image

Benarkah Sarri-Ball Tidak Efektif di Inggris?

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : The National | Editor: Andi Wahyudi | 18 January 2019

SPORTKU.COM

Sarri-ball, sebuah istilah yang sangat populer di kalangan penggemar Chelsea sejak kedatangan Maurizio Sarri musim panas lalu. 

Istilah itu belakangan sangat populer, mengacu pada gaya sepak bola yang diterapkan oleh Sarri pada setiap tim asuhannya. Sebutan Sarri-ball mulai dikenal banyak kala diterapkan Sarri saat menangani Napoli di periode 2015-2018. 

Berbicara mengenai Sarri-ball adalah gaya sepak bola yang mengandalkan dominasi tinggi penguasaan bola dengan satu dua sentuhan dan pressing ketat terhadap lawan diiringi intensitas tinggi. Permainan mengalir dari kiper dengan umpan pendek menjadi pemandangan yang jamak dilihat pada kesebelasan asuhan Sarri. 

Ideologi tersebut jelas mendapatkan sambutan hangat dari para penggemar The Blues yang musim lalu tim kesayangan mereka bermain sangat kontras bersama Antonio Conte. Diketahui, Conte merupakan pelatih Italia klasik yang dikenal punya pola pragmatis dengan pertahanan kokoh sebagai senjata utama. Akan tetapi, di tangan Sarri, sistem diubah total. Jika di era Conte Chelsea memakai formasi 3-4-3, di musim ini Sarri mengembalikan skema empat bek dalam pola dasar 4-3-3. 

Kuartet lini belakang diserahkan kepada Marcos Alonso, David Luiz, Antonio Rudiger, serta Cesar Azpilicueta. Sedangkan lini tengah diisi oleh Jorginho, Mateo Kovacic, dan N'Golo Kante. Di depan, trio pemain diserahkan kepada Willian, Pedro Rodriguez, serta Eden Hazard yang memerankan false nine.

Didorongnya Hazard di posisi ujung tombak bukan tanpa alasan, mengingat dua striker yang dimiliki Chelsea, Alvaro Morata serta Olivier Giroud tampil mandul sejauh ini. Dan di sinilah sumber terbesar Sarri dalam menerapkan pola Sarri-ball di Negeri Ratu Elizabeth.

Jika melihat cara bermain, tidak ada yang salah sebenarnya karena Chelsea sudah memainkan pola sesuai keinginan Sarri. Sayangnya, sebuah revolusi yang diinginkan Sarri terkendala dengan buruknya kinerja mereka di depan gawang. 

Finishing menjadi masalah utama Chelsea sehingga mereka kerap kehilangan poin penting musim ini. Permasalahan ini sebenarnya sudah ada sejak era Conte, tepatnya kala mereka melepas Diego Costa ke Atletico Madrid. 

Baca Juga:
Perpisahan Tak Indah Dari Fabregas

Tercatat, dari 22 pertandingan Premier League, mereka hanya mencetak 40 gol. Jumlah terendah dibanding enam tim yang menghuni enam besar. Bahkan, Chelsea tercatat gagal mencetak gol di liga dalam empat pertandingan liga. 

Dari catatan yang ada, Chelsea sudah melewatkan 35 peluang emas musim ini, sebuah catatan cukup besar pastinya. Penyebab utama dari masalah itu tidak lain karena mandulnya Morata. Dari catatan yang ada, Morata melewatkan 10 dari 13 peluang emas. 

Oleh karena itu, mau tidak mau Hazard belakangan dimainkan sebagai false nine. Hasilnya tidak buruk memang, sejauh ini pemain berpaspor Belgia itu sudah menorehkan 10 gol. Namun, jika berbicara untuk jangka panjang, taktik ini tidak ideal karena posisi alami Hazard ada di sektor sayap, di mana ia menusuk untuk menciptakan peluang atau mencetak gol. Ditambah, postur mungil Hazard tidak ideal untuk terus menerus dipaksakan bermain di depan untuk berhadadapan dengan bek-bek tangguh di Premier League.  

