image

Alasan Manchester United Harus Pertahankan Solskjaer

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : OptaJoe | Editor: Andi Wahyudi | 14 January 2019

SPORTKU.COM

Sempat diragukan di awal penunjukkannya, kini Ole Gunnar Solskjaer sudah selayaknya dipertahankan Manchester United sebagai pelatih tetap.

Berbekal minimnya pengalaman dalam melatih, plus dituntut membangkitkan Manchester United setelah periode buruk bersama Jose Mourinho, tugas Solskjaer cukup berat sebenarnya. Nada sumbang pun tidak sedikit yang mengalir dari banyak pihak terkait keputusan klub yang menunjuknya sebagai pelatih sementara hingga akhir musim.

Jika dilihat dari Curriculum Vitae (CV), pria asal Norwegia itu hanya menukangi klub semenjana (menengah) seperti Molde dan Cardiff City. Tak heran, keraguan mengiringi langkah Solskjaer membesut The Red Devils. 

Namun, pembuktian sukses dilakukan Solskjaer di laga perdananya bersama United kala bertandang ke markas mantan tim yang pernah diasuhnya, Cardiff. Publik langsung dibuat tercengang dengan permainan United di laga itu, pasalnya dengan sepak bola dengan satu dua sentuhan yang mengalir dan intensitas tinggi sudah lama tidak diperagakan oleh klub yang bermarkas di Old Trafford.

Hasilnya pun sangat jelas, Cardiff dibantai 5-1. Sebuah awal yang cukup menjanjikan bagi Solskjaer untuk menarik perhatian dari para penggemar United di seluruh dunia tentunya. 

Kemudian, berlanjut ke Huddersfield Town, Bournemouth, Newcastle United, Reading di Piala FA, dan terbaru, Tottenham Hotspur mereka taklukkan. Enam pertandingan berhasil disikat dengan kemenangan, hebatnya mereka bisa menceploskan 17 gol. Catatan yang sangat baik karena di era Mourinho, United dikenal sangat pragmatis. 

Catatan lima kemenangan beruntun yang diraih Solskjaer di Premier League kini membuat dirinya sejajar dengan Matt Busby, sesuatu yang bahkan tak bisa diraih Sir Alex Ferguson. Beberapa hal pastinya harus dipertimbangkan oleh manajemen klub agar tak sembarang mendepak Solskjaer di akhir musim karena sejauh ini dia membuktikan sangat layak menangani Paul Pogba Cs. 

Baca Juga:
5 Pembelian Pemain Terbaik di Musim Dingin

Mengenal Klub

Sebagai mantan pemain, tentu saja Solskjaer sangat mengenal seluk beluk United. Lebih dari satu dekade dihabiskan Solskjaer bersama United, ditambah ia merupakan sosok pemain kunci bagi Ferguson meski dikenal sebagai super sub. 

Atas dasar itulah, ia pastinya sangat mengerti karakteristik klub, penggemar, serta manajemen. Ia juga pasti paham dengan kebesaran Manchester United dan segala tekanan yang hadir di Old Trafford. 

Modal tersebut sebenarnya sudah cukup membuat manajemen untuk mempermanenkan statusnya, belum lagi dirinya juga pernah menangani tim junior United dan bekerja sama dengan Pogba. Sebuah cerita yang sama persis sebenarnya dengan Pep Guardiola ketika ditunjuk menjadi pelatih Barcelona 2008 silam. 

Pengalaman Sebagai Pemain Besar di Ruang Ganti

Banyaknya pemain bintang di Manchester United pastinya butuh sosok pemimpin di ruang ganti oleh para pemain. Hal itu juga dimiliki oleh Solskjaer karena dia sudah merasakan berbagai gelar saat masih bermain. 

Dan dalam wawancara pertamanya sebagai pelatih United, Solskjaer mengaku tak akan segan meniru cara Sir Alex Ferguson dalam melatih. Ia siap memberi hukuman kepada para pemain jika dianggap tidak memberikan performa maksimal.

“Jika dibutuhkan saya akan meniru cara Ferguson. Saya jelas tidak takut memberi hukuman jika diperlukan. Hal ini sama seperti anak-anak yang telah mengecewakanmu,” kata Solskjaer dikutip Manchester Evening News. 

Semua yang ada dalam diri Solskjaer mungkin sebagian besar adalah ilmu dari guru besarnya, Ferguson. Solskjaer pun mengaku sudah mengumpulkan sebagian besar pengetahuan manajerialnya dengan melihat Ferguson kala melatih

Gaya Bermain

Jika berbicara mengenai gaya bermain, sejak era Ferguson, United merupakan tim yang bermain cepat dan selalu keluar menyerang, siapa saja lawannya. Inilah yang hilang kala mereka ditangani oleh Louis van Gaal dan Jose Mourinho. Di tangan mereka, United bermain sangat membosankan dengan satu gaya monoton

Terutama bersama Mourinho, United dipaksa bermain di luar habitat mereka, bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat. Sebuah filosofi yang tidak disukai pastinya oleh penggemar United.

Dan kerinduan akan sepak bola menyerang langsung dibuktikan Solskjaer. Pelatih yang saat ini berusia 45 tahun tersebut memang menganut sepak bola menyerang, bisa dilihat dari klub yang dilatih sebelumnya, Molde. Bersama Solskjaer, Molde berhasil finish di urutan kedua liga. 

Tim besutan Solskjaer bermain dengan kecepatan, intensitas tinggi, serta penguasaan bola yang mengalir. Modal tersebut sudah ada di skuat United saat ini di mana ada nama seperti Alexis Sanchez, Romelu Lukaku, Pogba, Ander Herrera, dan Jesse Lingard, karena deretan pemain tersebut punya kualitas mumpuni untuk menjalankan filosofi Solskjaer. 

Data Fakta:

  • Solskjaer sukses menyamai Matt Busby sebagai pelatih United yang meraih lima kemenangan beruntun di lima laga awal
  • Bersama Solskjaer, Pogba menjelma menjadi gelandang sangat berbahaya dengan catatan empat gol dan empat assist.
  • Setelah ditangani Solskjaer, United bisa memangkas jarak delapan poin dari Arsenal di klasemen sementara

solskjaer-114414f5ad739a9.jpg

Baca Juga:
Mengenal Sunil Chhetri, Pesepakbola India Penakluk Messi

Baca Juga:
Pesepakbola Top Gratisan

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : OptaJoe | Editor: Andi Wahyudi | 14 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company