image

Mesin Pencetak Uang Bernama Borussia Dortmund

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 9 January 2019

SPORTKU.COM

Jika ada satu klub di dunia yang layak disebut mesin pencetak uang, itu adalah Borussia Dortmund. 

Ungkapan tersebut bukan tanpa alasan, sudah bukan rahasia umum bahwa Dortmund dalam beberapa tahun terakhir layaknya sebuah akademi sepak bola seperti Ajax Amsterdam. Bedanya, jika Ajax mendidik pemain kemudian menjual pemain dengan harga murah, tidak demikian dengan Die Borussen.

Klub yang bermarkas di Signal Iduna Park tersebut gemar membeli pemain murah kemudian memolesnya sehingga harganya bisa berkali-kali lipat saat dijual. Bisa dilihat dari nama-nama seperti Robert Lewandowski, Matts Hummels, Ilkay Gundogan, hingga yang terbaru Christian Pulisic memberikan keuntungan finansial sangat besar.

Hebatnya, meski kerap menjual pemain kuncinya hampir di setiap musim, Dortmund tidak pernah kehabisan akal. Selalu saja pemain berkualitas bisa didapat dengan cara yang tidak perlu menguras kocek mereka terlalu dalam.

Dortmund memang sangat cerdas dalam melakukan bisnis jual beli pemain. Bisa dibayangkan, seorang Ousmane Dembele yang direkrut dengan harga Rp242 miliar pada musim panas 2016 bisa dijual dengan harga Rp1,8 triliun hanya dalam kurun semusim saja. Sangat fantastis tentunya. 

Kemudian, Pierre-Emerick Aubameyang yang ditebus dengan harga Rp210 miliar, lima musim berselang dilepas dengan banderol Rp1 triliun kepada Arsenal. Sebuah catatan dikutip Bleacherreport, sejak musim panas 2017, Dortmund meraup keuntungan mencapai 335 juta euro atau Rp5,4 triliun untuk melepas delapan pemain.

Dimulai dari Dembele, Aubameyang, Henrikh Mkhitaryan, Andriy Yarmolenko, Emre Mor, Jakub Blaszczykowski, Adrian Ramos, dan Pulisic yang baru saja direkrut The Blues dengan harga Rp1 triliun. 

Baca Juga:
Akademi Itu Bernama Borussia Dortmund

Kejeniusan transfer Dortmund ini memang tidak lepas dari sang CEO, Hans Joachim Watzke, yang sangat ahli dalam menerapkan strategi transfer. Kemudian, mereka juga memiliki barisan pemandu bakat yang tersebar di seluruh belahan dunia sehingga cukup mudah ketika mencari pemain muda berkualitas dengan harga yang sangat murah.

Watzke pernah mengungkapkan bahwa ini merupakan bagian dari politik transfer Dortmund. Cukup masuk akal memang karena patut diketahui jika anggaran Dortmund setiap musim hanya setengah dari Bayern Muenchen. Hal itulah yang membuat mereka mencari pemain murah berkualitas namun bisa menguntungkan di kemudian hari.

Dortmund pun sadar, dengan anggaran yang sedikit, banyak klub Eropa yang berpotensi merayu pemain bintang Dortmund dengan gaji yang jauh lebih besar dan tentunya peluang berprestasi lebih tinggi pula. 

Meski ada efek domino yang akan dihasilkan dari kebijakan ini jika dilakukan secara terus menerus. Akibatnya, jika setiap musim terjadi bongkar pasang pemain, tentu kestabilan tim bisa terganggu, bisa dilihat dari prestasi mereka terakhir kali menjuarai Bundesliga terjadi di musim 2011/2012.

Meski secara keseluruhan, mereka tetap bertahan di papan atas. Tetapi, tolak ukur kesuksesan sebuah tim merupakan raihan trofi, dan itulah yang tidak dimiliki oleh Dortmund saat ini. 

Namun, itulah Borussia Dortmund, tolak ukur trofi sepertinya belum sepenuhnya berlaku. Toh selama ini stadion mereka selalu penuh sesak ketika bertanding. 

dortmund-9002788178ad556.jpg

Baca Juga:
5 Pembelian Pemain Terbaik di Musim Dingin

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 9 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company