Selain permasalahan striker, Sarri juga dikenal sebagai pelatih keras kepala. Ia selalu berkeyakinan tinggi bahwa gaya permainannya ini terus menerus menuai sukses, padahal faktanya tidak demikian. 

Sebagai seorang pelatih, pasti diwajibkan beradaptasi dengan segala kemungkinan yang terjadi di lapangan. Sialnya, ini tidak terjadi pada Sarri. Pria berusia 60 tahun itu secara tegas menolak perubahan taktik 4-3-3 andalannya di saat situasi sulit sekalipun. Bisa dilihat, dalam setiap pertandingan, Sarri selalu mengadopsi strategi yang sama. 

Parahnya, saking keras kepalanya, Sarri pun ogah mengembalikan posisi awal Kante yang sejatinya merupakan gelandang bertahan. Namun, dengan hadirnya Jorginho, Kante di dorong lebih ke depan. Inilah yang membuat kemampuan terbaik Kante menurun musim ini meski jumlah golnya meningkat, statistik Kante dalam merebut bola, serta melakukan tekel menurun drastis. 

Padahal, jika Sarri sedikit saja mau berkompromi. Jorginho dan Kante bisa dimainkan bersama secara sejajar dalam pola 4-2-3-1. Dengan begitu, kemampuan Kante sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia pastinya tidak dikorbankan. 

Selanjutnya, hal lain yang membuat seakan Sarri-ball belum teruji kehebatannya adalah Eden Hazard. Tidak dipungkiri, Hazard adalah satu diantara sekian banyak pemain terbaik di posisinya. Itu sudah dibuktikan, baik di level klub atau timnas Belgia pada Piala Dunia lalu. 

Di musim ini, penampilan Hazard kian meningkat. Dari 27 laga di semua kompetisi, Hazard sudah mencetak 12 gol serta 10 assist. Bisa dikatakan, Hazard berkontribusi dari 50 persen jumlah gol Chelsea musim ini. 

Penggemar Chelsea tentu saja senang melihat penampilan Hazard sangat baik, tapi di sisi lain timbul kekhawatiran besar seandainya ia absen akibat cedera atau akumulasi kartu. Terlalu bergantung pada satu pemain jelas bukan hal ideal untuk klub sebesar Chelsea. 

Revolusi besar yang dibawa Sarri memang butuh waktu yang tidak sebentar. Namun, Sarri juga harus sedikit melunak dan bisa berkompromi mengenai taktik agar tak mudah terbaca lawan. 

Jadi, apakah Sarri-ball tidak efektif? Masih terlalu dini untuk menyimpulkannya saat ini karena musim masih sangat panjang, ada baiknya kita tunggu hingga akhir musim. Jika memang tidak efektif, hal ini bisa dimaklumi karena Pep Guardiola saja butuh dua musim membawa Manchester City juara. 

Sarri terlalu mengandalkan Hazard

maurizio-sarri-80410075fc33f74.jpg

Data Fakta:

  • Awal karir Maurizio Sarri bukanlah di sepak bola. Dia mantan pegawai bank sebelum benar-benar terjun di dunia sepak bola.
  • Sebelum Chelsea, Sarri hanya melatih tim gurem, hanya Empoli dan Napoli yang sukses dibawanya tampil bersinar
  • Di tangan Sarri, Chelsea jadi salah satu tim dengan penguasaan bola tertinggi bersama Manchester City dan Liverpool

Baca Juga:
Pembelian Pulisic, Blunder Manajemen Chelsea

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : The National | Editor: Andi Wahyudi | 18 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Presiden Jokowi Beri Apresiasi Timnas

Presiden Jokowi Beri Apresiasi Timnas

FOOTBALL
Sarri: Kepa Tetap Pilihan Utama

Sarri: Kepa Tetap Pilihan Utama

FOOTBALL
Solari: Kami Kalah Terhormat!

Solari: Kami Kalah Terhormat!

FOOTBALL
Hajar Madrid, Valverde Merasa Aneh

Hajar Madrid, Valverde Merasa Aneh

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company