image

Banding Kalidou Koulibaly Ditolak FIGC, Napoli Geram

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : EuroSport | Editor: Andi Wahyudi | 19 January 2019

SPORTKU.COM

Banding atas kartu merah yang didapat Kalidou Koulibaly ditolak oleh FIGC, Napoli pun geram dengan keputusan tersebut.

Kesebelasan Napoli lewat situs resminya, pada Sabtu (19/1), menyatakan bahwa banding mereka atas kartu merah bek andalan mereka Kalidou Koulibaly ditolak oleh Federasi Sepakbola Italia (FIGC).

Sebelumnya, Koulibaly mendapatkan dua kali kartu kuning saat Napoli dikalahkan oleh Inter Milan dengan skor 0-1 di Giuseppe Meazza di laga lanjutan Serie A pada Desember 2018 lalu. Dalam pertandingan tersebut, pemain asal Senegal tersebut menjadi korban rasisme yang dilakukan oleh oknum suporter tuan rumah sepanjang pertandingan.

Manajer Napoli, Carlo Ancelotti mengatakan bahwa kartu merah yang didapat Koulibaly dalam pertandingan tersebut lantaran pemain andalannya itu gugup dan suasana hatinya tengah keruh berkat ejekan dari suporter Inter Milan.

Dalam situs resmi Napoli, manajemen klub mempertanyakan tindakan FIGC yang menolak banding mereka terkait kartu merah Koulibaly. Bahkan klub berjuluk The Naples menganggap bahwa pihak federasi menghambat perjuangan mereka untuk menghentikan rasisme.

Baca juga
Dakar Masuk Kalender Cross Country

Carlo Ancelotti mencoba menenangkan Kalidou Koulibaly (EuroSport)
kalidou-koulibaly-alfredo-pedulla--93500018eb3aa83.jpg

"Keputusan pengadilan banding FIGC untuk menolak permohonan kami terhadap larangan Koulibaly adalah kekalahan yang menyedihkan bagi sepakbola dan masalah yang lebih luas yang diangkat oleh seluruh perselingkuhan ini, yaitu, perang melawan diskriminasi dalam segala bentuk, yang merupakan masih menjadi bagian dari sepakbola dan masyarakat,” bunyi pernyataan Napoli pada Sabtu (18/1).

"Koulibaly, sepak bola Italia, dan lembaga-lembaga semuanya keluar dari kemudnruan ini. Larangan Koulibaly seharusnya dibatalkan terlepas dari aturan dan birokrasi. Semua ini memang membunuh sepakbola. Karena sepak bola di atas semua itu adalah gairah yang menyatukan miliaran orang di sekitar dunia, dan itu tidak boleh dicemooh seperti ini.

"Peluang besar telah dilewatkan hari ini. Sayangnya itu membuktikan masih banyak yang harus dilakukan dan banyak hal untuk berubah,” sambung pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Inter Milan sendiri sudah mendapatkan hukuman berupa larangan tanpa penonton di dua laga kandang mereka di ajang Serie A.

Baca juga
Budaya Sogok Menyogok di MotoGP

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : EuroSport | Editor: Andi Wahyudi | 19 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company