image

Eksistensi Kejurnas IRS Dipertaruhkan

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 4 January 2019

SPORTKU.COM

Kemampuan para pebalap diuji coba dalam rangkaian 5 seri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indospeed Race Series (IRS) 2018.

Kejurnas IRS 2018 yang pada awalnya diagendakan sebanyak 6 seri ternyata hanya mentok hingga putaran kelima. Satu seri balapan terpaksa ditiadakan oleh Indospeed Motorsport Club (IMC) sebagai penyelenggara Kejurnas IRS. Banyak pro kontra yang diluapkan oleh para pebalap maupun tim.

Jadwal yang tak tersaji dengan baik selama Kejurnas IRS 2018 memang menjadi masalah pelik yang tiada ujung. On time sesuai rencana hanya terjadi di seri pembuka pada tanggal 17-18 Maret. Empat seri berikutnya selalu saja mundur dari agenda awal.

Ternyata bukan hanya jadwal saja yang menjadi polemik. Akan tetapi, eksistensi Kejurnas IRS semakin meredup. Hingar bingar Kejurnas IRS yang notabene merupakan ajang balap paling bergengsi di Indonesia justru kalah pamor dan tak mampu bersaing dengan para kompetitor.

Bisa dibilang dan memang sudah terbukti, Kejurnas IRS kalah gengsi dengan balapan sekelas Kejurda -Kejuaraan Daerah- atau bahkan club event sekalipun. Menjadi pekerjaan rumah yang rumit dan butuh tenaga serta pikiran ekstra bagi promotor untuk memecahkan masalah ini.

Juga tantangan bagi PP IMI -Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia- yang berkedudukan sebagai induk organisasi dari olahraga bermotor baik mobil maupun sepeda motor di Indonesia untuk semakin membuat banyak orang tahu tentang keberadaan Kejurnas IRS.

Memang tak mudah untuk menjadikan Kejurnas IRS eksis. Pasalnya, event tersebut pada setiap serinya selalu saja dilaksanakan di sirkuit yang sama. Adalah Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat yang menjadi tuan rumah tunggal dari Kejurnas IRS. Bukan tanpa sebab, Indonesia memang hanya punyas Sirkuit Sentul untuk bisa dijadikan arena balap sekelas motor sport 150cc dan 250cc serta 600cc.

Baca Juga
Lorenzo, Ducati, dan Jejak Buruknya

Sepinya Kejurnas IRS bukan hanya dari jumlah pebalap. Namun lebih ke penonton yang tak pernah ada, kecuali keluarga dan rekan pebalap maupun tim. "Melihat pengalaman dari tahun 2018 yang semakin sepi, tapi kalau dilihat dari peserta dari Kelas Kejurnas Sport 150 dan Sport 250, pesertanya tetap kok 30-an pebalap," ujar Stevi Gunardi, Event Manager Kejurnas IRS.

Meski begitu, IMC tak patah arang. Segala cara dilakukan olehnya untuk tetap membuat Kejurnas IRS dilirik banyak orang. Salah satu caranya di musim 2018 ini, panitia membuka kelas tambahan Underbone 150cc. Peserta dibatasi usia maksimal 20 tahun. Balapan tersebut memang tak masuk kelas Kejurnas. Beda dengan dua kelas lainnya Sport 150 dan Sport 250.

"Iya di Seri 2 Kejurnas IRS 2018 kita mulai buka kelas baru UB150. Kelas ini untuk supporting race karena saya lihat banyak UB150 dengan spek motor MP1 dan MP5 yang belum bisa balap di sirkuit permanen. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Pak Bambang Gunardi," ungkap Stevi Gunardi saat itu.

Masih sedikit beruntung bagi penyelenggara. Pasalnya, selain dua kelas Kejurnas dan Underbone 150cc tersebut, ada kelas tambahan lainnya, yaitu supporting race yang membuat balapan lebih hidup dan berwarna. Di mana ada kelas tambahan one make race (OMR) Honda.

PT Astra Honda Motor (AHM) melakukan program penjenjangan dengan menggelar Astra Honda Racing School (AHRS). Balapan tersebut diikuti para pebalap cilik untuk dimainkan di Kelas Honda Dream Cup (HDC) 150R dan Honda Dream Cup (HDC) 250R.

Semoga ada perubahan berarti di Kejurnas IRS 2019.

Gairah Kejurnas IRS semakin meredup

galeri-kejurnas-irs-seri-60759ab0ea3f5ad.JPG

Baca Juga
5 Sindiran Tengil Rival untuk Rossi
Kisah Gerry Salim Yang Tanpa Prestasi

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 4 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company