bergengsi di dunia, Formula 1. Tapi itu seperti tidak terlihat pada diri Raikkonen di Melbourne. Karena, hanya berselang 30 menit sebelum balapan sebenarnya dimulai, Raikkonen nampak sedang tertidur pulas. Hal itu diceritakan langsung oleh mantan fisioterapis Sauber, Josef Leberer.

"Dia sedang tertidur," kenang Laberer yang berbicara kepada Lawrence Baretto dari Formula 1. "Aku berkata, 'Kimi, dalam beberapa menit kedepan kamu harus melakukan balapan pertamamu!', tapi dia berkata, 'Oh Josef, biarkan aku tidur lima menit lagi.' Dan saya belum pernah melihat keadaan pebalap yang seperti ini, begitupun juga setelahnya. Karena hanya Kimi yang melakukan hal itu," kenang Laberer.

Baca Juga :
Kimi Raikkonen Hengkang, Menjadi Kemunduran untuk Formula 1?

Kemudian karena cuaca yang menurut Laberer juga nampak sejuk, dia pun membiarkan Raikkonen untuk tidur beberapa menit lagi. Karena juga menurutnya, istirahat itu penting. Dan usai bangun dari tidurnya, Raikkonen bangkit dan berlari dalam waktu yang singkat.

Pebalap muda itu menyelesaikan babak kualifikasi di peringkat ke-13 dan menjalankan balapan yang konsisten hingga ia finish di urutan ketujuh. Tapi, pebalap BAR Oiliver Panis melakukan kesalahan hingga dikenai penalti 25detik, alhasil membuat peringkat Raikkonen naik ke urutan keenam.

Secara keseluruhan, pebalap kelahiran 17 Oktober 1979 itu sukses menduduki posisi kesepuluh di klasemen pebalap akhir musim 2001. Usai menjalani satu musim bersama Sauber, Raikkonen kemudian berpaling ke tim McLaren selama lima tahun, Ferrari tiga tahun, Lotus dua tahun, dan kembali ke skuat kuda jingkrak pada 2014 hingga akhir musim 2018.

Sudah nyaman berada di tim papan atas, Scuderia Ferrari, Kimi Raikkonen malah membuat satu keputusan yang membuat heboh jagat dunia balap dengan kembali ke pelukan Sauber pada musim Formula 1 2019. Ketetapan yang diambil Raikkonen bukanlah tanpa alasan, dikarenakan usia yang terbilang tak muda lagi, ia lantas memberikan kursinya kepada pebalap muda berbakat Charles Leclerc untuk berduet dengan Sebastian Vettel di Ferrari.

"Saya pikir orang-orang tidak mengerti saya. Sebenarnya, saya sangat senang kemanapun saya pergi. Saya punya waktu bersama Ferrari, saya memenangkan kejuaraan bersama mereka. Saya memenangkan banyak balapan bersama mereka. Dan bagi saya, sebagai pengemudi, saya ingin tantangan yang berbeda, saya ingin hal yang berbeda dan saya benar-benar sangat senang pergi ke sana (Sauber)," ujar Raikkonen ketika ditanya apa alasan utamanya hengkang dari mobil merah.

Dengan menandatangani kontrak bersama Sauber, artinya Kimi Raikkonen memang kembali lagi kepada level di papan bawah tim balap. Tantangan yang harus ia lampaui adalah untuk tampil lebih baik dari beberapa pebalap sebelum-sebelumnya, yang memang kurang tampil kompetitif di setiap balapan.

Data Fakta

Debut Grand Prix : GP Australia 2001
Total Balapan : 292 kali
Pole Position : 18 kali
Lap Tercepat : 46 kali
Total Poin : 1.816
Podium : 103
Gagal Finis : 67 kali
Tim Balap : Sauber, McLaren, Ferrari, Lotus

Grand Prix Melbourne 2001

kisah-kimi-raikkonen-jelang-85087e1db33043c.jpg

Baca Juga :
Demi Pebalap Muda, Kimi Raikkonen Rela Tinggalkan Ferrari

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Formula 1 | Editor: Andi Wahyudi | 2 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company