image

Penjualan Pulisic Bukti Kehebatan Borrusia Dortmund di Bursa Transfer

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : ESPN, Fox Sports | Editor: Andi Wahyudi | 9 January 2019

SPORTKU.COM

Penjualan Christian Pulisic ke Chelsea menjad satu dari sekian banyak kehebatan Borrusia Dortmund di bursa transfer.

Christian Pulisic dipastikan tak lagi menjadi milik Borrusia Dortmund setelah klub peserta Bundesliga tersebut setuju dengan bayaran transfer sebesar 64 juta euro atau sekitar Rp1 triliun yang disodorkan oleh Chelsea.

Dengan jumlah tersebut menjadikan Pulisic tercatat sebagai pesepakbola asal Amerika Serikat termahal sepanjang masa mengalahkan rekor John Brooks yang dibeli oleh Wolfsburg dari Herta Berlin seharga 20 juta euro atau sekitar Rp324 miliar pada tahun 2017 silam.

Meski demikian, dalam perjanjian transfer tersebut, Pulisic baru akan bergabung bersama The Blues—julukan Chelsea—di awal musim depan sehingga pemain asal Amerika Serikat tersebut akan berada di Westfalenstadion sampai musim 2018/2019 berakhir.

Penjualan Pulisic pun semakin mengukuhkan Dortmund sebagai klub yang gemar menjual pemain terbaik yang mereka miliki. Sebelumnya, klub yang berjuluk Die Borussen telah melego punggawa-punggawa andalan mereka macam Shinji Kagawa, Pierre-Emerick Aubameyang, Mats Hummels, Henrikh Mkhitaryan dll.

Namun, yang menjadi catatan bahwa Dortmund tak sembarangan dalam menjual pemainnya. Klub-klub yang mau meminang pemain asal klub tersebut harus mengeluarkan dan yang tidak sedikit. Contohnya adalah pembelian Pulisic.

Bila menilik data dari transfermarkt, harga jual Pulisic berada di angka 50 juta euro, namun Dortmund mampu menjual pemain berusia 20 tahun itu lebih besar 14 juta euro dari harganya di pasaran. Angka tersebut pun menjadi sebuah deal yang bagus lantaran Chelsea bisa saja mendapatkan sang pemain secara gratis di musim depan di mana dirinya berstatus sebagai pemain gratis.

Namun, Chelsea takut kehilangan kesempatan untuk mendatangkan Pulisic. Sementara Dortmund pandai memanfaatkan hal tersebut lantaran sebelumnya mereka memiliki reputasi sebagai klub yang tak berpikir panjang untuk melepas pemain mereka.

Baca juga
Trio La Masia Miliki FC Andorra

Jadon Sancho (FOX Sports Asia)
christian-pulisic-espn--629095e5b911807.jpg

Singkatnya, bila Chelsea tak mau mengambil Pulisic, Dortmund bisa saja menawarkan ke klub lain, termasuk rival mereka, seperti Liverpool dan Manchester United yang memiliki minat untuk membeli sang pemain.

Bukti kehebatan Dortmund lainnya adalah meski sudah tak memiliki hak atas Pulisic, namun Dortmund masih bisa menggunakan jasa sang pemain selama enam bulan ke depan. Hal ini adalah sebuah kemenangan bagi klub asal Jerman tersebut dengan mendominasi dalam kebijakan transfer dalam negosiasi dengan klub lain.

Di musim depan, ketika Pulisic sudah pergi, Dortmund pun sudah mempersiapkan penggantinya, yakni Jadon Sancho. Bahkan pemain asal Inggris itu lebih banyak diturunkan di musim ini ketimbang seniornya itu dengan tampil sebanyak 24 pertandingan dan mencetak tujuh gol serta 10 assist. Sementara Pulisic baru tampil sebanyak 18 pertandingan dengan mencetak tiga gol dan empat assist.

Memang, di musim ini Pulisic jarang diturunkan karena cedera, namun kehadiran Sancho di tim membuktikan bahwa Dortmund sudah melakukan tindakan penanggulangan ketika ada pemain yang kira-kira bakal direkrut oleh klub lain mereka mempersiapkan penggantinya.

Tak heran, Dortmund pun sadar bahwa klub mereka belum bisa mendominasi liga. Di Jerman sendiri mereka tak mampu menggulingkan Bayern Munchen. Untuk itulah, mereka pun memilih berprestasi dengan cara mendapatkan keuntungan dari penjualan pemain.

Tercatat sejak tahun 2016, Dortmund telah melepas tujuh pemain andalannya. Sebagai gantinya mereka berhasil meraup keuntungan sebesar 300 juta euro atau sekitar Rp5 triliun. Hal ini tentu merupakan pencapaian yang luar biasa bagi tim yang hampir bangkrut pada tahun 2002 silam.

Efek penjualan Pulisic bakal membuat pasar Dortmund di Amerika Serikat bakal menurun. Meski demikian, mereka sudah menyiasati hal tersebut dengan mewacanakan untuk merekrut Giovanni Reyna, anak dari Legenda Sepakbola Amerika Serikat, Claudio Reyna yang digadang-gadang memiliki masa depan cerah menilik penampilannya di New York City FC academy dan Timnas Amerika Serikat U-17.

Dengan manuver tersebut Dortmund terbukti mampu menjadi klub yang bisa memaksimalkan peran mereka di bursa transfer untuk meraih kesuksesan meraup pundi-pundi uang. Karena trofi tak melulu sebagai indikator sebuah klub dalam sebuah kesuksesan. Sepak bola bukan hanya olahraga tapi juga bisnis.

Baca juga
Maurizio Arrivabene Kembali ke Juventus

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : ESPN, Fox Sports | Editor: Andi Wahyudi | 9 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company