image Nicola Dutto bersama para rekannya yang memberikan dukungan penuh Nicola Dutto tetap bisa geber motor meski kakinya lumpuh

Nicola Dutto, Pereli Dakar dengan Kaki Lumpuh

Text : Suhartono | Photo / Video : Marca | 13 January 2019

uploads/news/2019/01/pereli-dakar-dengan-kaki-8018716c4dd658a.jpg

Pereli Dakar dengan Kaki Lumpuh

nicola-dutto-pereli-dakar-882873f2f60b1a0
nicola-dutto-pereli-dakar-67012c2da4923cb
SPORTKU.COM

Rally Dakar penuh dengan tantangan. Tetapi tak sedikit yang justru menjadikan tantangan tersebut sebagai bagian dari sejarah hidupnya.

Pereli dengan berbagai latar belakang cerita hidupnya memberanikan diri untuk tampil di Rally Dakar 2019. Seperti pebalap yang satu ini, Nicola Dutto. Dia adalah pereli pertama dalam sejarah Dakar dengan kondisi kaki lumpuh.

Untuk bisa menaklukkan rute sejauh lebih dari 5 ribu kilometer, Dutto hanya mengandalkan bantuan dari kedua lengan dan tiga krunya. Bagaimana itu mungkin? Bagaimana bisa pengendara sepeda motor yang tanpa kaki mampu menjelajah ribuan kilometer di trek penuh tantangan? Pertanyaan yang umum untuk diutarakan.

"Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Kebanyakan orang mengemudi dengan kaki mereka di sepeda, tetapi saya sudah terbiasa tidak memilikinya, saya tidak membutuhkannya, jika Anda memikirkannya, mereka hanya menggunakannya untuk menjaga agar tidak jatuh saat berjalan lambat," ungkap Dutto.

Filosofi hidupnya pun seakan mempercayai petuah bintang silat terkenal Bruce Lee -aktor bela diri asal Hong Kong yang hingga kini namanya masih melegenda-. Ungkapan Bruce Lee yang masih teringat jelas bagi Dutto adalah seperti ini, "Jadilah air temanku, saya tahu bagaimana air selalu menemukan jalannya".

"Yah, saya seperti itu, saya harus menemukan jalan tanpa berhenti," singkat Dutto yang pada musim 2018 lalu juga mengasah skill serta fisiknya di dua event bergengsi, yakni di Merzouga Rally dan di Hearts of Maroc. Dua event itu berhasil dia selesaikan dengan baik.

Dutto di kompetisi Dakar 2019 mengandalkan pacuan KTM. Motor tersebut memang terlihat beda dengan milik para pesaingnya. Pasalnya, Dutto dan para krunya memodifikasi sedemikian rupa dengan beberapa besi dilas untuk dijadikan topangan kakinya yang lumpuh itu.

Selama menempuh perjalanan sejak start hingga finish, tubuh Dutto mengandalkan sebuah ikatan di panggulnya. Dutto juga dibekali sebuah pisau. Bukan untuk mengantisipasi hadangan perampok, namun pisau tersebut bisa dipakai oleh Dutto untuk memotong tali yang mengikat tubuhnya jika saja dirinya mengalami kecelakaan.

Baca Juga
Galeri Foto Pereli Cantik Rally Dakar 2019

Bukan hanya dari sisi eksterior saja yang mendapat sentuhan modifikasi. Akan tetapi, dari sisi elektronik pun juga tak lepas dari desain pintar para pendukung Dutto. Bagian stang kemudi dimodifikasi dan memiliki kopling otomatis. Serta ditempatkan jok khusus dengan bantal sebagai penyangga tubuh Dutto.

"Setelah kecelakaan itu, yang terjadi pada 2010, saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan mengendarai sepeda motor lagi, tetapi saya tahu saya ingin terus balap. Dua tahun kemudian saya memiliki keseimbangan yang sempurna -di atas sepeda motor-, kami mulai balapan dan kami berpikir, mengapa tidak ikut Dakar?" kenang Dutto.

Sebuah ide gila yang tercetus dalam benak Dutto. Penyelenggara Dakar pada awalnya juga khawatir jika Dutto benar-benar ikut kompetisi reli terganas di dunia ini. Panitia khawatir dengan keselamatan Dutto yang dalam keadaan lumpuh kakinya.

"Kami memiliki solusi untuk semuanya, jika ada kebakaran, anak laki-laki memiliki alat pemadam kebakaran dan jika ada air, kami telah melatih mereka juga. Tahun 2018, setelah berhasil menyelesaikan Rally Merzouga, Dakar tidak punya pilihan selain menerima pendaftarannya," jelas salah satu panitia Dakar dikutip dari Marca.

Di Dakar, Dutto memang termasuk pendatang baru. Namun di event enduro lainnya, Dutto telah lebih dulu malang melintang di banyak balapan sejenis. Seperti di gelaran enduro di kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Dan Dutto masuk kategori pebalap yang cepat dan berpengalaman.

Pengalaman yang dimiliki Dutto membuatnya tidak ragu untuk tampil di Dakar dan bersaing dengan para pereli dunia lainnya. "Saya bisa diikat ke sepeda motor, tetapi saya memiliki lebih banyak pengalaman daripada banyak pebalap yang menghadapi Dakar."

Dalam reli pertamanya, Dutto mendapat izin untuk bersaing dengan syarat harus ditemani seorang dokter dan diikuti sepeda motor lain. Setelah tiga kilometer berjalan tanpa masalah, Dutto dipersilakan untuk meninggalkan mereka.

Tidak diragukan lagi, Dutto adalah pahlawan Dakar 2019. Tidak peduli seberapa banyak dia menghindari julukan tersebut. "Saya tidak ingin menampilkan diri sebagai contoh bak pahlawan, saya Nicola Dutto, saya dulu naik sepeda motor dan sekarang juga. Ini akan bagus untuk diriku sendiri, hanya itu yang penting bagiku," katanya merendah.

Nicola Dutto tetap bisa geber motor meski kakinya lumpuh

nicola-dutto-pereli-dakar-67012c2da4923cb.jpg

Baca Juga
Sara Garcia, Perempuan Anak Mekanik Terjun di Dakar 2019
Anastasiya Nifontova, Ibu Dua Anak Tampil di Dakar

Text : Suhartono | Photo / Video : Marca | 13 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company