image

Mencari Pengganti Alinka Hardianti Bukan Sekedar Ajang Pencarian Bakat

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 23 January 2019

SPORTKU.COM

Pasca mundurnya Alinka Hardianti dari Toyota Team Indonesia, banyak spekulasi yang berkembang mengenai siapa penggantinya.

Kabar mengenai mundurnya Alinka Hardianti dari Toyota Team Indonesia, mulai menyesaki jagad dunia maya. Banyak yang bertanya mengapa Alinka mundur dari dunia yang membesarkan namanya tersebut? Satu alasan yang diberikan oleh Alinka adalah untuk mendapatkan momongan dari pernikahannya dengan Haji Andi Baihaki, salah satu offroader asal Kalimantan Selatan. Meski sudah menjelaskan perihal alasannya, namun masih ada beberapa pihak yang menyayangkan keputusan puteri Didi Hardianto tersebut.

Setelah Alinka mundur, pertanyaan lain pun muncul, siapa yang akan menjadi pengganti? Sebuah nama memang sudah santer terdengar. Memet Djumhana, sebagai komando di Toyota Team Indonesia sudah mengincar sosok pebalap motor wanita yang sudah malang melintang di jagad balap Tanah Air.

Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh SPORTKU, sosok tersebut juga pernah ikut dalam ajang drag bike di Thailand, beberapa waktu lalu. Namun, untuk di dunia balap mobil, ia memang merupakan sosok baru yang masih segar. Sosok pebalap berdarah campuran Mesir dan Cina ini, juga disebutkan pernah ikut dalam ajang drift, tapi hanya seujung kuku, tidak sampai level yang begitu besar cakupannya.

Toyota Team Indonesia yang dikomandoi oleh Memet Djumhana ini memang telah memiliki kriteria khusus. Good looking dan bertalenta, merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh calon sosok pengganti Alinka Hardianti. Untuk mencari sosok yang tepat, memang tidaklah mudah, karena sampai saat ini masih belum ada pebalap wanita serba bisa dengan penampilan menarik yang mampu menyamai Alinka Hardianti.

Baca Juga :
Alinka Hardianti Tak Lagi Berseragam Toyota Team Indonesia

Bukan hanya sekedar good looking alias cantik, tapi sosok pengganti Alinka Hardianti juga harus bisa menjadi trendsetter di kalangan industri motorsport, khususnya slalom atau gymkhana. Melihat prestasi yang sudah dibawa pulang oleh Alinka, setidaknya akan menjadi sebuah acuan yang harus dipelajari oleh sosok pengganti Alinka. Kalau hanya mencari cantik, mungkin bisa saja Toyota Team Indonesia mengambil seorang model untuk dijadikan ikon dari Toyota Team Indonesia itu sendiri. Akan tetapi, bukan itu tujuan utamanya. Paduan cantik, dan bertalenta, menjadi sebuah paket yang harus dipenuhi oleh sosok pengganti Alinka Hardianti.

Sebaliknya, meskipun calon pengganti Alinka ini terbilang jago di atas lintasan, tapi kalau kurang good looking, juga akan terasa hambar. Ibaratnya, selling point Toyota Team Indonesia, seperti membuat sayur tanpa garam. Toyota Team Indonesia juga harus memiliki ikon, pasalnya tim ini bukan tim karbitan yang hanya besar di jagat motorsport, tetapi merupakan tim pabrikan yang juga mendapat dukungan dari Toyota Astra Motor dan TRD Indonesia.

Terlepas dari benarkah Sabrina Sameh yang akan menjadi pilihan Memet Djumhana, siapapun itu, memang seyogyanya harus melihat track record seorang Alinka Hardianti. Tidak hanya dari sisi keberhasilan di dalam lintasan, tetapi juga mampu melakukan public relation untuk Toyota Team Indonesia kepada semua pihak yang berdampingan dengan TTI tersebut. Fungsi Alinka bukan hanya sebagai pemanis semata, tetapi lebih dari itu.

Namun yang perlu diingat adalah, ini bukan sebuah pencarian bakat balap dan bukan pula membangun seribu candi dalam semalam. Karena akan ada proses di dalamnya sampai benar-benar sosok tersebut menyamai atau melebihi Alinka Hardianti. Untuk menuju level Alinka Hardianti, tidak akan didapat dalam jangka waktu satu atau dua tahun, akan tetapi lebih dari itu. Butuh usaha yang kuat untuk berlatih, dan terus berlatih agar prestasi demi prestasi bisa disumbangkan ke markas besar Toyota Team Indonesia!

Baca Juga :
Siapa Pebalap Wanita Pengganti Alinka Hardianti di TTI?

Keputusan gambling pun sempat tersiar di kalangan penggiat motorsport. Mereka menilai mengapa tidak mengambil dari kalangan balap slalom saja sekalian? Namun, jika dirunut, Memet Djumhana sempat mengatakan kepada SPORTKU bahwa memang tidak tertarik untuk mendatangkan pengganti Alinka dari segmen yang sama (slalom).

Ayah dari Dimitri Fitra yang merupakan Manager Operational Toyota Team Indonesia ini, bertekad untuk mengambil dari kalangan pebalap motor. Alasannya, bagi pria yang juga 'lulusan' Toyota Astra Motor sebagai public relation tersebut, memiliki penilaian lain, yakni sudah pasti berani mengambil resiko.

Kerja keras dua peslalom Toyota Team Indonesia, Adrianza Yunial dan Anjasara Wahyu akan semakin berat. Selain harus bisa mempertahankan gelar Juara Nasional, mereka juga dituntut untuk bisa memoles sosok pengganti Alinka Hardianti tersebut agar bisa tampil dengan sebaik-baiknya. Mempertahankan dan menjadi mentor untuk anak baru, dua pekerjaan baru Anjas dan Anza yang harus mulai ditekuni dari sekarang.

Untuk sosok yang terpilih untuk menggantikan Alinka, hanya ada satu pesan yang harus dimaknai, belajarlah untuk menjadi hebat, karena hebat tidak datang dengan waktu yang sebentar!

 

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 23 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company