image

La Masia Tak Seindah Dulu

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : FourFourTwo, Barcelona | Editor: Andi Wahyudi | 23 January 2019

SPORTKU.COM

La Masia, sebuah akademi sepak bola yang kini mulai kehilangan taji di Eropa. 

Beberapa tahun silam, Barcelona dikenal punya akademi handal yang kerap menghasilkan pemain hebat. Sebuah saja Xavi Hernandez, Victor Valdes, Andres Iniesta, Carles Puyol, dan mega bintang, Lionel Messi. 

Belum lagi  jika kita menyebut nama Pep Guardiola, pelatih jempolan yang juga alumnus LaMasia. Sayangnya, kini hal tersebut sudah tidak terlihat lagi, praktis hanya Sergio Busquets sebagai generasi terbaik yang bisa dilahirkan LaMasia.

Setelahnya, nama seperti Gerard Deulofeu, Munir El Haddadi, Sandro Ramirez, dan Marc Bartra semuanya tak ada yang sukses menembus skuat utama. Keempat pemain tersebut hanya sebagian kecil dari banyaknya pemuda LaMasia yang sekadar menghiasi bangku cadangan kemudian pergi.

Fenomena ini jelas sangat menyedihkan. Diibaratkan sebuah sumur, keran La Masia seakan kering tak berbekas. Jika ada orang yang harus disalahkan adalah manajemen yang ada saat ini.

Manajemen Buruk dan Kurangnya Rasa Percaya Kepada Pemain Muda

Sejak kursi presiden diambil alih oleh Sandro Rosell di tahun 2010, berbagai kebijakan baru diterapkan oleh klub yang bermarkas di Camp Nou tersebut. Salah satunya Barcelona gemar menggelontorkan uang fantastis demi merekrut pemain idaman. 

Hal ini terbukti saat mereka memboyong Neymar di musim panas 2013 silam. Parahnya, dalam transaksi ini, Rosell terbukti bersalah karena pencucian uang yang dilakukannya dalam pembelian Neymar. 

Alhasil, akibat masalah itu, Rosell resmi mengundurkan diri pada 2014 dan harus berurusan dengan pihak berwajib. Tetapi, mundurnya Rosell tidak serta merta menghilangkan masalah yang ada di tubuh Blaugrana. 

Baca Juga:
Benarkah Sarri-Ball Tidak Efektif di Inggris?

Wakil presiden Barcelona kala itu, Josep Maria Bartomeu, mau tidak mau meneruskan warisan Rosell. Setali tiga uang, bersama Bartomeu, Barcelona kian menggila dalam membeli pemain. Sebut saja, Andre Gomes, Paco Alcacer, Lucas Digne, Arda Turan, Paulinho, semuanya bisa dikatakan gagal. 

Belum lagi pengeluaran fantastis saat mendatangkan Ousmane Dembele serta Philippe Coutinho dalam dua tahun terakhir. Sebuah angka yang sangat besar untuk dua pemain karena mereka merogoh kocek hingga Rp4,1 triliun. 

Ditambah fakta mengejutkan yang baru saja terjadi saat mereka melepas Munir dan meminjam Kevin-Prince Boateng. Munir sebagai talenta LaMasia harus terpinggirkan kemudian diganti dengan Boateng, pemain gaek dari Sassuolo, klub semenjana di Italia. 

Jika terus didiamkan hal ini bisa menjadi persoalan sangat serius bagi Barcelona dalam dua sampai tiga tahun mendatang. Usia para pemain bintang kini sudah memasuki 30-an, seperti Messi, Busquets, Pique, dan Jordi Alba. 

Toh, pada kenyataannya meski gemar merekrut pemain mahal, nyawa Barcelona tetap saja terletak pada Messi. Ya, perekrutan Dembele dan Coutinho belum bisa membawa pengaruh besar pada performa tim. 

Selama ini mereka masih saja bergantung pada Messi. Itu artinya, biar bagaimanapun, produk binaan sendiri lebih menjanjikan karena sudah mengenal betul karakter serta filosofi klub. Messi adalah contoh nyata, meski sederet pemain bintang nan mahal datang, dirinya tetap tidak tersentuh sebagai pusat permainan. 

Penggemar Barcelona pastinya rindu melihat klub kebanggaan mereka diisi oleh pemain hasil didikan sendiri. Kesempatan bermain juga menjadi faktor lain karena sejak diasuh Ernesto Valverde Barcelona jarang memberi kesempatan kepada pemain muda. 

Regenerasi, pembinaan, dan kepercayaan terhadap pemuda LaMasia sudah sepatutnya harus cepat dilakukan. Karena jika tidak, La Masia yang sudah terbangun indah sejak era Johan Cruyff justru menjadi rumah pengubur mimpi talenta berbakat.

Banyak pemuda La Masia merajut mimpi membela tim utama Barcelona, Foto: Barcelona

la-masia-5054377abcb618b.jpg

  • DATA & FAKTA :
  • Barcelona tercatat sebagai klub terboros di dunia soal gaji pemain
  • Barcelona gelontorkan uang hampir Rp5 triliun hanya untuk memboyong Dembele dan Coutinho
  • Dalam tiga tahun terakhir, Barcelona lebih boros Rp5,9 triliun dibanding Real Madrid untuk urusan membeli pemain

Baca Juga:
Coutinho, Pembelian Gagal Barcelona?

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : FourFourTwo, Barcelona | Editor: Andi Wahyudi | 23 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company