image

Curhat Adhi Pratama Soal Performa Melempem Pelita Jaya

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 9 January 2019

SPORTKU.COM

Sebagai runner up IBL musim lalu, perjalanan Pelita Jaya Basketball di musim ini tidak begitu mulus.

Memasuki musim kompetisi 2018/2019, berbagai perubahan dilakukan oleh Pelita Jaya. Diantaranya kembali merekrut Kore White sebagai pemain asing yang mampu mengantar mereka ke tangga juara pada 2017 lalu. 

Kemudian, di sisi pemain lokal, manajemen memboyong Andakara Prastawa yang selama ini menjadi bintang di Stapac Jakarta. Dan yang lebih mengejutkan di sektor pelatih, Johannis Winar harus turun pangkat karena manajemen memilih Fictor Roring sebagai pelatih kepala. 

Hal inilah yang menjadi faktor kurang meyakinkan dari Pelita dari tiga seri yang sudah berjalan. Saat ini, Pelita menempati juru kunci di Divisi Putih setelah menelan dua kekalahan. Mereka memang punya dua laga sisa lebih sedikit namun dari apa yang sudah diperlihatkan, tampak ada perbedaan yang diakui sendiri oleh Adhi Pratama. 

“Iya sih memang terlihat beda, mungkin karena ada beberapa pemain baru masuk, seperti Kore yang balik lagi, lalu Prastawa. Kalau dibilang beda banget sih ngga, saya nyebutnya kita belum tune in aja,” ungkap Adhi saat dihubungi SPORTKU.

Adhi juga membeberkan pergantian pelatih dari Ahang ke Ito membuat sedikit perubahan meski tidak terlalu signifikan. 

Baca Juga:
Roster IBL All Star 2019

“Pasti ada perubahan dalam penyesuaian, dan berpengaruh juga. Meskipun sebenarnya secara garis besar sama saja, namun saat ini dipegang coach Ito kita memang punya sistem dan pola bermain baru. Dan makin ke sini saya melihat perubahannya semakin positif, bisa dilihat waktu seri Bali kita sudah ada peningkatan. Lagi pula musim ini kita masih jarang bermain bersama karena ada cedera atau panggilan timnas."

Sekarang IBL sudah memasuki seri empat yang berlangsug di GOR Sritex, Solo pada 10-12 Januari 2019. Di seri kali ini, Pelita Jaya punya tantangan serius karena bermain tiga haru berturut-turut menghadapi Hangtuah, Bogor Siliwangi, dan Bima Perkasa Jogja.

“Untuk seri Solo, pastinya capek banget karena kita tiga hari berturut-turut. Dari saya sebagai pemain paling harus menyiapkan mental dan fisik saja, kalau masalah teknik urusan tim pelatih,” imbuh pemain bertinggi badan 197cm tersebut.

adi-pratama-pelita-jaya-3795538c3815c3b.JPG

Baca Juga:
Masuk All-Star, Adhi Pratama Heran

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 9 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Stapac Jakarta Pecundangi Satria Muda

Stapac Jakarta Pecundangi Satria Muda

IBL
El Clasico di Partai Puncak

El Clasico di Partai Puncak

IBL

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company