image

Mengapa Barcelona Wajib Waspada dalam Merekrut Adrien Rabiot

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Socceruncle | Editor: Andi Wahyudi | 18 January 2019

SPORTKU.COM

Adrien Rabiot memiliki agen yang notabene merupakan ibunya dan karakternya cenderung mendikte sang anak.

Barcelona dipastikan tak lagi memiliki hambatan dari Paris Saint-Germain (PSG) untuk merekrut Adrien Rabiot. Pasalnya, pemain berusia 23 tahun itu telah berulang kali menolak tawaran untuk memperpanjang kontrak bersama klub kontestan Ligue 1 tersebut.

Meski berpeluang besar untuk merekrut Rabiot, namun Barcelona wajib mewaspadai agen pemain incarannya tersebut, yakni Veronique Rabiot yang notabene merupakan ibu pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut.

Di dunia sepakbola, tak jarang pemain yang mempercayakan orang tua atau saudara kandungnya untuk menjadi agen. Contohnya adalah rekan setim Rabiot di PSG, yakni Neymar di mana ia menunjuk ayahnya, Neymar Senior sebagai agen.

Ayah Neymar sendiri yang bekerja sebagai agen telah mendapatkan popularitas atas tindak-tanduknya yang dianggap buruk, terutama terkait dengan kepindahan anaknya, Neymar dari Barcelona ke PSG yang sampai saat ini masih menyimpan masalah, salah satunya terkait dengan sengketa soal bonus yang sampai artikel ini ditulis pada Jumat (18/1) belum juga tuntas.

Kini, Veronique yang sebelumnya cenderung tak bersentuhan dengan media kini mulai menunjukan “wajahnya”. Hal tersebut dimulai pada Desember 2018 lalu di mana ia menyerang PSG lantaran klub tersebut menolak pinangan Barcelona untuk anaknya di bursa transfer musim panas lalu.

"Selama bursa transfer musim panas, saya memberi tahu Direktur Olahraga PSG, Antero Henrique, bahwa Adrien menginginkan transfer. Dia ada dalam daftar transfer karena dia ingin meninggalkan klub dan itu dikatakan dengan jelas,” kata Veronique seperti dikutip dari RTL.

"Klub tidak ingin menjual Adrien, padahal ada tawaran dari Barcelona selama bursa transfer. Klub menolak, dan klub memiliki hak untuk menolak, tetapi mereka tidak bisa mengatakan mereka tidak sadar,” sambungnya.

Veronique sendiri berbicara kepada media seperti itu lantaran sebelumnya ia dianggap tengah dipojokan oleh manajemen PSG, terutama oleh Direktur Olahraga PSG, Antero Henrique yang mengatakan bahwa sang pemain menarik diri dari negosiasi kontrak atas bujukan dari agennya.

"Kami menerima proposal [dari Barcelona] dan saya terkejut. Itu terjadi pada 29 Agustus pukul delapan malam, yang berarti pemain itu memiliki perjanjian dengan Barcelona sebelumnya," ungkap Antero seperti dikutip dari Marca.

Veronique sendiri mengatakan bahwa keputusan anaknya untuk pindah merupakan haknya sebagai pesepakbola profesional, ia mengaku tidak melakukan sesuatu yang melanggar kesepakatan profesional seperti menghubungi Barcelona sebelum bulan Januari 2019 atau saat bursa transfer musim dingin dibuka.

Baca juga
KTM Juara Umum Dakar 2019

Veronique Rabiot dan Adrien Rabiot (Socceruncle)
adrien-rabiot-dan-veronique-2623709a7a5f515.jpg

“Saya setuju dan saya selalu menghormati aturan dan protokol, saya tidak pernah merendahkan klub - saya diserang oleh klub melalui Antero Henrique jadi saya mengizinkan diriku untuk memecah keheningan dan merespon,” ungkap Veronique.

"Selama jendela transfer musim panas, saya memberi tahu Mr. Henrique bahwa saya ingin Adrien ditransfer karena Adrien ingin meninggalkan klub dan itu dikatakan cukup jelas. Saya tidak melihat bagaimana saya tidak loyal. Ada tawaran dari Barcelona dan klub menolaknya, yang merupakan hak mereka,” sambungnya.

Atas kelanjutan perseteruan ini, membuat Rabiot pun tak lagi mendapatkan tempat utama di PSG. Bahkan ia menjadi satu-satunya pemain yang ditinggalkan oleh klub ketika menjalani latihan pasca liburan natal dan tahun baru di Qatar.

Bahkan sebelumnya, penggemar PSG pun telah membentangkan spanduk bertuliskan Rabiot Blackliste atau boikot Rabiot sebelum putaran pertama Ligue 1 berakhir pada Desember 2018 lalu.

Bukan yang Pertama

Saat di lapangan, Rabiot bukanlah pemain yang bermasalah macam Mario Balotelli atau Nicklas Bendtner. Namun sikapnya mulai tak mendapatkan respek ketika menjelang Piala Dunia 2018 lalu di mana ia tiba-tiba menolak untuk masuk dalam daftar tunggu di skuat Timnas Prancis.

Rabiot dikabarkan mengirim email kepada Deschamps untuk menyatakan bahwa dia tidak ingin menjadi bagian dari daftar tunggu. Rabiot beralasan bahwa dirinya 'tidak dapat mengikuti jadwal latihan yang dicanangkan'. Padahal, ia justru menghabiskan waktu berlibur ketimbang membela negaranya.

Atas sikap arogan yang dilakukan oleh Rabiot pun sampai mendapatkan tanggapan dari Presiden FFF (federasi sepak bola Prancis), Noel le Graet. Dia menyatakan bahwa Rabiot membuat keputusan yang mengejutkan dan juga buruk.

"Rabiot merupakan seorang pemain berkualitas, dan dia selalu bersikap profesional. Saya sadar dia kecewa, tapi itu tidak seharusnya membuatnya menyerah untuk mengabdi kepada Prancis," ujar Le Garet dikutip dari TFB90.

Sebenarnya, sikap arogan Rabiot—yang mendapatkan dukungan dari Veronique—sudah ada sejak jauh-jauh hari. Ia pernah berseteru dengan Carlo Ancelloti dengan alasan sepele di mana ia tidak dibolehkan membawa pacarnya saat belatih di Qatar, sementara yang lainnya dibolehkan.

Lalu saat PSG dilatih oleh Laurent Blanc di mana Rabiot jarang diberi kesempatan bermain dan mengeluh ke media. Blanc marah dan mengatakan anak asuhnya harus menghormati kontrak. Sementara ibunya, Veronique pun tanpa persetujuan klub langsung menawarkan anaknya ke AS Roma.

Atas sikap tersebut, Rabiot dipinjamkan ke Toulouse dan mendapatkan jatah bermain yang cukup dan berkembang sebelum kembali pulang ke PSG. Namun, meski menjadi andalan tetapi pelatih Toulouse, Alain Casanova mengaku tidak senang dengan sikap ibunya.

"Dia [Rabiot] tidak pernah menyebabkan masalah. Saya justru punya masalah dengan ibunya pada hari pertama. Dia ingin berada di semua sesi pelatihan, tetapi saya menolaknya. Saya tidak ingin dia merasa tidak nyaman dengan rekan satu timnya, yang akan melihat bahwa ibunya ada di tepi lapangan,” ungkapnya seperti dikutip dari Goal International.

Menilik dengan masalah-masalah yang di atas, bisa saja kejadian serupa bakal dihadapi Barcelona bila mereka pada akhirnya merekrut Rabiot. Untuk itulah, raksasa Spanyol nampaknya harus menemukan solusi untuk “menjinakan” Veronique yang secara otomatis bisa menjinakan Rabiot.

Baca juga
Toby Price, Jawara Dakar 2019

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Socceruncle | Editor: Andi Wahyudi | 18 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company